
Farhan memandang flashdisk itu dan ia enggan untuk melihat isinya, dia takut isinya akan membuat hatinya makin sakit jika itu benar apa yg dibicarakan papanya.Tiba² desy masuk dan membawa berkas..
"Pak ini berkas yg harus anda tangani"ucap desy membuyarkan lamunan Farhan
"Oh ya, taruh disitu saja. Kamu boleh keluar"perintah farhan
"Han, kita dinner yuk. Udah lama kita gak makan bareng aku jadi kangen masa² itu"pinta desy dengan manja
"Aku sibuk, gak ada waktu"singkat farhan tak memandang desy sekali pun
"Ok, aku akan kirim foto ini ke istrimu dan kedua orang tuamu sekarang juga"ancam desy sengaja karna beraninya farhan menolaknya
"Kau !!! sambil menunjuk desy geram
"Ok, aku turuti maumu"pasrah farhan lebih baik menurutinya daripada dia mengancam lagi
"Ahh farhan kamu memang masih sayang aku"ucap desy sambil mencium pipi farhan dan farhan pun pasrah karna dia takut akan ancaman desy
__ADS_1
Malam harinya, dirumah elsa memasak masakan kesukaan suaminya dan menunggunya pulang..
"Non lagi nunggu tuan yah?"tanya bi munah melihat elsa sedang duduk durung tamu dan sambil melihat jam
"iya bi, tapi kenapa jam segini belum pulang yah?"tanya elsa cemas
"Mungkin masih sibuk non, coba non telfon dulu"jawab bi munah memberi solusi
"Sudah bi, tapi gak diangkat. Tapi aku coba lagi deh kali aja diangkat"ucap elsa sambi mengotak atik ponsel
"Siapa sih yg telfonin kamu terus, ganggu aja"ucap desy sebal karna farhan fokus ponsel terua
"Bukan apa², kamu lanjutkan saja makanmu"kata farhan berawalan, ia bingung harus menjawab atau menolak panggilan elsa yg sudah berapa kali menelfon karna jika dia jawab pasti desy akan marah dan berakhir mengancamnya.
"Sini aku lihat"ucap desy sambil merampas hp farhan, dia kaget tiba² desy mengambil ponselnya
"Oh istri tercinta memanggil, makanya kamu jadi tidak fokus"kata desy dengan nada kesal
__ADS_1
"Ok ok, aku gak menjawabnya. Puas kamu kan"jawab farhan pasrah, Maafkan mas elsa aku mengecewakanmu kali ini.. batin farhan
"Nanti kamu anterin aku pulang yah, aku takut pulang sendiri"ucap desy manja
"Iya, aku antar kamu pulang nanti"jawab farhan malas sebenarnya mengiyakan permintaan desy
Dirumah farhan, elsa masih setia menunggu hingga ketiduran. Dia terbangun ketika bi munah membangunkannya..
"Non bangun, ini udah tengah malem. Pindah ke kamar aja nanti non sakit bila tidur disofa"ucap bibi, lalu aku melirik jam sudah jam 12 malam. Mas farhan benar² tidak pulang, terbesit kecewa dihatiku tapi aku tepiskan mungkin dia lagi ingin menginap dirumah temannya lalu kulihat ponsel tidak ada panggilan maupun jawaban pesan dari dia..batin elsa
"Ya udah bi, makanannya dibuang aja. Toh gak ada yg makan"ucapku sedikit kesal meskipun sebenarnya aku juga belum makan
"Tapi non kan belum makan dari tadi siang"tanya bibi kawatir
"Aku udah kenyang bi, bibi kalau mau makan aja. Aku mau kekamar istirahat dulu bi"pamit elsa sambil beranjak menuju kamar
Di apartemen desy, farhan sungguh dibuat muak dengan semua tingkah desy. Mulai dari makan malam dan tak boleh mengabari elsa sekarang dia malah pura² sakit hanya untuk aku bisa menginap di apartemen nya. Sungguh menyebalkan wanita ini, aku kepikiran elsa dia pasti sedang menungguku. Maafkan mas el
__ADS_1