
Hari ini dikediaman Dirgantara sedang ramai orang karena hari ini acara pernikahanku. Ku dirias sedemikian rupa bak putri tak lupa dengan kebaya putih dan diatas kepala dihias dengan mahkota dan melati yg indah membuatku semakin cantik. Hari ini acara ijab kobul akan dilaksanakan dan nanti malam acara resepsi dengan tamu undangan 1500 undangan itu kerabat dan kolega ayah dan om agung. Setelah selesai dirias kulihat keluar jendela beberapa mobil dari keluarga farhan sudah datang, lalu disambut oleh keluargaku dan segera acara dimulai..
Disana sudah menunggu pengghulu yg akan menikahkan kami, lalu bunda menyuruh farhan duduk didepan penghulu.. Dan ku keluar dan turun melewati anak tangga menuju keruang acara, kulihat farhan nampak gagah dengan kemeja putih dan jas hitamnya..
Cantik sekali dia , dengan kebaya putih itu seperti putri.. hai, hai farhan sadar kamu ngomong apa.. ingat tujuanmu nikahin dia buat apa..batin farhan
"Wah kamu cantik sekali sayang,?"puji tante melisa
"Makasih tante"ucapku tersipu malu
"Jangan panggil tante donk, panggil mama yah"pinta tante melisa kepadaku
"Sudah.. sudah, mari pak mulai akadnya"ucap om agung
"Saya nikahkan saudara Farhan Putra Wijaya bin Agung Wijaya dengan saudari Elsa Fenisya Dirgantara binti Bayu Dirgantara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"ucap pak pengghulu
"Saya terima nikahnya saudari Elsa Fenisya Dirgantara binti Bayu Dirgantara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"suara farhan ingin membuat aku menangis karna haru
__ADS_1
"Bagaimana para saksi, sah"
"Sah..sah.. alhamdulillah"ucap mereka serentak kecuali pengantin dan lalu berdoa
Setelah acara ijab, kami berganti pakaian untuk acara resepsi.. Lalu kami keluar untuk menemui tamu yg mau mengucapkan selamat. Ku lirik farhan disampingku terlihat seperti enggan menerima pernikahan ini, ya allah tabah kan hati hamba untuk membuat suamiku tulus mencintaiku..
"Elsa, selamat ya.. dan bapak selamat ya"suara siapa lagi kalau bukan sahabatku anggun..
"Lu sendiri?"tanyaku
"Jomblo akut mah, oh hai kak elo"sapa nya ganjen pada abangku
"Iya kak, kak kita ngbrol disana yuk"ajak anggun tanpa sungkan pada abangku, gila nih anggun
. Setelah menjauh dari pengantin, anggun bertanya pada elo..
"Kak, apa mereka saling mencintai?tanya anggun penasaran
__ADS_1
"Gak tahu , semoga aja mereka lambat laun bisa saling cinta.. ya mereka kan dijodohin"jawab elo
"Kasihan juga elsa kak, tapi aku bisa bantu apa?itu sudah takdirnya"ucap anggun
Setelah acara resepsi yg melelahkan, aku dan farhan pun masuk kamar.. Ini yg buat canggung sekamar ama atasanku sendiri, aku melepas hiasan yg ada di rambut ku lalu ku pergi kekamar mandi. Setelah selesai kulihat dia masih fokus sama laptopnya, gila kerja.
"Kamu gak mandi, itu udah aku siapin airnya"tanyaku membuka pembicaraan
"ok, kamu jangan tidur dulu ada yg mau saya sampaikan"ucapnya sambil beranjak mandi
Setelah selesai, aku menunggunya duduk di sisiranjang sambil bermain ponselku..
"Kamu tanda tangani kontrak nikah ini, pernikahan ini hanya berlaku setahun.. Setelah itu kita bercerai, dan persyaratan lainnya sudah tercatat disana kamu baca sendiri.. Besok kita akan pindah kerumah yg sudah saya beli, kamu jangan berharap saya mencintai kamu karna sampai kapan pun saya mencintai kekasih saya"ucap farhan yg membuatku ingin menangis rasanya, pernikahan ini hanya ia anggap sementara. Sedih dan perih rasanya ..
"Ini berkasnya sudah saya tanda tangan, boleh saya meminta jika didepan orang tua kita harus bersikap romantis.. Supaya mereka tak curiga"ucapku sambil tertunduk menahan sedih, ingin rasanya menangis se jadi²nya tapi aku harus kuat demi ayah bunda..
"Kalau itu saya setuju, karna memang seharusnya kita bersandiwara jika didepan mereka"ucap farhan lalu tidur di sofa samping tempat tidur
__ADS_1
Kumenangis dalam diam, abang aku butuh kamu karna abang paling mengerti elsa disaat seperti ini.. Tak terasa setelah lama menangis ku tertidur..