AKU BUKAN PENDOSA

AKU BUKAN PENDOSA
ABP BAG 2 DILEMA MELANDA


__ADS_3

dilain tempat disebuah rumah yang tidak terlalu besar dan kecil itu, ya tapi cukup mewah,


2 orang insan sedang bergerumul di balik selimut bad cover yang mereka pakai untuk menutupi tubuh polos mereka,


ya setelah semalam sempat adu mulut dengan ku, Naura pergi kerumah suamiku, bukan, lebih tepatnya mantan suami, walau kita belum resmi bercerai, tapi dari tindakan dan kata kata nya mencerminkan bukan seorang suami,


bagaimana tidak, laki laki yang notabene masih sah suamiku itu selalu mabuk mabukan, pulang malam, main perempuan, dan kasar,


sambil menggeliatkan tubuh moleknya, Naura menciumi bibir mas Adam dan mengucapkan "" selamat pagi sayang"",,, sapa Naura dengan senyuman dan kecupan Nakalnya


"" pagi juga sayang" (jawab Adam sambil mengecup pucuk kening Naura,


"" mas Adam, maafkan aku ya, gara gara aku Teledor, itu siEvelin jadi tau hubungan kita"" (oceh Naura dengan gaya manjanya)


"tidak apa apa sayang, semua sudah terjadi, toh Evelin juga sudah tau mengenai hubungan kita, jadi mas tidak perlu bersusah payah untuk menjelaskan semua kepada Evelin" (jawab Adam dengan suara serak khas orang bangun tidur)


"" iya sich, tapi aku tidak terima Evelin menamparku, sakit tauk mas,"" ( adu Naura dengan mimik yang dibuat sedih)


"sudahlah, besok kalo mas ketemu sama Evelin, mas akan balas perbuatanya padamu, sudah jangan sedih lagi ya sayang"" (rayu Adam dengan manja)


"mas Adam hari ini gak ke kantor?? hari ini aku libur lho mast, (tanya Naura)


ya walau kantor Adam tidak begitu besar, tapi setidaknya Adam memimpin 15 orang karyawan, kantor yang bekerja dibidang kayu exspor tersebut masih belum menyandang predikat PT, melainkan CV, dengan Adam sebagai pemilik plus menduduki jabatan sebagai DirUt,


dengan sambil memainkan tanganya menelusup ke bagian gunung kembar Naura,


Adam pun menjawab dengan deru nafas beratnya,


"" hari ini mas sibuk sayang, mungkin lain waktu mas akan menemanimu shopping, ( jawab Adam dengan membenarkan posisi tidurnya, tanpa melepas isapan gunung Kembar Naura,


"" sssttttt,,,uhhhh mas Adam, hentikan" (erangan penuh N***u Naura)


"diam sayang, aku menginginkanmu, tubuhmu selalu menjadi obat n*f*u kuu"" sarkas Adam dengan bergerilya jemarinya menelusup ke bagian inti bawah Naura)


tanpa bertele tele Adam telah memposisikan dirinya, dan membuka p**a Naura, dan melakukan penyatuan dengan Naura, dengan ritme yang pelan tapi pasti, Rudal Adam mengkoyak koyak bagian bawah inti Naura

__ADS_1


dengan nafas mereka berdua yang terengah engah, akirnya Adam melepaskan cairan kenikmatanya,


"" ohh,, come on baby" Adam pun langsung melepaskan diri dari tubuh naura, dan tumbang disamping tubuh naura,


"" terimakasi sayang" ucap Adam dengan terengah engah,


selang 10 menit mereka mandi bersama, dibawah guyuran showerr mereka pun membasahi tubuh mereka,


Dilain tempat didalam sebuah kamar kost yang sederhana Evelin masih sibuk dengan Acara beres beres rumah dan memasak untuk dirinya sendiri, ya walau masak cuma ala kadarnya , tapi itu sudah membahagiakan Evelin,


"Alhamdulillah masih ketemu nasi dan tempe" (ucap Evelin dengan seulas senyum di bibir mungilnya)


setelah melahap sarapan sederhana itu Evelin segera membereskan sisa piring makanya, dan berjalan menuju bed sederhanaya untuk membangunkan putra kecilnya,,


" putra ibuk sudah bangun ya?? kita mandi lalu minum susu ya sayang"" celoteh Evelin sambil melempas baju yang dikenakan sang putra,


setelah 15 menit berlalu, dengan drama si baby Bintang, Evelin pun membuka kancing daster yang iya kenakan untuk menyusui baby Bintang,


"Ya Alloh apa aku bisa menghadapi ini sendiri?? tanyanya pada diri sendiri


"" Linn,, kamu lagi apa??? sudah sarapan belum?? tanya mak nilam sambil membuka gagang pintu kostku,


"" lagi nyusuinn baby Bintang makk, masuk mak, jawabku sambil tersenyum,


"Lin, kamu gak usah sungkan begitu sama emak, kamu udah emak anggap sebagai anak emak sendiri" celoteh mak nilam,


"iyaa mak, terimakasi udah baik sama Evelin makk, gugupku dengan senyum


"" Linn, kalau kamu mau ambil job nyanyi lagi, atau mau bekerja, biar baby Bintang emak yang jaga, jangan risaukan masalah bayaran, kamu dan baby bintang udah emak anggap sebagai anak dan cucu sendiri, (pinta makk nilam dengan ketulusan hatinya))


"emm,, masalah baby bintang, biar Evelin cari pengasuh mak, Evelin tidak enak kalo harus merepotkan mak nilam terus, ( jawabku dengan air mata yang mengalir)


" kamu ngomong apa sihh Lin?? yang penting kamu fokus kerja buat hidupmu dan baby Bintang, emak sama sekali tidak keberatan Linn,mengasuh dan menjaga anak kamu, ( sela mak nilam)


"terimakasi makk nilam, kalau begitu Evelin titip baby Bintang sama mak nilam, untuk masalah gaji Evelin belum sanggup ngasi mak nilam dengan gaji besar, tapi akan Evelin usahakan makk, (cerocosku dengan senyum dan air mata,

__ADS_1


" yaudah kamu siap siap dulu sana Lin, biar baby Bintang emak yang jaga, (titah mak nilam)


aku pun segera keluar dari kamar kostku untuk keperluan mandi, ya kostku memang sederhana, tidak ada kamar mandi didalam, melainkan kamar mandi luar yang luasnya tak seberapa,, setelah 10 menit berlalu aku keluar dari kamar mandi tersebut dan segera menuju kamar kostku


"" makk, hari iniEvelin mau ketemu sama temen, buat ngomongin kerjaan di cafe baru yang ada di jalan kalitan, ( ocehku membuka obrolan)


"" iyaa Lin, gakpapa, kamu kerja yang bener, biar mak yang jagain siBintang, ( jawab mak nilam).


setelah 10menit aku berhias dan berpakaian, aku menyambar tangan punggung mak nilam,dan berpamitan,


"" evelin berangkat dulu ya makk, pamitku,


"hati hati ya Lin dijalan, jangan lupa semangat" titah mak nilam)


akupun segera melangkahkan kakiku menuju pagar depan, dengan tatapan sinis dan ocehan tetangga, aku pun belalu menunggangi ojek yang mangkal didepan pos ronda disebelah kostku,,


"" pak, kita kejalan kalitan ya" (ocehku sambil mengenakan helm yang disediakan oleh pak ojek tersebut,


pelan tapi pasti kakiku menunggang motor matic tersebut, walau bagian bawah intiku masih terasa sakit, tapi mau bagaimana lagi, kerasnya kota J memaksaku menahlukan kehidupan yang keras tersebut


tanpa terasa, setelah menempuh perjalanan panjang selama 20menit, aku sampai disebuah cafe yang ada dijalan kalialtan,,


"" terimakasih yaa pak"(ucapku sambil menyerahkan uang kertas berwarna biru tersebut,


akupun memasuki cafe tersebut, sambil memincingkan mataku kesana kemari mencari keberadaan temanku,


"" Linn,, sini" ucap hendra sambil melambaikan tanganya,


yaa Hendra adalah teman MC ku di dunia seni, selain pembawaan yang agak gemulai dan hamble, hendra memang mudah akrab dengan siapa saja yang berbicara denganya,


segini dulu yaa gaisss,, jangan lupa komen, like ,fav, dan vote,


terimakasih,,


maaf maaf ney, kalo ada salah kata dan penempatan, aku emang belum pandai ngetik dan nulis, dukungan kalian sangat membantuku merealisasikan karya pertamaku ini yang tidak seberapa,

__ADS_1


bersambung,,,,,


__ADS_2