
Flashback
''triiingg..triinggg halo? ada apa"jawab penerima telfon ku
"Kamu dimana, aku didepan rumah kamu ini??"ucapku sambil menunggu didepan rumah kekasihku.Namanya Desi Kintani kami pacaran mulai dari jaman kuliah, sudah 5 th aku berpacaran dengannya sampai sekarang.Rencananya hari ini aku ingin mengenalkan dia pada orang tuaku.
"Tunggu disana !! aku sebentar lagi pulang"ucap desi sambil mematikan telfonku
Dia tidak dirumah?kenapa tidak bilang padaku kalau dia tidak pulang.. Aku harus menanyakannya,awas saja sampai macam²..gumamku dalam hati
Tak lama kemudian datanglah taksi, kulihat desi turun dan langsung menghampiriku sambil mencium pipiku.
"Sudah lama menunggu, atau baru nyampe??"tanya desi dengan senyum indahnya
"lumayan hampir berakar, kamu darimana?"tanyaku penasaran
"Oh.. aku lembur kemarin, pulangnya kemaleman jadi aku nebeng farah dan nginep juga dirumahnya"jawabnya menjelaskan
"Syukurlah kukira ada apa sampai kamu tidak pulang"ucapku lega karna dia sudah menjelaskannya
"Sayang.. masuk yuk?masa ngobrol diluar"kata desy sambil menggandeng tanganku masuk kedalam rumahnya.
"Duduklah dulu, kamu mau kopi apa teh?"tanya desy menawarkan
"Aku terserah kamu aja"jawabku dengan santai sambil duduk disofa ruang tamu yg sederhana itu..
Rumah desy jauh dari kata mewah, dia hidup sebatang kara semenjak SMA karna kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.Aku kagum akan kehidupannya, dia kuliah dengan hasil jerih payahnya sendiri.Dia tak pernah putus asa akan kehidupannya, itulah yg membuat aku jatuh cinta padanya.Terkadang ingin rasanya membantu memikul bebannya tapi dia selalu menolak bantuanku karena dia tak ingin dikasihani selagi dia kuat bekerja.Dia kerja di butik farah jadi perancang busana, ya gajinya lumayan bisa mencukupinya.
Kembali ke cerita..
"Ok.. kamu tunggu sebentar aku buatkan dulu"ucapnya lalu beranjak pergi ke dapur
"Ini kopinya, silakan diminum"tawarnya dengan senyuman yg slalu kurindukan
"Kamu kalau buatkan aku kopi jangan pakai gula??"ucapku ingin menggombalinya
"Lho.. kenapa, kamu tidak suka manis yah.. Kenapa tidak bilang ini sudah aku kasih gula soalnya, sini biar aku buatkan lagi"kata desy sambil mau mengambil alih kopi yg kupegang.
"Ehh.. gak sayang, bukannya gak suka tapi kalau kopinya pahit minum sambil lihatin kamu kan jadinya manis"hehehe ucapku merayunya
__ADS_1
"Halah, gombal.. Oh ya kamu katanya mau bicara penting? mau bicara apa"tanyanya penasaran
"Itu, hari ini aku mau ngjak kamu kerumahku bertemu dengan mama sama papaku.. kamu mau kan?"tanyaku pada desy berharap desy mau
"Baiklah, tapi aku takut nanti mereka menolak ku"jawab desy dengan sedih dan takut
"Tak akan, mereka akan menerima mu karna orang tuaku yg menyuruh secepatnya membawamu kesana"kataku meyakinkan dia
"Benarkah , aku seneng deh mereka mau menerima ku yg sederhana ini"ucap desy dengan senang
"Baiklah. segeralah bersiap.. Aku tunggu?"ucapku lalu kulihat dia langsung menuju kamar untuk bersiap siap.
Setelah 45 menit kemudian..
"Ayo.. aku sudah siap?"kata desy lalu aku beranjak dari sofa, tangan desy menggandeng lenganku berjalan keluar menuju mobilku
Sesampainya dirumah farhan...
Aku turun dan berjalan sambil bergandengan tangan dengan desy, melangkah masuk dan langsung disambut para pelayan disana,.
"Selamat datang tuan muda"ucap mereka sambil membungkukkan diri
"papa sama mama dimana paman"tanyaku pada kepala pelayan paman willi, dia sudah bertahun tahun bekerja disini
"Ayo.. mereka pasti menunggu kita"ajakku pada desy lalu berjalan menuju ruang keluarga yg sudah terlihat papa sedang membaca koran dan mama bermain ponsel,jangan salah mamaku bermain ponsel bukan bermain game tapi sedang mengurus bisnis berliannya..
"Mama.. papa kami datang"ucapku menyapa mereka
"Om.. tante"sapa desy sambil menyalami mereka
"Wahh.. ini kekasih mu farhan, sungguh cantik"puji mama pada desy
"Duduklah nak, jangan berdiri saja"ajak mama, lalu aku dan desy duduk bersama
"Kamu kerja dimana?"tanya papa dengan nada datarnya
"Dibutik teman om, jadi perancang busana"jawab desy dengan gugup
"Orang tua kamu kerja apa?"tanya papa lagi
__ADS_1
"Orang tua saya sudah meninggal semenjak saya SMA om"jawab desy lagi
"Jadi, kamu sebatang kara.. kamu tinggal dimana?"tanya ayah lagi, lalu kutatap papa dengan tajam.. Sepertinya papa sengaja ingin menyudutkan desy
"Saya tinggal dikontrakan sederhana om, di jln mawar gang 1"timpal desy menjawab jujur pertanyaan papa
"Hmmm.. apa yg kamu sukai dari anak saya, harta atau kekuasaan"ucapan papa sudah sangat keterlaluan
"Cukup pa, jangan menyudutkannya lagi.. Papa bertanya seolah olah desy tidak pantas untukku
"Apa papa salah bertanya? papa berbicara fakta, jika dia hanya ingin hartamu saja.. Kamu mau uang berapa pun akan saya kasih asal kamu meninggalkan anak saya"ucapan papa membuatku semakin emosi
"Maaf om, saya mencintai farhan tulus tanpa adanya materi.. Jika om menilai saya seperti itu sama saja om menginjak harga diri saya.. Kalau begitu saya permisi om tante..hiks"ucap desy menangis sambil berlari keluar.
"Papa benar² keterlaluan"ancamku pada papa. lalu kukejar desy..
Kukejar dia dan langsung kuraih lengannya, kupeluk dia yg sedang menangis akibat cacian papa yg menyakitkan baginya..
"Maafkan aku, dan maaf atas sikap papaku padamu"ucapku sambil mengusap air matanya
"tak apa.. apa yg dibilang papaku itu benar, aku tidak pantas bersanding denganmu.. sudahlah jangan mengantarku pulang aku lagi pengen sendiri"kata desy lalu pergi begitu saja
Setelah kepergian kekasihku, kuhampiri papa..
"Apa maksud papa bicara seperti itu pada desy , dia mencintaiku dengan tulus tanpa materi"ucapku dengan nada tinggi
"Apa papa salah, memang dilihat dari kehidupannya saja dia berbeda jauh dengan kita. Mau taruh dimana muka papa jika kamu menikah dengannya,ingat farhan kamu harus meninggalkannya jika tidak.. Papa tidak segan² membuat Hidupnya hancur, camkan itu"ancam papa padaku yg membuat aku semakin emosi
"Papa benar² tidak punya perasaan"ucapku pada papa lalu beranjak pergi menuju kamarku sambil terduduk dilantai meratapi kisah cintaku berujung rumit hanya karna berbeda kasta..
flashback off
Seketika hatiku sakit jika teringat itu, lamunankun buyar karna ada yg mengetuk pintu ruanganku..
"Masuk.. ada apa??ucapku to the point karna ternyata elsa yg masuk
"Begini pak, saya boleh tidak ijin pulang lebih awal.. karena ada acara keluarga"ijin elsa kepadaku
"Baiklah, aku ijinkan"ucapku mengijinkannya, entah setiap melihat mata elsa mengingatkanku pada desy..
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi pak"kata elsa sambil keluar ruangan ku..
Hufftt.. Entah sampai kapan aku akan terbayang bayang masa lalu yg begitu pahit bagiku..gumamku dalam hati