
Pertarungan sengit pun di mulai. aku begitu ketakutan melihat semuanya. bagaimana tidak sekarang halaman rumah ku sudah berbentuk lautan mati yang penuh dengan darah dan mayat mayat di sana. aku tidak tau asal dari mana mereka datang dan menyerang rumah ku. dan apa maksud gansa tadi bilang ayah ku sudah di jebak ada apa sebenarnya apakah ini musuh ayah?? semua pertanyaan itu tak bisa aku jawab.
"mari ikut aku kita harus pergi ke dalam agar kamu aman" ajak athar yang berstatus pengawal ku
"tidak, aku ingin di sini bersama gansa, aku gak mau dia kenapa kenapa kalian pergi lah dan bantu dia hiks hiks hiks" teriak ku di iringi dengan suara tangis yang keras
namun tanpa pikir panjang athar langsung menggendongku dan membawa ku masuk ke dalam. aku di bawa athar ke kamar mengunci ku di dalam kamar tersebut yang jelas ini bukan kamar ku dan aku juga tidak tau di mana aku di letak kan oleh athar si pengawal nyebelin itu.
"tetap lah di sana dan jangan kemana mana kami akan melindungi mu" tegas athar dari balik pintu kamar itu
aku meminta untuk di buka kan pintu memukul mukul pintu tersebut menangis di dalam kamar itu tetapi tetap tidak ada sahutan darinya. aku menangis terduduk di balik pintu memeluk kedua lutut ku menenggelamkan kepala ku di dalam dekapan lutut yang aku tekuk ini.aku tetap menangis di dalam kamar tersebut
#gansa pov#
__ADS_1
sementara aku sedang melawan musuh teman ayah ku, yang tak lain adalah ayahnya asya. aku melawan mereka satu persatu dengan bantuan para pengawal nya asya. dan athar pun datang membantuku seorang pengawal handal sekaligus tangan kanan dari pranata. aku senang di bantunya dan kami berhasil mengalahkan satu persatu musuh tersebut.
kami menghela nafas lega. baru rasanya ingin bernafas, kami sudah mendengar jeritan asya dari dalam rumah. kami bergegas berlari ke arah tersebutlah. berharap tidak terjadi apa apa di dalam sana.
BUKKK!!!!.....
pintu rumah terbuka akibat ku dobrak dengan kuat. menampakkan dua pengawal yang sudah tewas di dalam ruangan tersebut, kami berlari ke arah jendela melihat asya sudah di bawa pergi oleh mereka, dengan panik aku dan athar langsung turun ke bawah bergegas mengambil mobil dan mengejar mereka semua.
OBROLAN TELPON
"𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘨𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘢𝘯𝘴𝘢, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘢𝘴𝘺𝘢. 𝘰𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢"
"𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘯𝘴𝘢 𝘰𝘮 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵 𝘫𝘦𝘯𝘥𝘦𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘴𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘵. 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘯𝘴𝘢 𝘰𝘮"
__ADS_1
"𝘴𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘰𝘰𝘮 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘰𝘰𝘮 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯"
"𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘰𝘮 𝘨𝘢𝘯𝘴𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘴𝘶𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘴𝘺𝘢"
telpon terputus...
sial....
kami kehilangan jejak. mereka semua berhasil lolos namun aku tak menyerah aku tetap mencari mereka semua, aku tidak akan tinggal diam jika asya sampai kenapa kenapa. aku tidak mau asya sampai jadi korban akibat ulah dari kami dan keluarga nya. kejadian ini adalah kejadian di mana dulu kami tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang yang tak lain adalah orang kesayangan musuh kami sekarang.
kami melakukan itu juga karena dulu nya mereka ingin menyelakai asya sehingga kami reflek membunuhnya. namun mereka semua tidak Terima dan akhirnya mereka membuat permusuhan yang besar. kami sempat mengajak damai tetapi mereka semua tidak mau dan tetap mempermasalahkan ini semua. dan sampai saat ini incaran mereka adalah asya,
mengapa harus asya, karena asya adalah gadis kecil yang mirip dengan orang kesayangan mereka yang sudah tiada.aku tidak menemukan mereka semua di mana, aku sudah hampir putus asa bagaimana tidak sekarang waktu sudah sore sudah mau menjelang malam aku takut jika asya di apa apa kan oleh mereka semua. aku dan athar tetap mencari keberadaan asya, kami sudah berkali kali mengelilingi kota jakarta tetapi tetap tidak mendapatkan jejak keberadaan mereka semua.
__ADS_1