
"Jangan bicara seperti itu Manda,kamu pasti bisa sembuh,"lirih Mayra.
"Tidak Mbak,aku sudah tidak bisa lagi berjuang.Aku lelah dan aku ingin pulang,Mbak aku titip anakku ya,"
"Iya,kami akan menjaga dan merawatnya dengan baik.Kami akan mencintainya seperti kami mencintai Ilyas."
"Terima kasih Mbak.Mas,tolong,bimbing aku Mas,bimbing agar aku bisa pergi dengan tenang."
Deg...
Ilyas merasa jantung nya terhenti berdetak saat Manda memintanya membimbing kepergian nya.Seketika dada nya terasa sesak saat Manda mengulurkan tangan untuk Ilyas raih.
Dengan tangan bergetar,Ilyas meraih tangan yang sudah tidak bertenaga itu.Ilyas menggenggam erat tangan mungil yang sudah mulai mendingin itu.
Tak terasa cairan bening itu kini sudah jatuh diwajah tampannya.Ilyas berjalan semakin mendekat tangan satunya lagi terulur membelai pucuk kepala gadis itu yang masih tertutup hijab instan yang dikenakan nya.
"Terima kasih,terima kasih karena kamu sudah berjuang melahirkan anak kita.Maaf karena Mas baru bisa menerima nya,"lirih Ilyas membawa tangan mungil yang lemah itu dalam kecupan nya lalu beralih mencium kening Manda dengan lembut,penuh perasaan.
Mayra sendiri hanya bisa terdiam menyaksikan suaminya yang terus menciumi tangan dan kening madunya.Meski sakit,namun Mayra tidak boleh egois.Toh Manda juga istri dari Ilyas jadi wajar jika Ilyas memperlakukan gadis itu layaknya sang istri.
"Terima kasih Mas,Mas bimbing aku sekarang ya,aku tidak punya banyak waktu lagi."
Dengan tubuh yang bergetar,Ilyas mulai mendekatkan wajahnya ke telinga istri mudanya itu.
__ADS_1
Dengan nada yang bergetar Ilyas mulai menuntun kalimat tahlil pada Manda dan di ikuti oleh Manda dengan suara yang lemah dan perlahan.
Setelah mengucapkan kalimat tahlil,perlahan mata Manda pun mulai tertutup dan Manda pun pergi untuk selamanya saat Ilyas membenamkan ciuman terakhirnya pada gadis dia nikahi beberapa bulan yang lalu itu.
Tangis Mayra pun semakin pecah saat tangan Manda yand dia genggam jatuh terkulai yang menandakan jika gadis itu telah pergi untuk selama lamanya.
Meninggalkan dunia ini dan meninggalkan putri kecilnya yang saat ini masih berada diruangan perawatan bayi.
Ilyas segera mengabarkan pada kedua orang tuanya jika Manda sudah berpulang.Dan meminta bantuan untuk menyiapkan pemakaman untuk gadis itu yang akan dimakamkan disekitar pondok.
Ummi Aida dan juga Abah Yusril pun begitu dibuat kaget saat mendengar kabar jika salah satu menantunya itu kini sudah berpulang kerahmatullah.
Dengan sigap,Abah Yusril memberikan perintah pada warga pondok untuk membantu menyiapkan pemakaman gadis itu.
Dan setelah semua prosedur nya selesai,jenazah Manda pun segera dibawa pulang dengan menggunakan ambulan dengan ditemani oleh Ilyas disana.
Sementara Mayra sendiri dijemput oleh adik iparnya yang kebetulan tengah berkunjung ke pondok dan menjenguk kedua orang tuanya.
"Aku kaget banget loh Mbak saat tahu kabar kalau Mas Ilyas poligami,nggak nyangka padahal Mas Ilyas bukan tipe orang yang bisa membagi hati dan perasaan nya,"ucap Hilman adik pertama Ilyas dan putra kedua dari Abah Yusril.
"Tambah kaget lagi saat mendengar istri keduanya meninggal,"lanjut pria yang saat ini memegang pondok milik Abah Yusril yang ada diluar kota bersama istri dan anak anaknya.
"Kejadian nya begitu cepat.Kami juga tidak sempat menghubungi kalian,Mbak minta maaf ya,"jawab Mayra yang saat ini duduk dijok bagian belakang.
__ADS_1
Berhubung mereka hanya berdua tentu saja harus menjaga batasan nya.Karena buru buru Hilman pun akhirnya pergi menjemput Kakak iparnya itu sendirian.
Meski begitu kedua nya sama sama tahu batasan.Bahkan selama keduanya berada didalam dan saling berbincang tentang mendiang Manda.
Tidak sekalipun Hilman melirik Mayra yang sejatinya bukan mahram untuknya.Hilam tetap fokus mengendarai mobil yang dia bawa dan jalanan yang dia lewati.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam dari rumah sakit ke pondok,akhirnya mobil Ambulan yang membawa jenazah Manda di ikuti oleh mobil yang dibawa Hilman tiba dipondok Abdulrahaman.
Disana semua penghuni sudah menunggu untuk menyambut kedatangan jenazah Manda untuk memberi kan doa dan penghormatan terakhir untuk mendiang istri kedua dari calon penerus pondok itu.
Dengan dibantu para santiwati dan warga sekitar,jenazah Manda pun mulai dipindahkan kerumah lalu dimandikan dan disholatkan dimasjid yang ada didalam pondok.
Mayra sendiri hanya bisa duduk dikursi roda karena kondisinya memang belum pulih sepenuhnya.
Bahkan saat ini Mayra belum di ijinkan untuk pulang namun Mayra memaksa demi bisa mengikuti proses pemakaman dari madunya itu.
Acara pemakaman pun berjalan dengan lancar dan penuh rasa haru.Dimana gadis muda itu pergi dengan meninggalkan seorang bayi mungil nan cantik yang saat ini masih dalam perawatan dokter karena lahir prematur.
Tidak sedikit juga warga yang bergunjing prihal poligami calon penerus pondok itu.Padahal Ilyas terkenal begitu dingin dengan lawan jenis dan hanya terlihat hangat dan manis saat bersama Ummi Aida dan juga Mayra istrinya.
Namun warga dibuat terkejut dengan pernikahan kedua putra sulung dari pemilik pondok itu.Belum lagi gadis yang dinikahi jauh dari kata sholehah.
Bahkan pertama kali datang kerumah utama pun Manda masih menggunakan pakaian yang terbuka dan minim.
__ADS_1
Sungguh hal yang tidak biasa dilakukan oleh warga yang asa dilingkungan pondok.