AKU DI SINI

AKU DI SINI
BAB - 5 : ~ HAMPIR PERGI


__ADS_3

seperti biasa aku dan ke dua saudara kembar ku pergi ke sekolah dengan mobil deenan.kenapa harus berangkat pagi pagi apa yang akan mereka lakukan sepagi ini berangkat ke sekolah. beribu pertanyaan kini muncul di kepala ku. aku hanya mengikuti kemana mau ke dua saudara kembar ku itu.


kami sampai di depan gerbang sekolah. deenan pun langsung memarkirkan mobilnya di dekat parkiran mobil. setelah mobil di parkirkan aku pun langsung turun dari mobil begitupun dengan kedua saudara ku itu. kami berjalan melewati lorong lorong sekolah.


aku tidak masuk kelas melainkan ke kantin seperti biasa membeli sebotol susu coklat dan ku teguk minuman itu dengan tenang. namun seketika ketenangan ku di ganggu oleh seorang cowok yang katanya dia terkenal dengan jahat dan kejam tapi aku tak takut dengan itu


"nanti malam lo harus nge-date dengan gue"


"gak akan pernah gue mau nge-date sama orang kek lo" balas ku dingin


"oh lo gak mau kan lihat saudara kembar lo ini terluka" ancam seorang laki laki yang bernama chiko itu. chiko pun langsung memanggil kedua teman nya dan menampak kan shaen yang sedang di pegang dengan erat serta pisau di lehernya


aku tengangak melihat kejadian itu, jadian yang hampir sama terjadi dengan kak nathan. badan ku tekurai lemah gemetaran, bagaimana tidak saudara kandung ku ingin di sakiti oleh orang yang bahkan aku tak suka padanya


"jangan coba coba lo sakiti shaen" teriak ku penuh amarah. semua orang pun bergegas melihat keadaan di sekitar kantin


"sya jangan mau pergi sama cowok itu, dia cuman mau membuatmu lemah ingat lah kamu gak lemah di mata orang" tegas shaen yang sedang di dekap oleh teman chiko


"asya" teriak semua sahabat ku termasuk deenan

__ADS_1


"jangan nekat sya itu bahaya itu pisau" larang gavin mendekati aku, namun aku tak menghiraukan semuanya


aku melangkah perlahan demi perlahan mencoba meraih shaen, aku membuat kode pada shaen agar shaen tetap tenang dan tidak gegabah jika salah sikit saja maka nyawa yang akan hilang. untungnya shaen mengerti, shaen pun langsung memukul perut cowok itu hingga cowok itu pun berhasil meringis ke sakitan dan dekapan itu pun terbuka. shaen langsung berlari ke arah deenan dan yang lainnya


namun sayang tangan ku sekarang yang berhasil di tarik oleh chiko. chiko menarik tangan ku paksa. aku tak tau kenapa semuanya bisa seperti ini hanya karena aku tidak mau nge-date dengan nya dia sampai semarah ini.


"lepas" pekik ku meronta akibat cengkraman yang di buat oleh chiko


"asya" cemas semuanya, chiko pun berhasil menyodorkan pisau di leher ku


"jangan coba coba menyakiti adek ku" amarah deenan kini sudah memuncak melihat kejadian itu


namun mereka semua tidak bisa bertindak karena ini bukan sekedar permainan bahkan jika salah nyawa bisa hilang di buatnya. aku sudah menyusun strategi aku memukul perut chiko dengan siku ku melakukan yang sama dengan yang di lakukan oleh shaen tadi


tapi aku tidak beruntung seperti shaen malah aku mendapatkan hal buruk. chiko berhasil menusuk perut ku dengan pisau yang ia pegang tadi. aku tak tau kenapa dan apa salah ku sampai di tega membunuh ku.


asyaaaaa!!!!!!!


semua orang berteriak mendekati aku, badan ku sigap di tangkap oleh gansa, badan ku yang sudah terurai lemah tertidur di pangkuan gansa. darah yang terus mengalir membuat semua orang sangat panik. sedangkan chiko berhasil pergi kabur bersama teman teman nya. deenan dan yang lain sudah pergi mengejar mereka sedangkan aku di bawa gansa rhea dan inge ke rumah sakit

__ADS_1


*****


kami sampai di rumah sakit. gansa dan yang lainnya bergegas membawa ku masuk ke dalam rumah sakit memanggil beberapa perawat untuk segera menolong diriku. perawat pun datang sambil membawa berangka dan menyuruh mereka untuk meletakkan ku di atasnya. aku di dorong ke ruang UGD, sampainya di depan ruang UGD gansa dan yang lainnya di suruh untuk tunggu di luar mereka mengangguk dan menunggu ku di luar.


aku di tangani dokter di dalam. dokter langsung membersihkan luka di bagian perut ku. kondisi ku melemah akibat penyakit yang ku derita dan akibat kekurangan darah. dokter segera menemui saudara kembar ku dan beberapa teman ku yang berada di luar ruangan. dokter pun berbicara dengan mereka semua...


"maaf ada yang ingin saya katakan" ucap dokter itu saat berada di luar ruangan dengan muka cemas dan khawatir


"apa dok yang ingin di katakan silahkan. gimana keadaan adik saya katakan dengan jelas" sambut seenan yang sejak tadi menangis gemetar akibat melihat diriku yang sedang tidak baik baik saja.


"keadaan adik kalian sangat buruk. adanya penyakit kanker di bagian kepalanya menyebabkan dia kehilangan kesadaran dan saat ini adik kalian juga kehilangan banyak darah. dari pihak rumah sakit sudah kehabisan stok darah dan kami sangat membutuhkan darah golongan AB. darah itu sangat langkah tolong kerja samanya ini menyangkut nyawa pasien"jelas dokter itu panjang lebar,


seketika semua wajah teman teman ku serta saudara kembar ku menjadi sedih cemas dan khawatir semuanya bercampur aduk di dalam pikiran mereka. penyakit?? tanda tanya pada mereka semua. selama ini mereka tidak melihat ku, kalau aku sedang sakit bahkan mereka gak tau kalau aku punya penyakit lantas kenapa sekarang dokter malah bilang aku punya penyakit??


semua pertanyaan itu mulai bermunculan di pikiran mereka masih masing. tanpa basa basi gavin pun langsung mendonorkan darahnya untuk ku. pertama dokter mengecek golongan darah gavin ternyata berbeda kedua gansa mencoba melakukan hal yang sama dengan gavin namun tetap sama hasilnya berbeda. semua orang sudah prustasi tidak ada jalan keluar lagi


semuanya hanya bisa pasrah dan menangis. bahkan pihak orang tua ku juga sudah menyuruh bawahan mereka untuk mencari pedonor darah yang baik untuk aku. kalau di tanya soal bunda ku gimana, yah jelas bunda ku begitu sangat syok melihat aku yang terkena pisau akibat ulah anak laki laki itu.


bunda sempat pingsan di rumah karena syok. namun ayah berhasil memenangkan bundaku. beberapa bawahan ayah ku juga disuruh untuk mencari pelaku yang sudah berani melukai putri kesayangannya ini.

__ADS_1


__ADS_2