
"bunda sama ayah mau kemana? asya mau ikut sama kalian asya gak mau di tinggal sendiri" tangis ku pecah memeluk erat bunda ku
"tidak sayang. bunda sama ayah tidak bisa bawa kamu, ini akan berbahaya untuk keselamatan kamu. di Korea tempat yang tidak aman untuk kamu. kamu ngerti yah sayang. bunda sama ayah lakuin ini supaya kamu tidak kenapa kenapa. bunda janji bunda bakal secepatnya kembali" tatap bunda meyakinkan aku. aku hanya memeluk bunda ku dengan erat
"tuan nyonya apakah sudah siap, hari ini pemberangkatan pesawat akan segera di mulai" kata seseorang dari depan pintu
"siapkan semuanya. pengawal pelayan yang lain tolong di bawa. dan panggil anak anak ke sini semua" pinta ayah ku di angguki oleh mereka
"sayang sudah yah jangan sedih lagi. bunda sama ayah bakalan cepat kembali. ini pengawal kamu. tolong kamu awasin asya, kemana pun dia pergi tolong di awasin dengan baik" pinta ayah ku gegas
"baik tuan saya akan menjaga nona asya dengan baik"jawab pemuda itu
" yaudah sayang ayah sama bunda pergi dulu yah. gansa tolong di jaga asya yah"ucap ayah ku
"iyah om. asya sama gansa yah, ayah sama bunda bakal balik lagi kok" tenang gansa mendekati aku
"kalian sudah siap semua ayo berangkat" seru ayah ku pada kembaran dan teman teman ku yang lain,
__ADS_1
"sudah ayah, dadaaaa asya kami bakal balik lagi" ucap semua teman ku memeluk ku dengan erat
"hati hati" teriak ku menangis pada saat mereka sudah menjauh dari ku
ayah bunda dan semuanya pun pergi. aku gak tau kenapa mendadak sekali mereka perginya, bahkan mereka meninggalkan satu pengawal kepercayaan ayah untuk menjaga ku, ada hal apa seperti ini? kenapa semuanya mendadak? beribu pertanyaan mulai muncul di kepala ku.
aku terduduk di sofa itu. menatap kosong ke arah depan, memikirkan kenapa bunda dan ayah pergi, kristal bening pun kini mulai jatuh dari pelupuk mata ku melewati pipi ku dan berhasil membuat dagu ku basah karenanya.
aku memutuskan untuk ke kamar. namun langkah ku di hentikan oleh gansa dan pengawal yang berada si sampingku. aku menatap mereka heran
"mau kemana? " tanya gansa
"tolong awasin dia terus saya ada urusan sebentar" pinta gansa pada cowok itu
"siap" jawabnya tegas
gansa pun pergi, tak tau dia kemana.
__ADS_1
di kamar ku. aku kini sedang duduk di atas tempat tidur, membiarkan kaki ku menyentuh lantai dan pandangan ku ke arah luar jendela. ku lihat di luar sana banyak orang yang sedang bermain bercanda ria bersama teman temannya. sedangkan aku kini di tinggal sendirian di rumah dengan seorang pengawal yang sama sekali tak aku kenal siapa dia.
pukul : 13.00 wib
sekarang hari sudah sangat siang. terasa lapar di perut ku. aku memutuskan untuk bersiap siap pergi ke indomaret untuk membeli cemilan. aku pun mulai membersihkan diri di kamar mandi
selesai semuanya....
aku melangkah keluar kamar tidak lupa untuk ku membawa tas kecil untuk barang yang perlu di bawa saya. saat ingin melangkah ke tangga. langkah ku di hentikan oleh seseorang. yang tak lain adalah pengawal pribadi ayah ku
"kamu mau kemana? " tanyanya tegas
"keluar" jawab ku singkat
"biar saya antar. kamu tidak boleh kemana pun tanpa kawalan dari saya" tegas nya membuatku malas karena sikapnya yang terlalu posesif
"saya bisa sendiri. " balas ku menatapnya tanpa ekspresi
__ADS_1
"tidak, kamu tidak boleh keluar tanpa pengawasan dari saya. atau saya akan lapor pada ayah kamu" tegas nya
"is yaudah" gerutu ku kesal berjalan menuruni tangga dengan hati yang mengutuk ngutuk nya. pengawal itu hanya tersenyum miris