
Kubangun pagi lalu menuju kamar mandi, setelah selesai kulihat farhan masih damai dengan tidurnya.. Ah mungkin dia capek, lalu kuturun tangga terlihat disana sudah ada bunda sedang berkutat di dapur dengan mbok nah..
"Pagi bunda.. mbok nah"Sapa ku dengan senyuman terpaksa, hatiku masih memikirkan ucapan farhan semalam.. sakit rasanya
"Pagi sayang, kok sendiri suami kamu mana"tanya bunda
"Dia masih tidur bunda, mungkin lelah"jawabku ngasal
"Wahh, kalian berapa kali tempur sampai² farhan yg lelah"ucap bunda menggodaku
"Tempur apa maksud bunda, el gak ngerti deh.. Bahasa bunda aneh, kita tidur bunda bukan berangkat perang tadi malem"jawabku masih belum ngerti ucapan bunda
"Ya bunda tahu kamu tidur, masak kamu gak ngerti maksud bunda sih?"pancing bunda supaya aku ngerti
"Apa maksud bunda, ahh.. bunda ngomong apa sih, masih belum bun kami capek semalem jadi kita gak ngapa²in"jawabku dengan enteng lalu mendapat jeweran dari bunda
"Jangan bilang kamu gak kasih hak ke suamimu el, dosa loh elsa"ucap bunda sambil terus jewer telingaku
"Aduh.. aduh sakit bun, bukannya gak ngasih bunda emang kami sama² capek semalem jadi ketiduran"sambil mengusap telingaku, maaf bunda el berbohong bukan maksud el tak memberi memang kemauan dia tak mau menyentuh elsa.Ucapku dalam hati
__ADS_1
Setelah lama berkutat di dapur, bunda menyuruhku membangunkan farhan untuk sarapan dan sekaligus pamit karna hari ini dia ngjak pindah kerumah baru kita..
"Kamu sudah bangun"tanyaku ke farhan yg sudah rapi dengan pakaian santai nya, ganteng sih tapi sifatnya yg gak aku suka
"Sudah, apa kamu sudah membereskan bajumu.. Kita pindah hari ini?"tanya dia
"Sudah, kita sarapan dulu lalu pamit ke ayah sama bundaku.. cepat turun kalau sudah selesai mereka menunggu"ucapku sambil pergi meninggalkannya, rasanya enggan meninggalkan rumah yg didalamnya. orang² yg paling ku sayang, tapi apa hakku menolak dia yg berhak atas hidupku sekarang..batinku
"Pagi semua"sapa farhan lalu duduk disampingku, ya cuma sandiwara perlu digaris bawahi hanya sandiwara
"Pagi , Bagaimana tidurmu han?"tanya ayahku tiba²
"Wah kalian mau mandiri yah, bagus itu supaya lebih dekat lagi komunikasi kalian"ucap ayah menyetujui
"Yah, adekku ini sudah dewasa ternyata"ucap abang sambil mengacak acak rambutku
"Abang rambut el rusak nih"jengkel ku sambil menyikirkan tangannya, hatiku sakit bang jika abang tahu dia hanya manis dikata lain dihati. Aku enggan berpisah dari kalian, karena kalian orang yg paling mengerti el.Gumamku dalam hati
Setelah selesai sarapan, aku mengambil koperku lalu berpamitan dengan ayah, bunda dan abangku.
__ADS_1
"Ayah, bunda dan abang el pamit yah?"pamitku dengan ucapan sedih
"jangan sedih, abang akan selalu menemui mu jika senggang.. Gak ada kamu rumah sepi dek"ucap abang sambil memelukku, gak rela rasanya melepas adek tersayangku pergi tapi apa daya dia sudah punya kehidupannya sendiri.
"Ayah, bunda. kakak kami pamit yah.. Assalamualaikum"ucap farhan
Sekitar beberapa menit sampailah kita di perumahan elite kawasan mawar dan berhenti dirumah nomor 10.. Inikah rumahnya, ya mewah juga dan rapi tatanan halamannya..
"Ayo masuk, bawa sendiri barangmu"ucapnya sambil melangkah masuk sendiri tanpa menungguku
Dasar suami gak ada peka²nya terhadap istri, disuruh bawa sendiri lagi koper segedhe ini. Terbuat dari apa coba hatinya, haiishh.. gumamku dalam hati sambil menyeret masuk rumah itu..
"Ini kamarku dan sebelah itu kamarmu, dan ruangan sebelah lagi ruangan kerjaku kamu jangan pernah masuk kesana tanpa seijinku, mengerti"ucapnya dengan sikap datarnya
"Ok, iya aku ngerti, aku masuk kamar dulu mau beres² baju"pamitku sambil masuk menuju kamar yg ditunjuk dia
"Aku mau keluar sebentar, jika kamu lapar masak sendiri di kulkas bahannya"ucap farhan sambil berlalu pergi
Pernikahan macam apa ini, aku harus berpura² bahagia didepan orang lain tapi aslinya sangatlah menyedihkan jadi diriku..
__ADS_1