AKU BUKAN PENDOSA

AKU BUKAN PENDOSA
ABP BAG 14 PERMINTAAN SASTRA


__ADS_3

mentari pagi telah menyingsing, walau sinarnya nampak masih malu-malu, tapi lumayan menghangatkan pori pori tubuh lautan manusia yang ada dibawahnya,


kring,,,kringg,


terdengar suara deringan ponsel Evelin, dengan gerakan meraba, Evelin mengambil benda pipihnya, yang berada diatas meja dipinggir bed nya, akan tetapi ketika hendak akan menggeser tombol warna hijau, deringan ponselnya tiba tiba berhenti,


"siapa ya?? kok nomer baru?? (batin Evelin)


tak butuh waktu yang lama, ponsel Evelin kembali berdering, kali ini Evelin segera menggeser tombol warna hijau yang ada di dilayar ponselnya,


**hallo, siapa yaa?? (tanya Evelin)


**hallo Linn, ini ibuk,(ucap Bu Sasa, ibu sambung Evelin)


**iya ada Bukk?? (tanya Evelin pada ibu sambungnya tersebut, walau tidak terlalu akrab, Evelin selalu menghormati orang yang lebih tua, karna Almarhum mama Evelin selalu mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua, dan berbuat baik pada sesama,


**papamu sedang sakit, papamu memintamu untuk segera pulang(ketus Sasa)


**ada apa Bukk? tumben papa minta Evelin pulang?? (bingung Evelin)


**gak tauk, lagian juga bukan urusanku, (ketus Bu Sasa)


tutt,,,tutt,, Bu Sasa pun mematikan sambungan telfonnya secara sepihak,


Evelin pun dibuat bingung dan dilema, disatu sisi Evelin malas untuk pulang, disatu sisi Evelin juga mengkhawatirkan kondisi papanya,


""ckkk,, gimana yaa?? pulang gak yaa?? (batin Evelin)


tanpa berpikir panjang, Evelin segera menghubungi Mak Nilam , setelah Mak Nilam datang, Evelin segera bergegas mengendarai motornya, menuju rumah kediaman papanya, setelah 10menit mengendarai motornya, sampailah Evelin dikediaman papanya, rumah yang megah dengan tiang tiang kokohnya, dan memiliki 3lantai tersebut tak berubah, semenjak Evelin meninggalkan rumah 10tahun silam, walau sering melewati jalan didepan rumahnya, namun Evelin segan untuk berhenti, Evelin hanya memandang dari luar, setiap melihat rumah tersebut, Evelin akan selalu teringat akan sosok almarhum mamanya, rumah yang penuh kebahagiaan, tawa,canda dan kenangan manis perlahan mulai berubah,semenjak mamanya evelin sering sakit-sakitan, ya mama Eliana, atau yang akrab disapa mama Liana, mama Liana menderita sakit komplikasi, yang menyebabkan kerusakan kerusakan organ dalamnya, sampai tubuh mama Liana yang tadinya berisi, perlahan lahan telah habis terkikis , karna digerogoti penyakitnya, bahkan sampai ajal menjemput pun, mama Liana masih berjuang melawan penyakitnya, itulah yang membuat Evelin tidak mampu kembali, dan mengingat semua kenangan bersama mamanya,

__ADS_1


saat masih melamun,dengan posisi berdiri didepan pintu, seorang pelayan yang sudah berumur itu mengejutkan Evelin,


""selamat siang non Evelin, ( tanya mbok sukem) kepala pelayan dikediaman tuan Sastra)


""siang juga mbok, mbok papa sakit apa ya???(tanya Evelin)


"kurang tau non, semenjak non Evelin meninggalkan kediaman ini, tuan besar jadi sering sakit, malah tiap hari semakin buruk kondisinya, (jujur mbok sukem)


"terimakasih mbok, ya sudah mbok, Evelin permisi dulu, mau ke kamar papa,


dengan kaki yang bergetar, Evelin menapaki satu persatu anak tangga untuk menuju kamar utama, kamar yang menjadi saksi bisu kehangatan antara Evelin, kakak lelakinya, serta papa dan mamanya, namun semua itu telah hilang, yang ada hanya kenangan yang dirasakan didalam hati Evelin,


tibalah Evelin didepan kamar, dengan sedikit gemetar Evelin mengetuk pintu kamar sang papa,


tokk,,tokk,,


""pahh,, ini Evelin (sapa Evelin dengan sesenggukan)


tuan Sastra pun segera membuka mata rentanya, dan meraba pipi Evelin,


"aaapaa,,,,ini beneran kamu Linn?? (ucap tuan Sastra dengan tangan yang sedikit bergetar)


"iya paa, ini Evelin, panda kecil papa, maafin Evelin paa,,selama ini Evelin tidak bisa menjaga dan merawat papa,(sesal Evelin)


"tidak Linn, seharusnya papalah yang meminta maaf padamu, karna papa sudah jahat dan menyia nyiakanmu, dan tidak mau mendengarkan omonganmu nak, (sesal tuan Sastra)


"iya pa, Evelin juga minta maaf sama papa, karna Evelin selalu membantah dan tidak mendengarkan perkataan papa (imbuh Evelin)


"sudah nak, yang kemarin kita lupakan saja, yang penting kamu sudah Sudi menengok dan menemui papa,

__ADS_1


"apa ada hal penting yang ingin papa sampaikan??(tanya Evelin)


"ada Linn, tapi berjanjilah untuk memenuhi keinginan papa, ( mohon tuan Sastra)


"tapi apa itu pah??(sahut Evelin)


"begini Linn, papa sudah tua, papa ingin menikmati hari tua papa, papa ingin segera menimang cucu, papa takut, papa tidak bisa melihat anak2mu, maka dari itu segeralah menikah dan memberikan papa cucu( tutur tuan Sastra)


"lalu apa masih ada keinginan papa buat Evelin??


" semua harta dan aset aset papa, akan papa berikan padamu dan kakakmu, untuk setiap bagian kalian berdua menerima 50% ,50%, papa tidak mau menyesal lagi dikemudian hari, papa ingin memberikan hak hakmu, tanpa membaginya dengan ibumu dan saudara tirimu, mereka tidak pantas menerimanya, (ucap panjang lebar tuan Sastra)


"tapi kenapa pah?? Bu Sasa kan juga istri papa, dan Stefany juga anak papa, walau bukan darah daging papa


",memang benar Linn, tapi yang lebih berhak dari semua itu adalah kamu dan kakakmu, karna itu semua adalah harta peninggalan mamamu, papa tidak rela jika mereka berdua menikmatinya, (sambung tuan Sastra)


"tapi bagaimana pa, kalau mereka berdua tidak terima dan berbuat jahat pada kita?? lagian Evelin masih bisa mencari uang dengan suara Evelin, tanpa uang dari papa itu, tapi kalau itu permintaan papa, Evelin akan menyetujuinya,(ucap Evelin)


"selama ini tanpa sepengetahuan papa, ibumu telah mencuri uang papa secara diam diam, dan menyimpannya di ATM lain, papa memberikan black card kepada ibu dan sodara tirimu, tapi tidak dipergunakan untuk keperluan mereka, tapi uang didalam ATM selalu berkurang, dan bahkan sekarang sudah tidak tersisa nominal, bahkan mereka berdua masih meminta uang bulanan pada papa, entah dikemanakan uang uang tersebut, semakin hari mereka semakin menumpuk pundi-pundi uang, walau mereka tidak main dengan aset aset papa, tapi uang uang itu tersedot setiap tiga hari sekali, walau harta mamamu banyak dan tidak akan pernah habis dimakan 10keturunan sekaligus, tapi papa menyayangkan sifat mereka, papa tidak mau ada pembohong, bahkan maling yang hidup bersama papa, papa membiarkan itu semua, karena papa ingin mengetahui sejauh mana mereka akan menguras harta mamamu, semenjak saat itu, papa memutuskan untuk membagi harta peninggalan mamamu denganmu dan kakakmu, untuk saat ini kakamu lah yang mengambil alih perusahaan sementara waktu, karna papa sudah tidak mampu mengurusnya, jadi papa mohon terimalah apa yang menjadi hakmu Linn, (jelas tuan Sastra panjang lebar)


BERSAMBUNG,,


dukung karya ku ya gaesss,,


jangan lupa like, tap fav, vote dan comenya ya


jempolmu menentukan karyaku


terimakasih,,,

__ADS_1


__ADS_2