
"Maksud Bunda?"tanya gadis itu masih belum mengerti penjelasan Bundanya.
"Begini sayang,di agama kita.Laki laki yang mengerti akan agama,dia sejatinya akan menjaga pandangan nya terhadap lawan jenis yang memang bukan mahram untuknya.Contohnya pemuda tadi yang tidak mau melihat ke arah kamu,karena memang kamu bukan mahramnya,"
"Mahram itu apa?"
"Mahram itu,saudara perempuan atau laki-laki yang memiliki hubungan darah dan sanak saudara dekat sehingga tidak boleh menikah di antara keduanya.Dan kenapa pemuda tadi tidak menatapmu itu karena kamu bukan saudaranya yang berarti kamu bukan mahram untuknya."
"Lalu,bagaimana agar dia bisa menatapku?"
"Ya kamu harus jadi mahram nya,"
"Caranya?kami bahkan tidak saling mengenal,bagaimana kami akan jadi saudara?"
"Menjadi mahramnya bukan hanya jadi saudara.Orang asing bisa menjadi mahram jika mereka menikah,begitu sayang.Tunggu,kamu nggak berniat menikah kan?ingat Sha,kamu baru 16 tahun loh ya,"
__ADS_1
"Ya ampun Bunda,nggak lah.Aku masih mau sekolah dan jadi wanita karir kaya Bunda yang jadi seorang dokter atau seperti Ayah yang menjadi pengusaha sukses."
Obrolan keduanya pun berlanjut hingga mobil yang membawa mereka tiba dihalaman rumah yang cukup besar dan mewah.
Sementara disebuah pondok tampak sebuah keramaian menyambut kedatangan putra sulung dari pemilik pondok yang baru yaitu Ilyas Abdulrahman.
Tidak hanya menyambut kedatangan Ilham,semua penghuni pondok juga menyambut bahagia kepulangan bayi mungil yang hampir 2 bulan dirawat dirumah sakit dan kini ikut pulang bersamaan dengan kepulangan putra sulung Ilyas.
Mayra turun dari mobil dengan membawa bayi mungil yang mereka beri nama Adiba Yumna dalam gendongan nya.
"Assalamu'alaikum,"ucap salam kompak ketiga nya ucapkan secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam,selamat datang kembali Ham dan selamat datang Yumna,Ummi senang.Akhirnya kita bisa berkumpul bersama,"ucap Ummi Aida menyambut kedua cucu nya yang kebetulan pulang secara bersamaan.
"Terima kasih Uti,Abah."jawab pemuda yang dulunya anak kecil yang bandel kini sudah menjelma menjadi pemuda yang punya oemikiran dewasa dan kalem.
__ADS_1
Ilham memiliki sikap dan sikap yang sama persis dengan Ilyas muda.Namun Ilham sudah cukup tertarik dengan ilmu agamanya sejak dini sementara Ilyas baru mulai mendalami sejak dirinya ditunjuk untuk menjadi penerus pondok Abdulrahman salah satu pondok milik Abah Yusril.
Sementara pondok Al Rahman dan Pondok Al Hidayah masing masing sudah lebih dulu di pegang oleh kedua adik Ilyas.
Hilman dan juga Maryam yang kebetulan diwakilkan pada suaminya Azam.Namun segala keputusan akan permasalahan yang ada di pondok Al Rahman,pasti akan mengikut sertakan Maryam sebagai penerus sesungguhnya.
"Bayinya cantik ya Mbak,"ucap Maryam pada Mayra yang saat itu memang kebetulan ada disana untuk menjenguk kedua orang tuanya yang sudah mulai sepuh.
"Iya,cantik sekali.Seandainya aku bisa memiliki keturunan secantik Yumna dan setampan Ilham maka hidup Mbak akan jauh lebih sempurna,"jawab Mayra sendu.
"Jangan berkecil hati Mbak,Mbak mungkin tidak bisa mempunyai keturunan secara langsung,tapi Allah menitipkan anak anak untuk menjadi anak anak Mbak.Meski Mbak tidak melahirkan mereka aku yakin kelak Ilham dan Yumna akan menyayangi Mbak layaknya ibu mereka sendiri.Meski Mbak tidak pernah melahirkan mereka tapi Mbak sudah berhasil menjadi ibu yang baik untuk Ilham dan mungkin selanjutnya untuk Yumna juga.Terima kasih karena Mbak sudah berkenan menjadi ibu untuk anak anak Mas Ilyas.Maaf atas kekhilafan yang pernah dia perbuat ya Mbak,"lirih Mayram yang begitu menyesalkan keteledoran yang di lakukan Ilyas hingga sempat menorehkan luka dihati wanita berhati mulai ini.
Wanita yang rela merawat anak anak suaminya dari wanita lain.Sungguh hal yang berat bagi setiap wanita.Apalagi anak itu hadir atas dasar pengkhianatan.
Meski hal itu tidak disengaja dan merupakan sebuah rencana jahat seseorang.Namun tetap saja,jika menghadirkan keturunan seperti saat ini.Itu sama saja dengan pengkhianatan.
__ADS_1
Dan Mayra dengan berbesar hati memaafkan bahkan mau menerima dan merawat anak Ilyas hasil dari sebuh pengkhianatan.