aku ikhlas

aku ikhlas
Ular berbisa


__ADS_3

Farhan masih enggan beranjak dari kursi taman, dia masih tidak percaya apa yg papanya ucapkan. Elsa mencari cari farhan dan bertanya ke papa agung katanya farhan ada di taman belakang, jadi elsa pergi kesana. Sesampainya disana dia melihat sepertinya ada yg farhan fikirkan sampai² melamun seperti itu. Lalu elsa menghampirinya.


"Mas kenapa melamun?"tanya elsa yg baru datang dan membuyarkan lamunan farhan


"Tidak sayang, mas hanya sedang memikirkan kerjaan saja. Kamu sudah makan?"tanya farhan


"Belum mas, mama nyuruh aku manggil kamu buat makan bareng"jawab elsa sambil duduk disebelah farhan


"ya udah ayo makan dulu kasian nanti anak kita kalau sampe kamu kelaperan"ucap farhan sambil berdiri mengajak elsa makan


Sesampainya dimeja makan, cuma keheningan yg ada tak ada percakapan pun. Semenjak cerita itu terungkap membuat farhan bungkam dia bimbang antara percaya atau tidak itu yg ada di fikiran nya sekarang. Setelah selesai mereka kembali ke ruang tamu, hanya mama melisa yg berbicara dengan elsa sedangkan agung dan farhan sama² bungkam. Dirasa sudah malam jadi mereka pamit pulang..


Elsa sempat bingung ada apa dengan suaminya, sehabis ngobrol dengan papanya dia jadi murung dan pendiam. Elsa penasaran apa yg mereka bicarakan sampai membuat farhan seperti itu..


"Mas, boleh aku bertanya?"tanya elsa


"Boleh, kamu mau tanya apa?"jawab farhan bertanya balik


"Mas kenapa setelah berbicara dengan papa tadi, kamu jadi pendiam gini"jelas elsa sambil merasa takut jika sampai farhan akan memarahinya karna ikut campur

__ADS_1


"Mas gak papa sayang, sini ayo tidur udah malem gak baik buat kandunganmu"pinta farhan sambil menepuk samping ranjang itu


"iya mas"ucap elsa menurutinya, Dan seketika mereka terlelap dalam mimpi masing²


Keesokan harinya seperti biasa elsa menyiapkan sarapan sedangkan farhan bersiap² akan kekantor, dia sedikit enggan untuk kekantor kantor karna ada desy. Jika dia memecatnya bagaimana nasibnya bohong jika farhan sudah tak cinta karna dihatinya masih ada sedikit rasa ke desy..


(aduh..babang farhan jangan goyah yah, kasian ntuh mbak elsanya. Jangan sampe nyesel loh nantinya)


Farhan yg sudah rapi bergegas turun kebawah untuk sarapan, disana terlihat elsa masih berkutat didapur tapi kelihatannya sudah hampir selesai..


"mas sarapan dulu"tawar elsa sambil menghampiriku dan memasangkan dasiku


"Iya mas"jawab elsa, Setelah sarapan elsa mengantar farhan sampai depan pintu


Dikantor, seperti biasa ifan mengekori farhan menuju ruangannya. Dan desy yg sedang duduk langsung berdiri menyambut farhan datang..


"Selamat pagi pak"ucap desy menyapa


"Pagi, kamu keruangan saya dan baca jadwal saya"titah farhan dengan tegas

__ADS_1


Didalam ruangan CEO ..


Desy masuk, dan membacakan jadwal farhan hari ini. Sambil tersenyum genit kefarhan, ifan yg melihatnya sedikit jijik .Setelah membacakan jadwal itu desy keluar tapi malah diikuti ifan..


"Napa lo ngekor gue"ucap desy sinis


" Cih, ada hal penting yg mau aku bicarain ke lu"ucap ifan tegas


"Gue peringatin lu jangan deket² farhan lagi, dia sudah beristri dan lagi hamil pula, jangan jadi pelakor"kata² farhan sukses memancing emosi desy


"Mulutmu tidak pernah sekolah, seenaknya menuduh orang"elak desy agar ifan tak curiga tentang rencananya


"Memang yah namanya saja ular berbisa, mulut dan hati berucap beda"ucap ifan sambil menatap tajam ke desy


"Jaga mulutmu fan, sekarang kamu pergi dari sini. Aku muak dengan semua hinaan dan cacianmu itu"usir desy karna emosi dengan ucapan ifan


"hahahaha, ular berbisa mulai emosi rupanya. Ok tapi ingat kamu jangan sampai membuat ulah dengan menggoda sahabatku, jika kamu masih ingin tetap nyaman hidup"ancam ifan sambil masuk lagi ke ruangan farhan


Desy yg mendengar ancaman ifan mengepalkan tangannya, sambil mengumpat dalam hati."Kita lihat saja fan, siapa yg akan dipilih sahabatmu itu aku atau istrinya. Dan kamu harus aku singkirkan terlebih dulu"

__ADS_1


__ADS_2