
Pagi hari setelah cuti sehari, elsa berkutat di dapur berperang dengan alat masak membuatkan sarapan untuk farhan karna farhan sudah mau menerima dia sebagai istrinya.. Senang dan bahagia yg dirasakan elsa inilah pernikahan yg dia harapkan, meskipun tanpa cinta mereka sudah mulai belajar menerima satu sama lain..
"Aduh no biar bibi saja yg masak yah, nanti tuan marah kalau non masak"ucap bi munah mengingatkan soalnya kemarin elsa memasak tak sengaja terkena minyak panas hingga tangannya melempuh sedikit, farhan langsung marah dan melarangnya untuk ke dapur lagi..
"Gak pa² bi, ini hampir selesai kok mumpung farhan lagi tidur makanya saya buru² masak"ucap elsa sambil meneruskan masaknya
Sementara dikamar seseorang terbangun sambil meraba sampingnya, lalu membuka matanya dilihatnya kesamping sudah tidak ada dia langsung bangun menuju kamar mandi setelah selesai mandi dan berpakaian dia berjalan keluar mencari dimana istrinya..
"Kamu senang bikin aku khawatir ya istriku"ucap farhan tiba² muncul dan mengagetkan elsa yg sedang memasak
"Haa.. maaf aku cuma bikin ini kok, ini sudah selesai"ucapku sambil mematikan kompor dengan perasaan takut jika farhan marah
"Bibi ngapain aja kok kamu yg masak kan sudah aku ingetin jangan masak"ucapnya sedikit marah
"Saya sudah larang tuan"ucap bi munah dengan takut
"Jangan marahin bibi, dia gak salah aku yg maksa masak mas kamu jangan marah yah ini yg terakhir aku nglanggar. Aku janji"ucap elsa sambil tersenyum
"Baiklah, nanti kamu berangkat sama aku kekantor dan aku gak menerima penolakan elsa"ucap farhan dan fix gak boleh dibantah
__ADS_1
"Iya iya, aku berangkat bareng kamu.. Ayo sarapan dulu"ajak elsa ke farhan
Setelah sarapan mereka bersiap² mau kekantor, elsa sebenarnya sedikit takut jika kekantor bareng suaminya karna dia bosnya bisa² dia dianggap menggoda bosnya karna karyawan kantor sebagian tidak tahu jika farhan sudah menikah..
"Aku turun disini saja mas, jangan sampai kantor nanti karyawan pada gosipin kita"ucapku sambil menunjuk tempat untuk aku turun nanti
"Biarkan saja mereka gosipin kita, nanti aku pecat saja"ucapnya sambil terus melakukan mobilnya menuju parkiran ceo
Setelah dari parkiran kami berjalan beriringan sambil tangan farhan memegang tanganku, yg membuat aku malu karna para karyawan semua melihat kearahku dengan tatapan sinis..
"Mas, lepasin mereka pada ngelihatin kita"ucap elsa
"Apa mereka pacaran"
"Pasti dia godain bos, mentang² sekretaris baru"
"Pasti digoda dengan tubuhnya"gunjingan para karyawan terhadap elsa
"Mas lepasin, malu mereka pada ngomongin kita"ucap elsa sudah mulai takut
__ADS_1
Tiba² farhan berhenti dan tambah memegang pinggangku agar mendekat padanya..
"Semua mohon perhatiannya, apa kalian sudah tidak mau bekerja lagi jika sudah tidak mau bisa silakan keluar dari kantor ini jika kalian tetap bergosip seperti itu karna telinga saya tidak tuli. Saya bisa mendengar kalian bergosip apa"ucapnya dengan tegas dan lantang
"Sudah ayo, mereka sudah berhenti bergosip"ucap farhan sambil terus berjalan sambil memegang tanganku menuju ruangan kami
"ingat elsa, kamu gak boleh deket² sama Danu apalagi sampai seakrab itu"ucap farhan mengingatkan
"iya iya, posesif amat sih"ucap elsa dengan pelan biar farhan tak mendengarnya
"Aku masih belum tuli elsa, aku mendengar gerutuanmu itu"ucap farhan sambil melihat elsa dengan tajam
"iya maaf mas, aku kerja dulu kamu masuk gih ifan pasti nungguin kamu didalem"ucap elsa sedikit mengusir si posesif ini
"Ngusir nih ceritanya, tega amat sama suami sendiri"ucap farhan dengan nada sedih
"bukan gitu mas, aduh bingung aku"
"ok ok, aku bercanda kok. Selamat kerja istriku"ucap farhan sambil tersenyum indah
__ADS_1
Aduh nih orang pake senyum sih, bikin meleleh hatiku mas. Tapi kenapa disikapnya ada sikap posesif aku jadi merinding kalau dia mengeluarkan sikap posesifnya..