Aku Ikhlas Berbagi Suami

Aku Ikhlas Berbagi Suami
Semoga Baik Baik Saja


__ADS_3

Manda menghela nafas panjang dan berat menatap punggung ILyas yang sudah menghilang dibalik pintu kamar.


"Sampai kapan kamu akan mengabaikan ku Mas?bahkan janin ini belum pernah kamu sentuh sekali pun,"gumam nya sembari mengusap lembut perutnya yang saat ini sudah membuncit sempurna.


Merasa sangat lelah.Manda pun akhirnya membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.


Menahan sesuatu yang berdenyut dikepalanya,sudah satu bulan ini dirinya merasa jika tubuhnya tengah tidak baik baik saja.


Namun tidak mau membuat semua orang khawatir hingga Manda pun membiarkan nya saja dan hanya menahan nya sendiri.


Dan tidak lama,Manda pun mulai tertidur didalam kamar yang hanya di isi oleh dirinya sendiri.


Sementara diluar masih tampak kesibukan para istri istri yang dibantu para art menyiapkan menu untuk sarapan pagi ini.


"Loh Mas habis mandi?"tanya Mayra saat melihat suaminya keluar dari kamarnya dengan ke adaan rambut masih basah.


"Iya,tadi habis bantuin Abah bersihin kebun disamping pondok,kenapa?"tanya nya balik.


"Enggak,tadi aku menyuruh Manda istirahat didalam kamar,aku tidak tahu kalau Mas didalam,"


"Loh emang kenapa Nak?mereka kan suami istri juga,tentu tidak masalah ada didalam ruangan yang sama,"tegur Ummi Aida yang membuat Mayra seketika dibuat kaget.


"Astaghfirllahaladzim,maaf Ummi.Mayra lupa."lirihnya menundukkan kepala.


"Tidak apa apa Nak,Ummi maklum kok.Tidak akan ada satu wanita pun yang rela dimadu dan diduakan,semoga selalu ikhlas ya Nak.Maafkan Ilyas yang sudah menorehkan luka dihatimu,"jawab Ummi Aida yang tentu saja tahu bagaimana isi hati Mayra saat ini.

__ADS_1


Karena Ummi Aida sendiri belum bisa menerima jika dirinya diduakan.Namun Ummi Aida cukup bangga dengan menantunya itu,meski berat dan sulit.Mayra tetap menyambut kehadiran Manda dengan baik.Bahkan merawat gadis itu layaknya adik sendiri.


"Tidak Ummi,semua sudah jalan takdirnya seperti ini.Doakan Mayra agar diberi ke ikhlasan seluas samudra ya Ummi,"jawab Mayra dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Iya sayang,doa Ummi akan selalu menyertaimu selalu Nak.Bersabarlah,Allah akan memberikan balasan yang indah kelak atas kesabaran dan ketabahanmu saat ini."


"Aamiin Ummi,Aamiin allahumma aamiin."


Sementara Ilyas sendiri hanya bisa menatap penuh dengan rasa haru dan juga sedih.Istri nya selalu berusaha terlihat kuat dan tegar meski Ilyas tahu jika Mayra tidak seperti yang terlihat saat ini.


Tidak jarang Ilyas mendapati Mayra tengah menangis dalam sujud malam nya.Namun pria itu hanya bisa diam manatap pilu kesedihan sang istri.


Sakit bagi Ilyas saat melihat air mata Mayra.Namun,Ilyas juga hanya manusia biasa yang tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi padanya.


🌸🌸🌸


"May,tolong panggilkan Manda,kita akan mulai sarapan nya sekarang,"ujar Ummi Aida mengintrupsi menantunya untuk memanggil istri kedua dari putranya.


"Baik Ummi,"


Mayra pun segera beranjak menuju ke kamar yang biasa di tempati Ilyas saat berada dipondok.Saat masuk kedalam kamar Mayra melihat seseorang tengah berbaring dikasur.


Mayra berjalan mendekat,namun saat akan membangunkan madunya itu.Mayra mengerutkan kening nya saat melihat wajah Manda yang terlihat begitu pucat dan juga basah oleh keringat.


"Astaghfirullahaladzim,Manda kamu kenapa Dek?ya Allah badan kamu panas,Mas,Ummi,Abah tolong,tolong Manda Mas,"seru Mayra yang menyadari jika tengah terjadi sesuatu pada madunya itu.

__ADS_1


Manda sendiri tidak merespon apapun dan tetap memejamkan matanya dengan yang terkulai lemas.


Mendengar teriakan panik sang istri,Ilyas pun langsung berlari menuju ke kamarnya.Ilyas membulatkan matanya saat melihat Mayra tengah menangis memegang tangan Manda yang saat ini wajahnya terlihat begitu pucat.


"Astaghfirullahaladzim,Manda kenapa Nak?kenapa wajahnya pucat sekali?"tanya Ummi Aida ikut panik.


"Tidak tahu Ummi,saat aku masuk dia sudah begini.Badan nya juga panas dan tidak merespon saat aku bangunkan,"jawab Mayra disela isak tangisnya.


"Ayo,kita bawa kerumah sakit."


Dengan sigap Ilyas langsung mengangkat tubuh istri keduanya itu untuk dibawa kemobil di ikuti oleh Mayra dan Ummi Aida dibelakang nya.


Ilyas membarikan tubuh Manda di jok bagian belakang yang ditemani oleh Mayra.Kepala Manda diletakan dipaha Mayra yang dipakai sebagai bantalan.Ilyas sendiri menempati kursi kemudi.


"Kami pergi dulu Ummi,doakan semoga tidak terjadi apa apa pada Manda,"ujar Ilyas saat berpamitan dengan Ummi Aida.


"Iya Nak,kabari kami tentang kondisinya.Insya Allah,selepas dzuhur Ummi sama Abah menyusul kesana,"


"Baik Ummi,kami pamit.Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam,"


Ilyas pun langsung melajukan mobilnya menuju kerumah sakit terdekat dengan pondok.Mayra sendiri tidak henti hentinya melantunkan doa kebaikan untuk Manda sembari terus menggengam erat tangan gadis itu.Dan berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya.


"Cepat sedikit Mas,tangan Manda mendingin."ucap Mayra yang seketika kembali dibuat panik karena tangan Manda kini sudah mulai terasa dingin.

__ADS_1


__ADS_2