Aku Ikhlas Berbagi Suami

Aku Ikhlas Berbagi Suami
Istri Kedua Abi Ilyas


__ADS_3

"Abah,Uti maaf ijinkan Ilham bertanya?"


"Iya Nak,silahkan.Apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Sejak kapan pondok mengijinkan santriwatinya lepas hijab,dan kenapa dibiarkan?kenapa tidak menegurnya?"tanya Ilham yang tentu saja semua orang yang ada disana menyadari betul kepada siapa pertanyaan itu dilayangkan oleh Ilham.


"Nanti biar Umma yang jelaskan ya Nak.Sekarang lebih baik kamu istirahat gih,nanti ba'da Isya,Umma akan bicara sesuatu pada kamu sayang."jawab Mayra yang tidak ingin membuat putranya itu shock dengan hadirnya wanita lain dalam rumah tangga orang tuanya.


Terlebih,hingga saat ini.Ilyas masih saja bersikeras menolak mengakui jika janin itu adalah anaknya.


Meski begitu,Ilyas pun tetap bertanggung jawab dengan menikahinya.Namun hanya menikah,tanpa perhatian,kasih sayang apalagi cinta.


Bahkan hingga detik ini pun,Ilyas belum pernah lagi menyambangi kamar istri keduanya itu.Meski berulang kali sang istri protes hingga merajuk,namun Ilyas tidak perduli.


Mayra pun seolah kehabisan kata kata untuk membujuk Ilyas yang tidak pernah mau bersinggungan dengan wanita itu dalam bentuk apapun.


Bagi Ilyas,hanya Mayra lah wanita satu satunya yang halal untuk Ilyas sentuh.Bahkan sejak kejadian dimana Manda dengan lancang nya menampati kursi milik Mayra.


Sejak saat itu juga,Ilyas tidak pernah lagi menggunakan meja makan itu dan lebih memilih makan dipondok bersama dengan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Ilyas tahu,jika apa yang dilakukannya akan menyakiti Manda,namun hati nuraninya masih belum bisa menerima apa yang Manda lakukan pada dirinya.


Ilyas yang menginginkan tes DNA sejak dini pun urung dilakukan saat tahu jika kondisi kehamilan Manda juga ternyata kurang baik.


Dimana kehamilan nya cukup lemah dan jika memaksakan untuk tes DNA sejak dini maka akan sangat berbahaya untuk janin itu sendiri.


Maka,Ilyas pun harus bersabar hingga anak itu lahir baru bisa dilakukan tes DNA itu.


...********...


"Sekarang,bisa Umma jelaskan,siapa wanita itu?kenapa lancang sekali dengan melepas hijabnya?"tanya Ilham selepas melakukan sholat Isya berjamaah dan dimushola itu kini hanya menyisakan ibu dan anak itu saja.


"Lalu,kenapa dia ada disini?dan siapa dia Umma?"


"Manda itu,i_ibu sambungmu Nak,di_dia istri kedua Abi Ilyas,"jawab Mayra lagi,namun kini dengan nada yang bergetar.


Deg....


Jantung ilham serasa berhenti saat tahu jika wanita yang tadi siang dia lihat dikediaman orang tuanya adalah ibu smabungnya juga.Istri dari ayahnya.

__ADS_1


Mayra pun mulai menceritakan kronologi bagaimana seorang Manda bisa masuk kedalam rumah utama keluarga Abdulrahman.


Ilham hanya bisa terdiam terpaku tanpa bersuara saat tahu jika sang ayah harus kembali menikah karena wanita itu mengaku hamil oleh Ilyas.


"Atas nama Abi,Ilham meminta maaf pada Umma.Kasih sayang Umma selama ini ternyata Abia balas dengan sebuah kesakitan,"lirih Ilham menggengam tangan Mayra yang tertutup oleh kain mukena yang masih melekat ditubuhnya.


"Jangan meminta maaf Nak,semua sudah takdirnya.Bantu doakan Umma,agar Umma kuat dan diberi keikhlasan yang seikhlas ikhlasnya,"lirih Mayra disela isak tangisnya.


Seketika itu juga,Mayra tidak dapat menahan air mata yang selama ini dia sembunyikan.Bahkan pada Ilyas sendiri,Mayra tidak berani menunjukan nya.


Namun kini,didepan sang anak.Rutuh sudah pertahanannya yang selama ini dia bangun dengan susah payah.


Mencoba untuk ikhlas namu tampaknya,Mayra harus sedikit berusaha lagi agar diberika ke ikhlasan yang benar benar ikhlas dari kata ikhlas itu sendiri.


Mencoba menerima semua nya pun ternyata begitu sulit.Tidak bisa Mayra bayangkan,seandainya pernikahan ini atas kehendak Ilyas.


Maka tidak bisa Mayra bayangkan akan sehancur apa hatinya saat ini.Beruntung,pria yang sudah 10 tahun ini menjadi suaminya itu masih ada disamping nya.


Dan Mayra berharap semoga selamanya Ilyas akan tetap disamping nya.Egois memang,namun itulah kenyataan nya.Tidak ada wanita yang mau dimadu dan diduakan.

__ADS_1


__ADS_2