
"tolong ambil darah ku dokter dan selamatkan asya, aku gak mau lihat asya seperti ini tolong selamatkan dia" ucap seseorang datang ke dalam ruangan dokter tersebut
"baik saya cek dulu darah kamu. " ajak dokter itu, gadis itu pun mengangguk
gadis kecil itu melakukan pemeriksaan pengecekan darah. dan hasilnya sama darah dia dan darah ku ternyata cocok. gadis itu memberikan darahnya kepada pihak rumah sakit untuk segera menangani aku.
operasi pun di mulai.....
#gansa and teman teman#
"bagaimana ini, aku tidak ingin asya kenapa kenapa? aku gak mau kalau harus kehilangan dia. aku gak mau sampai itu terjadi" ucap shaen prustasi namun berhasil dapat pelukan dari gavin
"sabar sha, doakan yang terbaik untuk asya. asya gadis kuat asya pasti bisa melalui ini semua. kamu harus tenang jangan prustasi kayak gini" jelas gavin mengelus lembut rambut shaen
"ini semua salah ku gak bisa menjaga asya dengan baik, harusnya aku tak membiarkan dia ke kantin. aku gak berguna jadi abang. beneran gak berguna" sambung deenan mengajak ngajak rambutnya sendiri. tetapi di halang oleh gansa
"sabar.doakan yang terbaik untuk asya. saat ini asya sedang melakukan operasi sebaiknya kita berdoa, berdoa supaya asya baik baik saja.kalian jangan kayak gini. asya gak bisa lihat kalian sedih. maka dari itu kalian jangan sedih" tegas gansa meyakinkan semua teman teman nya
"gimana keadaan asya shaen? " tanya seorang wanita paru baya. yang tak lain adalah bunda ku
__ADS_1
"bunda" balas shaen berlari dan langsung memeluk bundaku di susul dengan deenan. kembaran ku itu kerap memeluk bunda ku
"gimana asya shaen deenan? " tanya ayahku
"asya lagi di ruang operasi ayah. kata dokter keadaan asya melemah akibat penyakit dan kekurangan darah" jelas deenan
"bagaimana ini bisa terjadi. kalian kenapa enggak bisa jaga asya dengan baik. " marah ayahku pada deenan gevin dan gansa
"maaf om, kami gagal jaga asya dengan baik. kejadian itu sangat cepat terjadi. saat kami datang asya sudah dalam keadaan pingsan.sempat shaen kena juga namun tidak separah asya. maaf kan kami om" jelas gansa menunduk sedih
"ayah suruh bawahan ayah untuk menangkap chiko. bunda gak rela dia hidup. dia sudah hampir buat anak kita celaka. lakukan ayah" tangis bundaku. ayah pun langsung memeluknya
"iyah bunda. bunda tenang yah ayah bakal tangkap anak itu. deenan gavin gansa jagain bunda ayah mau pergi dulu. ada urusan yang harus ayah urus" serah ayah ku pada mereka bertiga
******
aku pun selesai menjalankan operasi dengan sangat baik. tetapi tubuhku masih lemah dan belum juga sadarkan diri. sekarang aku sedang berada di ruangan rawat inap ku. ruangan yang super mewah hanya karena orang tua ku orang kaya jadi kamar inap rumah sakit ku pun harus yang bagus dan fasilitas nya juga lumayan bagus.
tetapi hanya satu atau dua orang saja yang boleh masuk tidak boleh sekali semua. karena aku harus banyak istirahat dan tidak bisa di ganggu. saat ini bunda ku berada di dalam ruangan rawat ku, duduk di samping ranjang sambil memegang tangan ku dengan sendu, bunda menangis mencium tangan ku berharap aku sadar kan diri dan melihat bunda dengan senyuman yang indah
__ADS_1
"anak bunda yang cantik, bangun yuk bunda udah masakin makanan kesukaan kamu. bunda udah siapin semuanya di rumah, bunda udah beliin yang asya mau bunda udah bikin taman bunga yang asya mau. bangun yuk sayang kasih bunda senyuman indah kamu. kasih bunda ke cerian kamu kasih bunda semuanya bunda kangen. bunda mohon bangun yuk sayang"gumam bunda ku menangis memegang satu tangan ku dengan sangat erat
namun nihil aku belum juga sadar kan diri. aku masih berbaring lemah di atas ranjang ku. dengan infus oksigen yang menempel di badanku.karena jam jengukan habis bunda ku pun keluar. menemui saudara kembar ku dan teman teman ku yang lain. deenan menyuruh bunda ku untuk pulang dan istirahat di rumah bunda ku sedih dan mengiyakannya. bunda ku pulang di temani oleh
shaen rhea dan inge mereka menemani bunda ku pulang ke rumah.
sementara yang jaga aku di rumah sakit hanya gevin gansa dan deenan hanya mereka bertiga yang menjaga ku.
"kita cari makanan yuk biar terisi ada tenaga" ajak gavin pada kedua sahabat nya itu
"kalian aja aku gak selera makan" balas deenan. tanpa melihat ke arah sahabat nya itu
"ayo lah deen, kamu juga harus makan biar gak sakit. asya pasti akan marah kalau kamu tidak makan. " jelas gansa memegang punggung deenan.
"kalian saya yang pergi beli aku akan menemui asya di dalam" balas deen dan berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam ruangan ku
kedua sahabat nya saling melempar pandangan. dan mereka berdua memutuskan untuk pergi dan mencari makanan yang bisa di makan bareng di rumah sakit. sementara deenan masuk ke dalam ruangan ku dan melihatku, dia sedih syok melihat diriku yang lemah tak berdaya berbaring di atas ranjang rumah sakit. di duduk di samping ranjang ku memegang sebelah tangan ku mengelus kepala ku dengan lembut...
"sya bangun dong, kapan sadarnya kalau kamu tidur terus. sya deen kangen sama asya yang bawel yang slalu cerita. asya sakit apa sih?? kenapa gak bisa sama deen kalau asya selama ini sakit. kenapa asya sembunyikan semuanya sya bangun jangan gini. deen gak mau lihat bunda terus sedih karena asya belum sadar. sya bangun yuk deen mohon sembuh yah sadar deen mau lihat asya tersenyum dan ceria lagi. ayo dong sya"gumam deenan memeluk tangan ku dan menciumnya dengan lembut.
__ADS_1
air mata yang dia bendung pun kini mengalir begitu saja. berhasil melewati pipinya yang manis itu. deenan menangis dan menangis mengakui dan menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjagaku dengan baik.
namun sayang aku juga belum sadarkan diri. aku masih tetap tidur belum sadarkan diri masih berbaring lemah di atas ranjang ku. belum ada pergerakan sedikit pun dari ku.