
Ilyas berlari menelusuri lorong rumah sakit untuk mencari keberadaan kedua istrinya.Tadi siang,saat jam makan siang tiba.
Ilyas tiba tiba mendapatkan sebuah panggilan dari ponsel milik istrinya Mayra.Namun saat sambungan telpon itu tersambung bukan Mayra yang berbicara melainkan seseorang yang mengaku jika dirinya seorang polisi yang ingin mengabarkan jika istrinya bernama Mayra dan seorang wanita muda dalam keadaan hamil mengalami kecelakaan.
Lebih tepatnya,mereka berdua menjadi korban tablak lari oleh sebuah mobil yang diperkirkan dikendarai oleh seorang remaja.
Setelah berlari menelusuri beberapa lorong akhirnya Ilyas pun tiba di Unstalasi Gawat Darurat dimana kedua istrinya tengah dalam penanganan dokter jaga.
Ilyas pun menunggu dengan perasaan yang kacau,saat menunggu pintu ruangan itu terbuka,ILyas menyempatkan diri untuk menghubungi kedua orang tua nya.
Dan alangkah terkejutnya Abah Yusril dan Ummi Aida saat mendapati kabar jika kedua menantu mereka menjadi korban tablak lari.
Usai menutup panggilan dari putra sulungnya itu,Abah Yusril dan Ummi Aida sama sama pergi kerumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi Mayra dan juga Manda saat ini.
Ceklek..ddrrttt...
"Keluarga dari Ibu Manda Selvia?"seru dokter yang kebetulan menangani Manda saat itu.
"Saya Dokter,saya suaminya.Bagaimana keadaan nya?" tanya Ilyas menghampiri dokter yang memanggil keluarga dari pasien yang bernama Manda Selvia yang tidak lain adalah istri keduanya.
Dan saat dokter akan menjelaskan bagaimana keadaan Manda bertepatan juga dengan dokter yang menangani Mayra keluar dan memanggil pihak keluarga nya.
"Jadi begini_____"ucapan dokter yang menangani Manda terpotong saat Ilyas mengalihkan perhatian nya pada dokter yang menyerukan nama Mayra.
__ADS_1
"Keluarga dari pasien Mayra Adelia," seru dokter lain yang membuat Ilyas mengalihkan perhatian nya pada dokter yang baru saja menyebut nama istri pertama nya.
"Saya Dokter,saya suami nya," jawab Ilyas dengan cepat membuat kedua dokter itu saling lirik dengan raut wajah penuh tanya hingga kedua dahi mereka mengerut.
"maksud anda bagaimana ya?yang benar istri anda itu pasien bernama Mayra apa Manda?" tanya salah satu dokter dan di angguki oleh dokter lain nya.
"Keduanya istri saya Dok,tolong selamatkan keduanya.Saya mohon," jawab Ilyas yang membuat kedua dokter didepannya tampak melongo.
"Katakan,bagaimana keadaan mereka berdua?" tanya Ilyas lagi.
"Ah iya,begini.Pasien yang bernama Manda mengalami pendarahan hebat dan harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan janin yang ada dalam kandungannya," jawab dokter yang menangani Manda.
"Dan untuk pasien bernama Mayra,pasien cukup kehilangan banyak darah namun pasien sudah berhasil melalui masa kritisnya dan saat ini akan segera kami pindahkan ke ruangan rawat inap," sambung dokter yang menangani Mayra.
"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan mereka Dokter.Jika Manda harus melakukan operasi maka lakukan lah,pastikan keduanya selamat Dokter," jawab Ilyas pada kedua dokter itu.
Sedangkan dokter yang menangani Manda,langsung menyiapkan ruang operasi dan menghubungi dokter bedah yang akan membantu dalam proses pengangkatan bayi yang ada didalam perut Manda.
Setelah dokter masuk,tidak beberapa lama Ummi Aida dan juga Abah Yusril tiba disana dan langsung menghampiri Ilyas yang duduk lemas dikursi tunggu pasien.
"Yas,bagaimana keadaan mereka?apa semua baik baik saja?"tanya Ummi Aida saat sudah ada didepan Ilyas.
" Mayra akan segera dipindahkan ke ruangan rawat inap dan Manda akan segera di operasi untuk menyelamatkan bayi nya Ummi,minta doanya Ummi,Abah untuk keselamatan baik Manda dan bayinya maupun Mayra,"lirih Ilyas meminta doa pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Tentu saja Nak,kami akan mendoakan yang terbaik untuk mereka bertiga." jawab Ummi Aida mengusap lembut bahu Ilyas demi memberikan kekuatan untuk putranya itu.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Mayra pun dipindahkan keruangan rawat inap ditemani oleh Ummi Aida dan Abah Yusril.
Ilyas sendiri saat ini tengah menunggui Manda didepan ruangan operasi dimana Manda melakukan operasi pengangkatan janin nya atau operasi sesar.
Dengan pikiran yang bercabang antara kedua istrinya Ilyas menunggu dengan wajah tidak tenang.
Ilyas ingin sekali segera melihat ke adaan Mayra namun tidak mungkin juga dia meninggalkan Manda sendirian.
Ilyas pun akhirnya memutuskan untuk menunggui Manda dan harus menekan rasa rindunya pada Mayra.
"Euuggghhhh,"
Sebuah lenguhan mengalihkan perhatian Ummi Aida yang tengah membaca ayat suci al quran untuk mengisi waktu nya sembari menunggui sang menantu yang belum juga sadarkan diri.
Ummi Aida pun langsung bangkit dari sofa dan langsung menghampiri Mayra sudah mulai mengerjapkan matanya.
"Sayang,kamu sudah bangun Nak?" tanya Ummi Aida saat melihat Mayra membuka matanya.
"U_Ummi,ini dimana?" tanya Mayra mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Ini dirumah sakit sayang,bagaimana keadaanmu?apa ada yang sakit?"
__ADS_1
"Tidak Ummi,hanya kepalaku saja yang pusing dan berat.Manda,bagaimana dengan Manda Ummi dan Mas Ilyas kemana Mas Ilyas?kenapa dia tidak ada disini?" tanya Mayra karena tidak melihat keberadaan suaminya.
"Manda sedang di operasi untuk menyelamatkan bayinya dan Ilyas disana untuk menemani Manda." jelas Ummi Aida yang membuat hati Mayra kembali berdenyut nyeri kala mengingat jika kini bukan hanya dirinya yang harus Ilyas perhatikan,namun Manda juga.