Aku Ikhlas Berbagi Suami

Aku Ikhlas Berbagi Suami
Ternyata Dia Anakku


__ADS_3

"Adiba Yumna Abdulrahman,bagaimana Mas?bagus tidak?"tanya Mayra yang tidak sedetik pun melepaskan tatapan nya pada bayi mungil yang terus saja menggerakan kaki dan tangan nya itu.


"Bagus,namanya cantik seperti,seperti Umma nya,"jawab Ilyas menatap penuh rasa haru pada wanita yang selama 10 tahun ini sudah menemani dirinya.


Tak kuasa menahan rasa yang bergemuruh didalam dadanya,Ilyas tiba tiba saja mendekap erat tubuh Mayra dari arah belakang.Hingga membuat wanita itu terlonjak kaget.


"Mas,,,"seru Mayra karena kaget saat tiba tiba saja Ilyas memeluk nya dengan begitu erat.


Bahkan pria itu mengabaikan tatapan penuh keterkejutan dari beberapa suster yang berjaga diruangan bayi itu.


Ilyas menjatuhkan kepalanya dibahu Mayra dan mulai terisak disana.Sesak rasanya saat melihat bagaimana Mayra memperlakukan bayi hasil dari dosa yang dia perbuat.


"Kenapa Mas?ada apa?"lirih Mayra saat merasakan tubuh Ilyas bergetar karena tangisnya.


"Maafkan aku sayang,sungguh,aku benar benar minta maaf,"lirih Ilyas semakin mengeratkan pelukkan nya dan menyusupkan wajahnya diceruk leher Mayra yang tertutup khimar yang Mayra pakai saat ini.


"Maaf?maaf untuk apa?kenapa tiba tiba minta maaf?"


"A_anak itu,anak itu anakku sayang.Dia putriku,"jawab Ilyas terbata saat rasa sesak semakin menghimpit dada nya mendapati kenyataan jika bayi yang dilahirkan Manda benarlah anaknya.


Sebelum menemui Mayra,Ilyas lebih dulu menemui dokter yang membantunya melakukan tes DNA pada bayi yang baru saja dilahirkan oleh Manda.


Dan hasilnya menyatakan,jika Ilyas benar benar ayah biologis dari bayi itu.Meski sampai detik ini Ilyas belum mengingat kejadian malam itu.


Sudah dipastikan jika Ilyas benarlah telah melakukan hubungan terlarang itu bersama wanita lain yang bukan lah mahram untuknya.


Ilyas pun harus berlapang dada menerima kenyataan jika dirinya pernah menyentuh wanita lain dan itu semakin membuat rasa bersalah pada istrinya semakin besar.

__ADS_1


Belum lagi perlakuan Mayra pada Manda dan bayi itu,rasanya semakin sesak saja dada Ilyas menyaksikan betapa lembut dan mulianya hati istri sah nya itu.


"Kenapa minta maaf lagi?aku sudah menerima semua itu Mas.Meski awalnya terasa begitu sakit,tapi aku sudah mengikhlaskannya Mas."jawab Mayra yang kini sudah ikut menitikan air matanya.


Meski semua terasa berat bahkan sampai saat ini rasanya masih terasa sakit saat Ilyas mulai berbagi waktunya.


Namun tidak ada yang bisa dilakukan oleh Mayra selain berpasrah diri dan mengikhlaskan semua nya.


Dengan begitu,Mayra bisa merasakan ketenangan hati walau hanya sedikit.Mayra tahu tuhan punya cara sendiri memberikan teguran pada setiap umatnya.


Mayra berharap,semoga setelah badai ini,benar benar akan ada pelangi yang indah hadir didalam kehidupan nya.


Memiliki masa lalu yang berlumuran dosa,membuatnya sadar.Jika mungkin tuhan belum sepenuhnya memaafkan semua kesalahan yang telah diperbuatnya.


Dan kini,Mayra mencoba ikhlas menerima setiap ujian yang diberikan oleh sang maha penciptanya.


Dan Mayra menyadari semua itu,maka,sesakit dan sekecewa apapun dia saat ini.Mayra mencoba ikhlas dan berdamai dengan keadaan sebagai tanda bahwa dia menerima setiap penghukuman yang Allah berikan untuk masa lalu nya yang kelam.


"Ini dia yang sedari tadi saya cari,"ucap dokter yang tengah menunggu kedatangan Ilyas dari ruangan bayi.


"Dokter mencari saya?ada apa ya?"tanya Ilyas.


"Begini Pak Ilyas,saya ingin memberitahukan jika pasien Manda sudah siuman."lanjut dokter yang menangani Manda selama ini.


"Benarkan Dokter?apa kami bisa menemuinya?"tanya Mayra begitu antusias saat mendengar Manda sudah siuman.


"Boleh Bu,mari jika Ibu dan Bapak ingin menemuinya,"jawab dokter mempersilahkan pasangan suami istri itu untuk menemui pasien nya.

__ADS_1


Pasangan yang tadi sempat menemui Manda pun kembali menemui gadis itu setelah mendengar jika Manda sudah bangun dari tidur panjang nya.


***


"Manda,kamu sudah bangun Dek?"tanya Mayra mendekati brangkar dimana Manda berada.


Manda hanya mengangguk lemah sembari mencoba tersenyum meski itu terlihat sulit.


"Mbak,,,"lirihnya dengan suara yang begitu lemah.


"Iya Dek,apa ada yang sakit?"tanya Mayra lagi menggenggam tangan lemah Manda.


"Tidak,bagaimana dengan bayiku Mbak?dia selamatkan?"tanya lagi dengan sekuat tenaga mengeluarkan suaranya.


"Dia selamat dan meski mengalami masa sulit karena lahir prematur tapi sekarang sudah berangsur membaik,"


"Syukurlah,aku titip dia ya Mbak,"


"Jangan bicara begitu,kamu harus kuat dan sembuh Dek,kita akan menjaga nya sama sama,"jawab Mayra yang tahu kemana arah pembicaraan dari Manda.


Karena sebelum kecelakaan itu terjadi,Manda sudah lebih dulu membicarakan hal yang sama pada Mayra.


"Mayra benar Manda,kamu harus kuat dan sembuh.Kita akan menjaga nya bersama sama.Maafkan Mas,karena sempat tidak mau mengakuinya,"sambung Ilyas membuat air mata Manda mengalir dengan deras karena kini Ilyas mengakui anak itu sebagai anaknya.


"Terima kasih Mas,terima kasih karena sudah memgakuinya.Maaf sudah memaksa masuk kedalam kehidupanmu Mas dan meruksak kebahagiaan rumah tanggamu.Aku terlalu mencintaimu hingga aku nekad berbuat apapun demi bisa mendapatkan mu,"


"Sudahlah,semua sudah berlalu.Sekarang lebih baik kamu fokus dengan kesembuhanmu saja,"

__ADS_1


"Tidak Mas,aku tidak bisa.Waktuku hanya sampai disini,aku titip dia Mas.Tolong rawat dan sayangi dia Mas,bencilah aku yang telah memaksa masuk dan meruksak rumah tangga kalian tapi aku mohon,jangan benci anak itu.Dia tidak berdosa.Maafkan atas apa yang sudah aku lakukan pada mu Mas,Mbak.Sekali lagi maaf,"


__ADS_2