Aku Ikhlas Berbagi Suami

Aku Ikhlas Berbagi Suami
Wanita Hebatku


__ADS_3

"Mas,,," lirih Mayra saat merasakan pelukan hangat dari arah belakang tubuhnya.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan Ilyas.Setelah seharian beraktifitas dan bercengkrama dengan keluarga besar dari suaminya.


Mayra pun memutuskan untuk beristirahat didalam kamarnya setelah memastikan Yumna tidur dengan pulas setelah minum susu nya.


"Kamu lelah ya sayang?"tanya ILyas memeluk wanita yang begitu dia cinta itu.


Wanita yang selama ini sudah mendampinginya bahkan saat Ilyas berada dititik terendahnya wanita itu sama sekali tidak meninggalkan nya.


Bahkan saat ini wanita itu dengan suka rela dan dengan tulus sepenuh hati merawat anak Ilyas dari wanita lain.


Mungkin untuk Ilham tidak terlalu masalah,pasalnya Ilham anak dari istri perama ILyas yang sudah berpulang ke rahmatullah.


Namun berbeda dengan Yumna yang hadir atas dasar pengkhianatan pernikahan mereka.Namun wanita yang sudah dinikahinya lebih dari 10 tahun itu tetap menerima Yumna dan merawatnya dengan baik.

__ADS_1


Bahkan disaat harus bulak balik dan menetap di rumah sakit demi menemani sang bayi mungil itu,Mayra tidak pernah mengeluh sama sekali.


Dia begitu menikmati peran nya sebagai seorang ibu meski bukan dia yang mengandung dan melahirkan.


Namun Allah mengirim dua malaikat kecil untuk membuatnya tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu yang kadang kerepotan sendiri mengurusi anak anak.


"Lumayan,tapi aku bersyukur.Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu meski aku tidak pernah hamil dan melahirkan mereka,"jawab Mayra menumpukan tangan nya di atas tangan ILyas yang saling bertautan di perut ratanya.


"Maafkan Mas sayang,maaf sudah menyakiti kamu padahal kamu sudah menjadi istri yang baik dan juga ibu yang baik untuk Ilham."


Mendengar jawaban dari sang istri,Ilyas semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh mungil itu.


"Terima kasih,kamu adalah wanita terhebat yang aku miliki setelah Ummi,aku sangat mencintaimu Mayra Adelia.Cup,"sebuah kecupan pun dihadiahkan ILyas untuk wanita hebatnya itu.


Ilyas tidak menyangka jika istrinya itu akan sangat berbesar hati dengan menerima kedua anaknya meski kedua anak itu terlahir dari rahim wanita yang berbeda.

__ADS_1


Sementara di suatu tempat,lebih tepatnya disebuah kamar di rumah besar dann mewah.Tampak seorang gadis remaja tengah termenung dan tersenyum sendiri saat mengingat kembali pertemuan nya dengan pemuda yang menurutnya aneh itu.


"Semoga kelak kita dipertemukan kembali dengan situasi dan keadaan yang berbeda namun lebih berkesan lagi ya,ganteng nya aku,hehehe."gumam nya seraya mengulum senyum dibibir mungilnya.


Semuanya pun kembali berjalan seperti sedia kala.Namun kini dalam kehidupan Mayra dan ILyas ada sedikit perubahan.


Dengan adanya si kecil Yumna,rumah itu kini selalu tampak ramai dan berisik oleh tangisan dan celotehan seorang bayi.


Kesibukan Mayra dalam mengurus rumah dan keluarga nya kini bertambah satu lai yaitu mengurusi bayi kecil nan lucu itu.


Mayra kini sudah seperti ibu sesungguhnya.Bangun pagi langsung mengurusi di kecil Yumna,bergadang saat bayi kecil itu tengah demam dan menemaninya berceloteh meski masih menggunakan bahasa planet yang entah itu artinya apa.


Mayra benar benar menikmati peran nya sebagai seorang ibu.Mungkin jika dia sendiri yang bisa melahirkan kedua anaknya kini akan semakin memperlengkap kebahagiaan nya.


Namun waktu yang sudah berlalu tidak bisa diulang dan hanya bisa diperbaiki,semoga kelak tidak akan terulang kembali.

__ADS_1


Dan apa yang Mayra dapatkan dulu merupakan hukuman yang Allah berikan untuk menyadarkan nya jika apa yang dia lakukan salah besar dan semua itu dosa yang harus dipertanggung jawabkan.


__ADS_2