AKU DI SINI

AKU DI SINI
BAB - 7 : ~ JANGAN KATAKAN SEDIH


__ADS_3

#gansa and gavin pov#


saat ini kami sedang berada di sebuah rumah makan untuk membeli makanan, kami duduk di bangku tunggu, menunggu pesanan kami datang. selang 5 menit kemudian kami di datangi segerombolan cowok yang tak lain adalah kawan kami sendiri. mereka datang membuat laporan kepada kami berdua...


"maaf chiko berhasil kabur maafkan kami tidak bisa menangkapnya" jelas maxon menundukkan kepalanya karena merasa bersalah


"sial, sudah lah tidak mengapa. nanti kita akan cari bersama sama. yang jelas kalian tidak terluka. chiko orang yang berbahaya untuk dia. " balas gavin tersenyum memandang dua sahabatnya itu

__ADS_1


"benar, bahkan dia tega mau membunuh asya hanya karena asya tidak mau nge-date dengan dia. sungguh begitu kejam sekali dirinya" sambung gansa geram mengepal tangannya. rasanya dia ingin sekali memukul chiko yang sudah berbuat kesalahan


"nanti kita pikirkan sekarang kalian bantu kami untuk bawa makanan ini untuk deenan yang sedang jaga asya di rumah sakit" seru gavin lagi.


"baik lah" jawab kedua sahabat nya itu.


mereka pun langsung membawa makanan keluar dan meletakkan nya di dalam mobil. tidak lupa untuk gavin membayar semua makanan nya. jarak dari lestoran dan rumah sakit tidak begitu jauh hanya saja membutuhkan waktu 25 menit agar cepat sampai sana.

__ADS_1


pukul : 17.00 wib


hari sudah menjelang sore, mata hari pun sudah mulai terbenam. jam juga sudah menunjuk kan pukul 5 sore. kami semua berkumpul di depan ruangan rawat asya. kenapa tidak di dalam? karena tidak di perbolehkan banyak orang masuk ke dalam sana.


kami semua sudah berganti baju dan makan bersama. pada saat menjelang sore kami makan di dekat taman rumah sakit. awalnya deenan tidak mau makan tetapi karena kami paksa akhirnya dia nyerah dan terpaksa nurut apa perkataan kami.


kami tetap setia menunggu kabar kesadaran asya. walaupun itu akan membutuhkan waktu yang lama.karena aku kangen dengan asya aku memutuskan untuk masuk ke dalam ruang rawat nya. menemukan dia sedang lemas tak berdaya. aku syok cemas sedih khawatir semuanya campur aduk di pikiran ku. bagaimana tidak orang yang selama ini aku suka jadi seperti ini terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang dengan alat medis di tubuhnya.

__ADS_1


aku berjalan perlahan mendekati ranjangnya. menatapnya sendu, cairan kristal yang ada di mata ku pun kini berhasil lolos melewati pipi yang sudah tak mampu membendung nya lagi. aku tak kuasa melihat dirinya seperti ini, melihat dia yang sedang tertidur, melihat dia yang pucat seperti mayat aku benar benar tak kuat melihatnya seperti ini. aku gak kuat


andai sakitnya bisa berpindah ke aku, aku ingin merasakan penderitaan dia selama ini. menahan sakit yang bahkan aku tak tau apa penyakit nya. selama ini dia tertawa bahagia ternyata hanya untuk menutupi luka kesedihan dan penderitaan dia saja. jujur kalau melihat dia seperti ini aku tak bisa bahagia aku tak bisa tersenyum karena melihat orang yang aku suka terluka dan tak berdaya seperti itu.


__ADS_2