AKU DI SINI

AKU DI SINI
BAB 11 - JEBAKAN


__ADS_3

Aku pun pergi ke indomaret bersama dengan pengawal yang nyebelin itu. entah bagaimana ayah bisa membiarkan aku di kawal oleh pengawal yang super nyebelin itu. omel ku dalam hati tak berhenti hentinya


aku duduk di bangku tengah dalam mobil. sedangkan dia duduk di bagian stir mobil. aku tetap melirik ke luar jendela. tak sedikitpun aku menoleh ke arahnya.dan akhirnya kami sampai di indomaret, pengawal itupun langsung turun dan bergegas membuka kan pintu untuk ku, aku hanya menatapnya dengan malas dan berjalan ke dalam supermarket,


aku mengambil keranjang belanja dan mulai memilih milih barang dan makanan apa yang akan aku beli, sedang kan pengawal ku sibuk mengikuti ku dari belakang. aku hanya menatapnya dengan malas, hingga seketika ada seorang lelaki yang menyenggol ku, sontak aku pun kaget dan terjatuh dengan sigap pengawal ku membantu aku untuk berdiri...


"sorry gue gak sengaja"


"i iya gak papa" jawab ku, dan langsung berdiri. laki laki itupun pergi meninggalkan kami begitu saja


"is awas ngapain juga di tolongin" gerutu ku kesal pada pengawal yang ada di belakang ku


"masih untung di tolongin" jawabnya sinis


aku sangat kesal dengannya. dan aku pun memutuskan untuk segera membayar belanjaan ku. setelah itu aku pun bergegas jalan ke arah mobil dan masuk ke dalam nya, pengawal itu pun langsung mengejar ku dan masuk ke dalam mobil juga, mobil pun di jalan kan


aku sibuk memainkan HP di dalam mobil, tidak ada satu kata pun yang aku ucapkan padanya. aku hanya sibuk dengan diriku sendiri sedangkan dia juga sama sibuk dengan stir dan jalan yang dia lihat saja. aku juga tidak ingin mengganggu nya


SKIP- LAKI-LAKI TADI


"𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚎𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚋𝚒𝚌𝚊𝚛𝚊𝚒𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚘𝚜, 𝚕𝚞𝚖𝚊𝚢𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚞 𝚐𝚊𝚍𝚒𝚜 𝚔𝚎𝚌𝚒𝚕"ucap ku dalam hati sembari melihat ke arah mereka yang sudah lumayan jauh pergi dari tempat mobil yang aku parkir kan

__ADS_1


aku pun bergegas pergi ke rumah bos untuk memberi tahu kan kejadian itu, dan kami juga akan segera menangkapnya. aku sampai di depan rumah mewah, bergegas aku turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah mewah tersebut. aku gelvin seorang cowok handal sekaligus tangan kanan dari musuh besar keluarga pranata.


"permisi bos" kataku hormat


"iya informasi apa yang sudah kau dapatkan? " tanya seorang paru baya duduk membelakangi ku


"sudah bos, gadis kecil anak dari pranata sedang berada di sini dan sepertinya dia di jaga ketat oleh penjaga yang handal sekaligus tangan kanan pranata" jelas ku


"kerja bagus, ternyata pranata mudah juga di tipu, sekarang dia sudah masuk dalam jebakan ku. bodoh sekali kau pranata bisa bisanya kamu pergi ke Korea sedangkan anak gadis kecil mu kau tinggalkan sendirian di sini hahaha" gumamnya tertawa puas mendengar jawaban ku


"lakukan sekarang yang ku pinta, tanggal gadis itu" pinta nya aku mengangguk dan izin pergi


aku segera melaksanakan tugas dari tuan ku. tidak lupa untuk ku membawa beberapa bodigat untuk menjaga ku nantinya. aku segera berjalan mencari gadis yang aku tak sengaja senggol di indomaret tadi.


saat ini aku sedang duduk di depan rumah tepatnya di teras depan rumah ku sambil memakan cemilan yang baru saja aku beli. pengawal yang menyebalkan itu slalu saja menggangguku bahkan bisa bisanya dia duduk di depan ku yah walaupun jarak kami lumayan jauh. tetapi tetap saja itu mengganggu ku


tak lama kemudian, sebuah mobil hitam dongker masuk ke dalam halaman rumahku, mobil yang sangat ku kenal yah dia adalah gansa, mobil gansa yang sangat mewah itu. aku tersenyum pada saat melihat dirinya keluar dari mobil dan berjalan menuju ku dan pengawal yang menyebalkan itu, aku memandangnya dengan malas,,,


"gansa" sapa ku tersenyum


"asya, gimana kamu gak papa kan? apakah ada yang menyakiti kamu? " tanya gansa panik sembari duduk di sampingku dan menatapku lekat

__ADS_1


"asya gak papa gansa. kan ada pengawal ayah yang nyebelin ini yang jaga asya" balasku dengan nada mengejek


"syukur deh kalau gak papa. gansa seneng dengarnya. maaf yah asya tadi gansa tinggalin asya soalnya ada urusan yang harus gansa selesaikan jadi gak bisa temani asya" jelas gansa kecewa melihat mata ku sedih aku tersenyum


"gak papa gansa. asya gak papa kok. " jawab ku tersenyum dan mengelus lembut bahunya


"gansa ini cemilan untuk gansa, untuk pengawal itu juga kamu kasih gih asya malas dia nyebelin banget" gerutu ku kesal memandang ke arahnya dia hanya membalasnya dengan senyum mirisnya


"haha asya ni yaudah Iyah gansa yang kasihkan" jawab gansa tersenyum sambil mengacak lembut rambutku


aku tersenyum bahagia melihat gansa ada di dekat ku. walaupun ayah bunda saudara kembar ku dan para sahabat ku yang lainnya pergi. setidaknya aku sudah merasa sedikit tenang melihat gansa ada di dekat ku.


gansa menjadikan ku layaknya seperti seorang RATU, di kawal dengan baik di perlakukan dengan baik, pokoknya dia sangat baik. namun ketenangan kami tidak berlangsung dengan lama, kami mendengar keributan di depan gerbang rumah ku, aku kaget melihat kejadian itu beberapa orang besar membuat keributan di depan rumahku, sigap semua pengawal melindungi aku


semuanya berlari ke arahku dan membuat perisai perlindungan untuk ku, begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala ku. sebenarnya ada apa mengapa mereka semua menyerang ku dan mengapa para pengawal melindungi ku ada apa ini sebenarnya. beribu pertanyaan menghantui pikiran ku


"lindungi nona asya jangan sampai mereka menyentuhnya" ucap salah satu pengawal berlari ke arah ku dan membuat perlindungan yang sama


"asya, kamu tetap di sini jangan kemana mana. gansa gak ingin kamu terluka" jelas gansa memegang tangan ku dengan erat


"athar kamu lindungi asya jangan sampai mereka melukai asya aku yang akan melawan mereka ingat apapun keadaan yang terjadi pada ku jangan sampai biarkan mereka semua menyentuh asya. dan kalian pengawal telpon tuan pranata bahwa mereka semua telah di jebak dan suruh mereka semua ke sini cepat" pinta gansa tegas pada semuanya. aku langsung menarik tangan gansa dengan gemetar dan air mata yang terus menetes

__ADS_1


"jangan gansa hiks hiks hiks tetap lah di sini asya mohon" pintaku memeluk tubuhnya dengan sangat erat


"asya kamu tetap di sini sama athar yah, dia akan melindungi kamu. gansa janji gansa akan kembali dengan selamat asya jangan sedih ok. athar jaga asya" pinta gansa lagi, gansa pun langsung berlari dan membatu beberapa pengawal ku yang lain


__ADS_2