
nama ku asya cinta purnama, aku terlahir di keluarga yang cukup kaya kalau bisa di bilang keluarga ku sangat mapan semua yang aku ingin kan bisa di wujut kan, aku juga mempunyai dua saudara kembar sayangnya aku anak ke tiga walaupun kembar yang jelas aku lebih kecil dari mereka, nama kembaran ku yang pertama laki laki namanya deenan dan kembaran ku ke dua perempuan shaen aku juga mempunyai sahabat dari kecil namanya gavin maxon xeliv rhea ingea dan Danielle mereka sahabat ku dari kecil aku juga mempunyai seorang kekasih yang sudah meninggal namanya nathan tetapi yang menjadi prasangka ku atas ke matian dia adalah gavin danielle dan gansa,
dulu aku seorang cewek yang ramah baik namun sekarang aku jadi cewek yang pendiam cuek dan dingin gak tau kemana lagi tujuan ku, semenjak kepergian nya kekasih ku itu, semenjak kejadian tiga tahun itu membuat ku sangat sakit akibatnya. mengapa tidak di saat hari ulang tahun nya dia harus pergi untuk selamanya meninggal kan aku dan semuanya,
pagi itu, aku di bangun kan oleh saudara kembar ku shaen untuk bergegas bersiap ke sekolah, aku mengangguk dan bergegas membersihkan diri setelahnya aku langsung memakai seragam SMA ku, aku duduk di bangku SMA kelas 10 tepatnya sekelas dengan para sahabat ku semua awalnya aku senang namun ada orang yang gak aku suka yaitu danielle orang yang aku benci akibat kematian kekasih ku karenanya.aku selesai bersiap siap dan bergegas turun ke bawah menemui keluarga tercinta ku.
"pagi semua" sapa ku pada mereka sembari mengambil kursi yang dan duduk di atasnya
"pagi juga sayang nya bunda" jawab bunda ku tersenyum dan mereka semua tersenyum
"udah makan cepat keburu dingin nanti" pinta saudara kembar ku deenan
"iya" jawab ku singkat
aku segera meraih piring dan mengambil makanan untuk memakannya. selang 15 menit kemudian akhirnya selesai kami semua makan dan aku berserta ke 2 saudara kembar ku berangkat ke sekolah menggunakan mobil sebenarnya aku bisa saja bawa honda KLX ku namun tidak di bolehkan oleh kembaran pertama ku menyebalkan itu lah yang sempat aku omel kan di dalam hati ku.
__ADS_1
perjalanan menuju sekolah tidak begitu jauh dan akhirnya sampai, aku bergegas turun dari mobil bukannya ke kelas namun aku malah pergi ke kantin namun langkah ku berhenti setelah melihat musuh ku di depan,
"danielle" gumam ku kecil
sudah tergambarkan jelas di mataku amarah dan kebencian padanya, dia berjalan ke arah ku menatap ku sendu dan menarik tangan ku hangat aku segera menepis tangan nya, air mata yang dia bendung kini sudah tidak bisa lagi ia tahan dan akhirnya terjatuh lah cairan kristal dari pelupuk mata indahnya itu, aku segera pergi meninggalkan kan dia dari sana namun di hentikan kembali olehnya
"asya apa salah danielle sana asya sampai asya seperti ini sama danielle," tangis nya menatap ku
"salah, lo salah besar, lo salah. salah karena udah pisahkan gue dari kekasih gue salah karena lo udah buat dia meninggal salah karena lo hadir di hidup gue salah karena lo slalu ada di saat gue tak ingin melihat lo" suara gemetar aku pun keluar pada saat menatap wajah nya kini mataku sudah membendung cairan putih yang ingin keluar
"asya keterlaluan kamu jangan seperti itu, itu kejadian hanya kecelakaan ikhlasin dia sya" sambung gavin yang tiba tiba muncul
"kenapa slalu ada pembelaan untuk dia ha, kenapa di saat seperti ini kalian semua slalu membela dia" teriak ku berhasil membuat air mata ku lolos dan aku berlari meninggalkan mereka semua
****
__ADS_1
"sudah danielle jangan sedih lagi yah, jangan nangis yah shean di sini sama danielle jangan sedih nantik shean akan bicara sama asya yah" peluk saudara kembar ku pada danielle yang kini sedang duduk di bangku kantin bersama dengan abang ku deenan gavin dan sahabat lainnya
"gansa kejar asya dulu ya" tutur gansa pada semuanya namun di halang oleh deenan
"jangan biar deenan aja," lanjut saudara cowok ku semua mengangguk
deenan pun langsung pergi menyusul ku mencari keseluruhan penjuru sekolah namun tidak mendapatkan ku di sana, deenan sangat cemas dan bingung namun beberapa saat dia teringat bahwa HP nya tersambung sama JPS HP ku, dan dia berhasil menemukan aku di mana dia pun bergegas menyusul ku
****
"ka asya kangen sama kakak kenapa di saat asya ingin membela kebenaran malah kebohongan yang ada kenapa di setiap asya pengen membela kejujuran malah penghianatan yang ada, asya kangen sama kakak asya kangen di saat kakak slalu ada untuk asya, asya masih belum ikhlas kakak pergi asya masih pengen kakak di sini"kini air mata yang ku bendung berhasil lolos dari pelupuk mataku,
"coba lah menerima kenyataan sya, jangan egois dia sudah tenang" seseorang itu datang memeluk tubuhku dengan sangat erat membiarkan kepala ku tenggelam di dalam kepalanya
"jangan sedih sya, deen gak tega lihat asya sedih kaya gini" tutur nya mengelus rambut panjang ku
__ADS_1
"dia berhasil mengungkit itu, dia berhasil membuat asya mengingatnya lagi dia berhasil membuat sakit hati ini kembali dia berhasil hadirkan segalanya" isak tangis ku membuat deenan mengeratkan pelukannya