AKU DI SINI

AKU DI SINI
BAB - 3 : ~ DIARY SEORANG ASYA


__ADS_3

Pukul 14.30 .....


Aku duduk di meja belajar ku, menatap ke arah luar jendela yang jendela ku berpapasan dengan jendelanya gavin dan gansa dua cowok yang berstatus sahabat ku, serta sabahat kembaran ku.


aku duduk memikirkan kejadian yang terjadi di sekolah tadi, perdebatan dan ke khawatiran yang barusan teralamin oleh ku dan semua sahabat ku


akibat ulah danielle aku berhasil mengingat kejadian tiga satun yang lalu. aku mengingat nya kembali, aku kembali menangis,


ku raih buku diary ku yang tidak jauh dari tempat aku duduk, ku buka setiap lembaran buku itu. terdapat banyak sekali kenangan dan poto poto ku bersama dengan kak nathan seseorang yang pernah menjadi pelengkap hidup ku dulu.


"*asya, jangan lari lari nanti jatuh" ucap deenan pada ku. aku hanya tertawa dan tidak mendengarkan nya


"sya kak nathan datang lo" sambung shean pada ku, aku pun langsung berbalik arah dan melihat ke belakang ternyata ada kak nathan di sana


aku segera lari ke arah nya, menatap manik matanya yang indah melihat dirinya yang sedang tersenyum ke arah ku. aku membalasnya dengan senyuman hangat


"kenapa bandel? jangan lari lari entar jatuh lutut asya luka lagi" larang ka nathan pada ku


diri ku yang saat itu masih berumur 13 tahun masih kelas 1 SMP sedangkan dia kelas 2 SMP beda setahun dengan ku tetapi dia lebih tua dari pada aku, sehingga aku pun memanggil nya dengan sebutan kakak

__ADS_1


"habis nya gavin ngerjain asya ka, maka nya asya kerjain balik eh rupanya gavin malah kejar asya" elak ku berhasil mendapatkan tatapan tajam dari gavin aku tertawa geli melihatnya


"asya luan yang mulai kok gavin yang asya salahkan? asya curang" balas gavin memanyunkan mulutnya


"emang gavin salah bleee" ejek ku pada gavin yang sudah mulai kesal itu tetapi aku hanya tertawa melihatnya saja


"asya jangan gak boleh gitu" larang ka nathan pada ku, aku hanya mengangguk


"sya udah yuk masuk udah di suruh ayah makan dulu" sambung shaen,aku menggeleng dan beralih menatap ka nathan


"sudah asya makan dulu kakak di sini kok temanin asya" tutur kak nathan mengelus rambut panjang ku dengan lembut


"kenapa kakak gak ikut masuk ke dalam makan bareng sama asya dan yang lain juga? deen boleh kan kak nathan ikut masuk makan bareng sama kita? " tanya ku kali ini pada laki laki yang berstatus abang bagiku


kami pun masuk dan duduk makan bersama di taman belakang rumahku*


KE jadian itu berhasil membuat ingatan ku kembali, aku menerka air mata yang sudah membasahi pipiku. tanpa aku sadari ternyata di balik jendela kamar ku ada seseorang yang memperhatikan ku sejak tadi, gansa...


#GANSA POV:

__ADS_1


aku melihatnya dari balik jendela kamar ku, menatap nya sendu, memberikan cela untuk dirinya menyendiri dan memenangkan diri. sungguh tak tega melihat dia seperti itu dirinya yang masih menginginkan sosok yang sama sosok kekasih yang dia sayangi dulu


perpisahan emang bakal terjadi pada setiap orang dan itu yang di alami oleh asya pada waktu tiga tahun yang lalu, kejadian yang menimpa kak nathan berhasil membuat asya berubah menjadi gadis yang dingin dan cuek terhadap orang


kehilangan membuat semua orang lupa akan segalanya membuat dirinya tak pantas untuk di miliki lagi, membuat dia patah hati, membuat dia lupa akan sesuatu yang akan dia buat. kehilangan yang tidak di harapkan dapat mengarah pada proses kesedihan yang lambat dan akan sulit akan di Terima.


kehilangan seseorang yang bukan milikmu salah satu hal yang paling menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu begitu takut kehilangan seseorang yang bahkan merasa bukan milikmu. dan kadang manusia harus sampai pada titik "KEHILANGAN" untuk mengerti sebuah kehadiran, kasih sayang dan kesetiaan. mungkin hanyalah sementara tapi kehilangan adalah untuk selamanya.sehingga jalan satu satunya adalah ikhlas dan merelakan kepergian seseorang yang emang berat untuk di lupakan


"dia masih mengingat kejadian itu" gumam gavin yang berada di belakang ku


"tampaknya Danielle berhasil membuat kesedihan asya muncul kembali, walaupun bukan dia penyebab semuanya namun asya masih mengira bahwa Danielle lah yang menyebabkan kematian kak nathan" balas ku, beralih pandang menatap gavin yang berdiri di samping ku


"kita harus membicarakan ini pada deenan dan shaen mereka berdua lah yang mengetahui gimana kesedihan kembaran nya itu, " ulas gavin padaku, aku mengangguk


kami berdua memutuskan untuk pergi ke rumah asya, dan kembaran nya itu. keluar dari gerbang rumah ku sudah tampak gerbang putih abu abu, rumah kediaman adipranata keluarga yang di kenal dengan keharmonisan nya sama dengan di keluarga ku, adipradana hanya berbeda nama namun kualitas sama besar


****


"apa yang ingin kalian bicarakan? " tanya deenan pada saat kami semua sudah duduk di sofa ruang keluarga yang biasa kami gunakan untuk ngumpul

__ADS_1


"gimana keadaan asya sekarang tampak nya dia masih memikirkan masa lalunya dia kembali sedih. gansa baru saja melihatnya dari jendela namun tak berani untuk menyapanya, " jelas gansa


"ayah menyuruh kami untuk tidak mengganggu nya dulu, membiarkan dirinya tenang dan memberikan cela untuk dirinya sendiri" balas shaen memberikan saran pada sahabatnya itu


__ADS_2