AKU BUKAN PENDOSA

AKU BUKAN PENDOSA
ABP BAG 5 HARUS KUAT


__ADS_3

mereka pun saling berjabat tangan,


""gimana kabar loe Linn??""


""gw baik Vick, duduk donkk""ucap Evelin


"sibug apa???


""yahh, seperti biasa lah vick, masih ngamen sana sini, loe sendiri?? tanya Evelin,


""ya sama aja lah Linn, masih ngurusin, hotel, cafe, sama perusahaan bokap gw,


"iya dech, yang jadi pewaris tunngal, goda Evelin,


""ya kalik gw pewaris tunggal , mungkin aja loe tertarik sama gw? banyol Vicky,


""hahaha,, jangan ngaco dech loe vick, jawab Evelin terkekeh geli,


"gw seriusan Linn, andai loe mau sama gw, pasti gw bakalan jadi laki laki paling beruntung,


"udah lah vick, gk usa ngegombal muluk, Emm,,kayaknyaa gw musti cabut nih,


"kok buru buru sich Linn, gw kan belum puas ngobrol sama loe??


"next kita ngobrol lagi ya vick?


"ok, sebelum loe cabut, gw bagi nomer loe donk, siapa tau kalo ada jobs, gw bisa ngehubungin loe, (kilah Vicky)


"owh, iya vick, Ney kartu nama gw, Bayy,,


Evelin pun perlahan menjauh dari cafe tersebut, dan Vicky masih menatap punggung Evelin yang akan segera menghilang ditengah pengunjung cafe


****


POV VICKY,


dimana loe Linn??gw nyarik nyarik low, tapi sampai sekarang belum ada tanda2 keberadaan loe, (monolog Vicky dengan putus asa).


masih dengan wajahku yang kusut, aku membayangkan bisa memiliki Evelin,

__ADS_1


ya dimulai saat Evelin manggung disalah satu hotel milik keluargaku, disaat itu aku sedang mengadakan pertemuan ku dengan salah satu klienku, disaat yang bersamaan ada acara hiburan di salah satu ruangan, tepatnya di Ballroom hotel, sayup sayup aku mendengar suara yang mampu membius Indra pendengaran ku, ya suara itu adalah suara merdu Evelin, tanpa banyak kata, aku langsung menuju ruangan tersebut, dengan nafas sedikit terengah engah aku memberanikan diri mendekati pintu ruang tersebut, dapat aku lihat, seseorang sedang menyanyikan lagu *AKHIRNYA KUMENEMUKANMU" dengan suara yang serak serak seksi itu, aku pun meneteskan bulir bulir beningku, entah rasa apa yang hinggap di dasar kalbuku, sampai aku tidak menyadari pipiku basah oleh buliran bening,


ingin aku memeluk tubuh tinggi dengan suara emas itu, tapi aku masih takut, takut dia menolaku, tanpa sadar MC acara tersebut memanggil namaku, dan aku langsung menghapus bulir bening dipipiku dan mendekati panggung , tanpa berkedip, dan masih dengan langkah lebarku, aku memberanikan diri untuk bergabung dengan sang vocalis bersuara merdu tersebut, dengan sedikit ragu aku mengenalkan diriku, dan disambut dengan tangan terbuka, aku pun sedikit malu,


disaat yang bersamaan MC acara itu menyebutkan namaku didepan microfon,


ya siapa yang tidak kenal aku, pemilik serta pewaris tunggal PRASETYA GRUB, ya namaku Vicky Mohan Prasetya, diusiaku yang menginjak 31tahun, aku belum memiliki pendamping, walau wajah dan parasku rupawan, tapi tidak menjamin aku mudah mendapatkan pendamping, walau orang tuaku selalu memaksaku menjodohkan dengan anak anak kolega orangtuaku, saat ini aku hanya meyakini, kalau aku telah jatuh hati pada wanita yang bernama Evelin Gendis Rinjani, namun siapa sangka, dengan semua yang aku miliki, tidak membuat Evelin menerima perasaanku, sejak saat itu aku selalu memikirkan Evelin,


******


dilain tempat disebuah kamar kost sederhana seorang wanita sedang memandikan putranya, ya Evelin sangat menikmati peran sebagai seorang ibu yang merangkap menjadi Ayah,


ya hari ini Evelin ada temu janji dengan pemilik WIJAYA GRUP, tidak mau membuang waktu, Evelin segera menidurkan baby Bintang, tak lama berselang pun baby Bintang telah terlelap di alam mimpi, dengan dott yang menempel di bibir mungilnya, Evelin pun segera beranjak menuju kamar mandinya untuk segera mengguyur tubuhnya dengan air, tak butuh waktu lama, setelah 15menit Evelin segera keluar dari kamar tersebut, memasuki kamar menuju lemari baju yang tidak begitu besar, setelah mengambil setelan kemeja dengan celana bahan warna maroon yang mengexpose kaki jenjangnya, serta kemeja warna putih, dengan aksen renda di bagian depan, yang membuat benjolan didada Evelin yang notabene memiliki cup 40B itu tampak lebih menjulang dari biasanya, dengan riasan tipis namun Elegan, Evelin segera meraih tas jinjing yg tidak terlalu mahal itu, dengan rambut dikucir buntut kuda, memperlihatkan leher jenjang dan gundukan didadanya yang menantang, tak lupa sepatu cats berwana putih yang tidak terlalu berhak tinggi itu, menyempurnakan penampilan Evelin dipagi hari ini, saat mendongakan kepala, Evelin melihat jam yang menempel didinding kost nya sudah menunjukkan pukul 07:30


saat sedang berbalas pesan dengan Hendra, Evelin dibuat kaget oleh Mak Nilam,


tokk,,tokk,, suara pintu d ketok dari luar


""Assalamualaikum Linn, gimana persiapanmu hari ini nakk??


""wa,Alaikum salam makk,, semua lancar, tinggal menunggu keputusan dari tuan Adnan, (jawabku dengan santai,


"iya mak, Evelin titip baby Bintang dulu ya Mak,"ucapku dengan mengambil punggung tangan Mak Nilam dan menyalaminya,


setelah mengendarai motor yang cukup macet, Evelin telah sampai didepan gedung WIJAYA GRUP,


setelah memarkirkan motor maticnya, Evelin segera memasuki gedung tersebut, dan langsung menuju resepsionis,


"selamat pagi mbak, saya ada janji dengan Tuan Adnan


"owh sebentar saya konfirmasi dulu ya mbaa, (kata sekretaris itu ramah)


"silahkan mbaa, sudah ditunggu Tuan Adnan dilantai 99, nanti disitu ada ruangan CEO nya,


"terimakasih mbaa, (ucapku dengan senyum


tanpa menunggu lama, Evelin segera melangkahkan kakinya menuju lift untuk karyawan, tak butuh waktu lama,Evelin sudah sampai di lantai paling atas gedung tersebut, sambil mencari cari Ruangan CEO, Evelin sedikit kagum dengan gedung yang memiliki lantai 99 itu, manik coklat Evelin segera menangkap satu ruangan yang bertuliskan ruangan CEO, tanpa berlama lama Evelin segera mengetuk pintu tersebut,


tokk,,tokk,, ketuk Evelin

__ADS_1


"masuk"sahut tuan Adnan dari dalam ruangan,


dengan sedikit gugup dan gemetar Evelin menyapa laki laki yang tengah berdiri didepan jendela gedung itu,


"ssselamat pagi Tuan Adnan" sapa Evelin dengan gugup


"selamat pagi nona Evelin, silahkan duduk, saya memanggil anda kemari, untuk menanyakan kepada anda tentang surat kontrak dan perjanjian yang akan anda tanda tangani, baik tanpa berlama lama ini ada berkas dan surat perjanjian anda dengan cafe saya, mohon untuk dibaca terlebih dahulu sebelum anda menandatangani berkas tersebut, (ucap Adnan dengan tegas


"baik tuan Adnan, beri saya waktu 10menit untuk membaca berkas berkas tersebut,


dengan hati hati dan teliti, Evelin membaca lembar demi lembar berkas tersebut, tanpa Evelin sadari, sedari tadi Adnan telah memperhatikan wajah cantik Evelin, dengan susah payah Adnan menelan salivanya sendiri, ""kenapa wanita ini begitu cantik, menarik, walau sedikit pesekk, (batin Adnan tersenyum lucu)


""tuan saya sudah membaca semua berkas dan surat perjanjian tersebut, kata Evelin,


"Emm,,iyaa, bagaimana nona?? dengan sedikit gugup Adnan segera menetralkan wajah terkejutnya,


"dimana saya harus menandatangani berkas ini tuan??


""disebelah kiri paling bawah,"" ucap Adnan dengan wajah coolnya,


tanpa berlama lama Evelin segera membubuhkan tanda tanganya di pojok kiri paling bawah,


" oke nona selamat datang dan bergabung di perusahaan WIJAYA GRUP, semoga nona tidak mengecewakan saya,


""terimakasih Tuan Adnan, saya merasa tersanjung sekali, dan saya akan berusaha memajukan dan mengembangkan Cafe Anda, kalau begitu saya permisi tuan,( ucap Evelin dengan sedikit menundukkan kepalanya,


"tunggu" sela Adnan


"iya tuan"kaget Evelin


"tidak apa apa, silahkan


""baik tuan" aneh, dia yang manggil, kok gak jadi(batin Evelin)


BERSAMBUNG,,,


maaf yaa bila ceritanya terkesan memaksa,, karna saya disini masih pemula, dan ini karya pertama saya, mohon dukungan, like vote dan comenya,,


jempolmu menentukan karyaku,,

__ADS_1


__ADS_2