AKU BUKAN PENDOSA

AKU BUKAN PENDOSA
ABP BAG 12 HANCURNYA ADAM


__ADS_3

keesokan paginya Adam dibuat gusar dan marah, bagaimana tidak usaha yang dirintisnya dari nol, hancur begitu saja, dan berpindah tangan dalam waktu 1hari saja, usaha kayu exspor tersebut pasalnya sudah menjadi milik Adnan, yang semua saham dibeli oleh Adnan dari para investor yang menanam saham di usaha yang didirikan Adam, semua investor mundur, dan menjual saham kepada Adnan, ya memang hal yang sangat mudah bagi Adnan untuk membalikan keadaan , hanya dengan jentikan jarinya saja,


Adam pun mengacak acak seluruh berkas2 yang ada di ruangannya,


tokkk,,tokk,,


"tuan Adam, maaf saya mau mengantarkan berkas berkas ini, ucap karyawan perempuan


"apa ini??


"saya tidak tahu tuan, tadi ada yang mengantar berkas ini, sepertinya kurir barang,


"baik, terimakasih, silahkan tinggalkan ruangan ini,


""saya permisi tuan


"ya (sahut Adam


setelah karyawan Adam meninggalkan ruanganya, Adam segera membuka berkas yang dibalut amplop coklat tersebut, setelah Adam membuka berkas tersebut alangkah terkejutnya Adam, didalam berkas tersebut tertulis, bahwa Adnan telah membeli 90% saham usaha kayu exspor tersebut,


dan mulai jam makan siang Adam harus segera meninggalkan kantor tersebut, walau masih mempunyai saham 10%, tapi Adam tetap kalah besar dengan Adnan, akhirnya dengan berat hati Adam pun meninggalkan ruanganya, dan langsung bergegas menuju kost Evelin, ya Adam ingin meminta bantuan kepada Evelin, mungkin dengan cara meminta bantuan kepada Evelin ,Adnan bisa mengembalikan usaha kayu exspornya, setelah menempuh perjalanan kurang dari 10menit,Adam telah sampai di depan kost an Evelin, tanpa ragu dan malu Adam segera mengetuk pintu kost Evelin,


tokk,,tokk,,


"siapa ya?? tanya Evelin


" ini aku Linn, mas Adam


dengan sedikit malas Evelin memutar gagang pintu tersebut,


"ada apa?? ketus Evelin


"Linn, maafin sikap mas yang kemarin dicafe, yang telah melecehkanmu , mas khilaf Linn, mas gak akan mengulangi perbuatan mas kemarin (melas Adam


" tanpa kamu meminta maaf pun, sudah kumaafkan Dam,


"kok panggil nama Linn, panggil seperti biasanya aja, mohon Adam


""antara aku dan kamu sudah tidak ada kata kita, jadi aku akan memanggil sesuai namamu, ketus Evelin,


"kita bisa rujuk Linn, lagi pula ada anak kita siapa namanya Linn, bolehkah mas masuk??


"tidak, disini saja, aku tidak mau para tetangga berfikiran buruk tentang aku, dan maaf, apa aku tidak salah dengar, anak kita?? maksudmu anaku?? dia tidak punya Ayah, dia anaku, aku yang mengandung, melahirkan, dan akan membesarkanya sendiri, tanpa bantuanmu, dan maaf aku tidak ada niat untuk kembali, apalagi rujuk denganmu, kalau tidak ada kepentingan lagi, silahkan tinggalkan tempat ini, ketus Evelin


""tunggu Linn, selain meminta maaf, kedatanganku kesini untuk meminta bantuanmu, tolong sampaikan permintaan maaf ku kepada tuan Adnan, dan mengembalikan usahaku seperti sedia kala, (mohon Adam


"sudah kuduga Dam, kamu datang kesini bukan tulus dari hatimu, maaf itu bukan urusanku, selesai kan urusan mu sendiri, dan tuailah apa yang kamu tabur Damm,


jederrrrrr,,,,,,, Evelin segera menutup dan mengunci pintu, baby Bintang pun terbangun dan menangis, Evelin pun langsung mengambil botol susu, dan meminumkan pada baby Bintang,


didalam mobil Adam nampak frustasi, usaha nya menemui Evelin ternyata gagal, Adam pun segera memacu mobil menuju rumahnya, sampai dirumah Adam pun dibuat meradang oleh kelakuan Naura, bagaimana tidak, Adam yang dilanda ketakutan, kecemasan dan kebingungan, rumah yang semula bersih dan tertata rapi kini sudah menjadi kapal yang tidak berbentuk,


""Naura ,, Naura,, teriak Adam


"adaapa sichh mas, triak triak gak jelas gitu,

__ADS_1


" kamu ngapain aja dirumah raak?? kenapa bisa rumah sekacau ini??


"bukankah biasanya memang seperti ini ya mas, kenapa mas jadi marah marah, aku sibuk mengurus diriku, lagian kenapa sich mas gak manggil ART aja,


""kamu itu wanita gak guna, bisanya marah marah, ngabisin duit, dan membantah, (sentak Adam


""tugas istri setelah melayani suami, ya ngabisin duit mas, apalagi?? jawab Naura


""mas lagi susah raa,, usaha yang mas rintis sudah hancur dan berpindah tangan, mas bingung, dan kamu harusnya bisa membantu menyelesaikan masalah ini, bukan malah foya foya tidak jelas,


"apa mass?? kamu bangkrut??? mending kita tidak usah menikah, dan aku akan pergi dari rumah ini, (kesal Naura


setelah cekcok mulut itu, Naura segera mengemasi baju dan barang barang brenditnya, dan meninggalkan rumah Adam


****


sore hari di kantor Adnan, Adnan nampak tersenyum puas, setelah bisa menggeser posisi Adam di usaha kayu exspor milik Adam


""siapa suruh kecoak got model kamu melawan raja predator sepertiku, rasakan dan tanggunglah akibatnya, batin Adnan, saat sedang asyik melamun, pintu ruangan Adnan terbuka,


""sayang, kamu sudah mau pulang ya?? tanya Marinka


"ada apa kamu kesini, ??? tanya Adnan


"aku sudah lama diluar negeri sayang, hari ini aku pengen kamu nemenin aku jalan2, (rengek Marinka


"hari ini aku sibuk, aku masih ada pekerjaan dicafe


" oke aku ikut kamu kecafe,


Adnan pun segera beranjak meninggalkan ruanganya, dan memasuki mobilnya menuju cafe , Marinka pun mengekor dari belakang, setelah 5menit Adnan dan Marinka pun sampai dicafe Wijaya, Adnan memilih kursi paling belakang, dan Marinka pun juga duduk mengikuti Adnan,


""ternyata cafenya besar juga, batin Marinka


"sayang aku haus, (rengek Marinka)


"pesan minum sendiri (ketus Adnan


"dasar gak ada romantis romantisnya (sungut Marinka


setelah memesan minum Marinka memainkan benda pipih mahalnya, karna Marinka merasa Adnan mengacuhkan dan memilih diam tanpa membuka suara, saat sedang asyik menScroll benda pipihnya , Marinka dibuat bingung ketika melihat Adnan senyum senyum sendiri, Marinka pun mengikuti arah pandangan mata Adnan, Marinka dibuat jengkel oleh penyanyi diatas, bagaimana tidak dengan leluasa dan elegant Evelin membawakan lagu dengan trampil dan apik,


"siapa wanita itu?? kenapa Adnan selalu menatap dengan tatapan berbeda?? senyum2 lagi, batin Marinka kesal


dengan berani Marinka menanyakan rasa penasarannya,


""sayang, siapa wanita itu??


"ohh,, dia Evelin penyanyi dicafe ini, (Jawab Adnan dengan senyum manisnya,)


"owhhh,, aku kira siapa?? hanya penyanyi,


ucap Marinka dengan penuh penekanan dikata hanya penyanyi


"biar begitu, dia sangat cantik, pekerja keras,( puji Adnan)

__ADS_1


""sayang, aku tidak suka ya kamu memuji wanita lain didepanku, (kesal Marinka)


Adnan pun diam, tanpa merespon ocehan Marinka,


menjelang senja pengunjung cafe pun berdatangan, dan nampak pengunjung cafe sudah ramai, dan mereka semua menikmati suguhan lagu2 yang dibawakan Evelin, diantara banyak pengunjung yang hadir , nampak seorang laki-laki, ya Vicky sengaja datang untuk mendiskusikan konsep yang akan ditetapkan pada cafe miliknya, sebetulnya itu hanya alasan Vicky untuk berdekatan dengan Evelin,


tanpa sengaja mata elang Adnan menangkap keberadaan Vicky, ya Adnan masih ingat dengan pertemuan tak disengaja dengan Vicky dan Evelin disebuah cafe, Adnan bisa melihat dengan jelas, bahwa ada cinta di mata Vicky untuk Evelin,


jam bergulir tak terasa sudah menunjukan pukul 10mlm, yang berarti bahwa sebentar lagi cafe akan clossing, setelah Evelin turun dari panggung dan berganti pakaian, Evelin segera bergegas menuju pintu keluar, tanpa sadar tangan Evelin dicekal seseorang, saat menoleh, Evelin pun dibuat kaget,


"Vicky?? kok loe gak bilang kalau mau ksini??( tanya Evelin,)


"surprise,,,,,kaget ya loe??


""apaan sich loe, bukanya besok ya gw ngisi dicafe loe??


""lah, emang kenapa?? suka suka gw donk,


""awas ya loe, ( cubit Evelin ditelinga Vicky,


""auuuuuu,,, ampun Linn, gak diulangin lagi,


""hmmmm,,


"ada apa ini?? (tanya Adnan)


"gak tuan, ini temen saya rese' orangnya, kita lagi becandaa aja tuan, (jawab Evelin)


""Linn, hari ini loe pulang sama gw ya?? ada hal penting yang pengen gw bahas sama loe,( ucap Vicky sambil melirik Adnan,)


"lahh, kan gw Bawak motor sendiri vick, (sahut Evelin)


"udah motor loe tinggal ajah, besok kan loe ngisi dicafe gw, besok berangkat gw yang jemput,


"iya dech,


"tuan, nona saya permisi pamit dulu, selamat malam


Evelin dan Vicky pun meninggalkan cafe, dengan senyum mengejek, Vicky melirik Adnan yang nampak kesal, setelah keduanya tidak terlihat, Adnan segera beranjak keluar menuju mobilnya, didalam perjalanan Marinka nampak sedang memperhatikan expresi raut wajah Adnan yang nampak menahan kesal,


""dasar wanita gampangan, mau2 nya dianter pulang, (ucap Marinka melirik Adnan,)


Adnan pun tidak memberikan respon atas ucapan Marinka, biasanya Adnan akan marah bahkan tidak suka bila ada yang menjelekan Evelin dihadapannya, bukannya membenarkan kata kata Marinka, tapi lebih ke perasaan cemburunya, makanya Adnan tidak bergeming dengan ucapan Marinka, tanpa terasa mobil yang mereka tunggangi telah memasuki gerbang rumah Marinka,


""sayang gak mampir dulu, ketemu mama sama papa???( ajak Marinka)


"next time aja, Adnan pun segera melajukan mobilnya dengan kencang, menuju kediaman nya,


BERSAMBUNG


jangan lupa selalu dukung aku ya gaaesss, biar aku semangat ngetik nya,


like, Tap fav n vote ya gaessss,,


jempolmu menentukan karyaku

__ADS_1


"terimakasih"


__ADS_2