
Setelah dua jam menunggu dengan oerasaan kalut.Akhirnya Ilyas dapat bernafas lega saat pintu ruangan operasi dimana istri keduanya tengah menjalani operasi untuk menyelamatkan bayi yang ada didalam kandungannya.
Seorang dokter keluar dan memberi tahu jika operasi sudah selesai dan semua berjalan dengan baik.
Sang bayi pun terlahir dengan selamat namun masih harus dirawat intensif diruangan NICU karena bayi terlahir prematur.
"Bagaimana Dokter?bagaimana keadaan istri saya dan bayinya?"tanya Ilyas yang masih enggan menyebut bayi itu dengan kata 'anak saya' karena masih meragukan jika bayi itu adalah anaknya.
Bahkan diam diam,Ilyas sudah mengisi prosedur untuk menjalani tes DNA begitu bayi itu lahir.Dan saat ini dokter pun sudah mengantongi sampel untuk dilakukannya tes DNA tersebut.
"Bayinya lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan,namun karena terlahir prematur,maka bayi diharuskan menjalani perawatan diruangan NICU.Namun keseluruhan,bayi terlahir normal dan sempurna tidak kurang apapun.
Dan untuk Ibunya,saya mohon maaf saya harus menyampaikan kabar kurang baik tentang pasien."jelas dokter.
Deg...
"Ma_maksudnya gimana Dokter?"tanya Ilyas bingung.
"Pasien mengalami pendarahan hebat,belum lagi penyakitnya juga cukup berpengaruh hingga pasien saat ini mengalami koma karena kehabisan banyak darah.
Meski semua sudah bisa diatasi,namun mohon maaf,kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkan pasien dan membuat kondisi pasien kembali seperti semula.Namun semua kembali lagi pada kehendak takdir.
Mohon dibantu dengan doa saja Pak,semoga pasien bisa segera bangun dari koma nya dan disehatkan kembali."lanjut dokter yang membantu jalan nya operasi sesar Manda.
"Baik dokter terima kasih,"jawab Ilyas lemas.
Meski tidak memiliki perasaan apapun pada istri keduanya itu.Namun tetap saja,mengetahui kondisinya saat ini dia begitu prihatin dan juga iba.
__ADS_1
"Baiklah Pak,setelah masa observasi selesai.Pasien akan kami pindahkan keruangan ICU dan anda boleh menjenguknya disana.Semoga pasien segera siuman dan sembuh kembali ya Pak,"
"Aamiin Dokter,terima kasih."
"Mari Pak,ikut masuk untuk mengadzani putri Bapak sebelum putri Bapak dibawa keruangan nicu,"
"Ba_baik Dokter,"
Ilyas pun berjalan mengikuti langkah dokter tadi,memasuki ruangan operasi untuk mengadzani bayi mungil yang saat ini ada didalam sebuah inkubator.
Ilyas menatap takjub pada bayi mungil yang ada didalam inkubator.Bayi mungil itu memiliki wajah yang begitu mirip dengan nya.
"Apa kamu benar benar anakku,Nak?"gumam nya dalam hati.
Ilyas pun perlahan mulai melangkah mendekati kotak dimana putri kecilnya berada.Dengan tubuh yang gemetar,Ilyas mulai mengadzani bayi kecil itu.
Entah apa yang dirasakan oleh Ilyas saat ini.Antara tidak percaya,haru,bahagia,sedih semua bercampur menjadi satu.
Setelah selesai mengadzani putrinya,Ilyas pun langsung kembali dipersilahkan keluar dari ruangan itu.
Dan setelah memastikan jika urusan Manda sudah selesai dan akan dipindahkan ke ruangan ICU setelah masa observasi selesai.
Ilyas pun segera berlari menuju ruangan rawat inap dimana istri pertamanya berada saat ini.Sudah tidak sabar lagi rasanya untuk melihat bagaimana keadaan istrinya saat ini.
Ceklek...
"Sayang,,,"seru Ilyas begitu masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1
Bahkan saking panik dan tidak sabarnya Ilyas untuk bertemu dengan Mayra,pria itu sampai lupa mengucap salam saat masuk keruangan.
"Asaalamu'alaikum,Mas,"jawab Mayra memprotes suaminya.
"Astaghfirullahaladzim,maaf.Aku terlalu panik.Assalamu'alaikum sayang,"jawab Ilyas menepuk jidat nya sendiri.
"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarrakatuh,"
"Bagaimana keadaan kamu,hhmm?sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kalian bisa kecelakaan?"cecar Ilyas menatap penuh dengan rasa cemas pada istrinya yang kini dipenuhi perban dibeberapa tempat ditubuhnya.
"Satu satu atuh nanya nya,pusing jawabnya,"jawab Mayra berenggut.
"Ya ampun,maaf,maaf.Ya sudah sekarang katakan,bagaimana keadaan kamu hhmm?Mas takut banget saat dengar kamu kecelakaan."
"Sudah lebih baik,hanya tinggal kepalaku saja yang terasa pusing dan berat.Selebihnya sudah lebih baik."
"Lalu,kenapa bisa kecelakaan bersama Manda?kalian dari mana memangnya?"
"Setelah Mas pergi,Manda mengajakku jalan jalan disekitar taman komplek.Setelah merasa cukup dan hari juga sudah beranjak siang,kami pun memutuskan untuk pulang.Namun,baru saja keluar dari area taman tiba tiba ada sebuah mobil yang mengahmpiri kami dengan kecepatan tinggi dan setelah itu,aku tidak ingat lagi apa yang terjadi."jelas Mayra.
"Lalu,bagaimana dengan Manda dan bayinya Mas?aku takut terjadi sesuatu pada mereka berdua,"lanjut Mayra menanyakan prihal keadaan Madunya itu.
"Bayinya sudah lahir dengan selamat,namun karena lahir prematur untuk sementara bayi itu harus dirawat terlebih dahulu diruangan nicu.Untuk Manda sendiri,karena mengalami pendarahan hebat dan efek dari penyakitnya juga,Manda saat ini tengah koma sayang."jelas Ilyas yang tentu saja membuat Mayra kaget.
Bahkan kini matanya sudah mengeluarkan cairan bening yang mulai membasahi wajah cantiknya meski masih dipenuhi oleh luka sisa kecelakaan beberapa waktu yang lalu.
"Jangan bersedih,kita sama sama bantu dengan doa,semoga Manda segera bangun dari koma nya dan bayinya juga segera sehat agar bisa segera kita bawa pulang,"
__ADS_1
"Iya Mas,aku merasa bersalah padanya.Senadainya aku lebih hati hati mungkin ini semua tidak akan terjadi."lirih Mayra.
"Tidak sayang,semua sudah jalan takdirnya seperti ini.Jangan merasa bersalah,karena semua ini sudah jalan dari sang maha pencipta,"gumam Ilyas memeluk tubuh istrinya yang tengah menangis tersedu.