AKU ISTRI MU BUKAN PENGEMIS NAFKAH

AKU ISTRI MU BUKAN PENGEMIS NAFKAH
Bagian 10.


__ADS_3

Assalamualaikum...


Terimakasih untuk yang sudah mampir di karya receh aku. Salam kenal🙏 semuanya. Don"t worry for sure I feedback. Please leave to trace ➡️❤️➡️🌟.


Di aula.


MC meminta perhatian, semua mata tertuju pada meja utama yang sejak tadi menjadi pusat perhatian.


"Acara selanjutnya adalah buka kado. Bagaimana apa semuanya setuju?"


"Setuju."


"Kalian pasti penasaran kan, apa isi kado nyonya Dinda. Sekarang kita mulai membuka kado dari anaknya. Kira - kira apa ya isinya?"


Mama Dinda dengan semangat membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu kredit pemberian Mas Tomy. Semua mata memandang kartu kredit yang ada di tangan Mama Dinda.


"Wah ... sebuah kartu kredit." ucap MC itu sembari memegang kartu kredit itu dan menunjukkan kepada tamu - tamu yang ada disana.


"Tomy adalah putra kesayangan dan kebanggaan dalam keluarga. Aku sangat beruntung dan bersyukur memiliki nya di dunia ini." ucap Mama Dinda dengan senyum merekah di wajahnya.


"Lanjut kado yang kedua. Kado kedua ini datang dari seorang wanita cantik dan masih muda di usia nya yang masih muda ini dia sudah memiliki banyak usaha yang dia rilis. Dia juga pernah dekat dengan Nyonya Dinda bahkan hampir bersanding dengan sang putra, tapi takdir berkehendak lain. Yaitu Diana. Kira - kira, apa ya isinya?" ucap MC melanjutkan acara.


Tampak setelah sebuah bungkusan kado yang mengkilap itu tersobek, menampilkan isinya. Matanya nampak berbinar tatkala nampak satu tas branded dan sepasang sandal bermerek di lengkapi dengan sebuah jam tangan yang cantik jika di hitung itu bisa mencapai seharga ratusan juta rupiah untuk sebuah tas, sandal dan jam tangan. Tas, sendal dan jam tangan yang katanya oleh - oleh dari Amerika itu di pamerkan nya di depan para tamu arisannya.


"Kamu sangat beruntung ya jeng memiliki Diana. Carikan aku satu dong wanita seperti Diana. Nanti aku jadikan menantu, Anak ku Yuda belum menikah. Dia sudah cantik, pintar, ibarat sebuah bakso Diana adalah bakso paket komplit." ucap ibu arisan berbaju merah.


"Ah ... jeng bisa aja."


Kini giliran kado dari Miranda yang akan di buka nya. Mama Dinda sedikit malas untuk membuka kado dari Miranda. Dia perlahan menyobek kertas kado yang Miranda jadikan pembungkus kado. Ekspresi Mama Dinda tampak biasa saja. Setelah bungkusnya terbuka tampak di dalamnya sebuah kotak berbentuk segi empat berwarna ungu muda sesuai dengan warna favorit Miranda.

__ADS_1


"Kira - kira apa ya isinya?" ucap Mbak Diana.


"Perhiasan imitasi." ucap Ibu Tia sembari tertawa.


"Gamis seharga seratus ribuan." ucap ibu yang lainnya.


Mama Dinda memperhatikan kotak persegi itu secara seksama.


"Bagaimana sih cara bukanya?"


Kemudian Mama Dinda melirik ke arah Tomy.


"Aduh Tom, istri kamu ini kasih Mama apa sih? Susah banget bukanya. Sampai - sampai harus membukanya memakai pin segala." celetuk Mama Dinda mendengus kesal. Kotak itu pun di ambil Tomy lalu memeriksanya.


Dibawah kotak itu ada sebuah kartu ucapan yang di tulis Miranda sekaligus kode untuk membuka kotak itu.


"Nggak usah lah di buka, paling juga hadiannya harga sebuah permen di pasar. Dibuka nya nanti saja setelah pulang kerumah." celoteh Diana.


"Nanti saja deh Tom, Mama membukanya."


Tomy pun meletakkan kembali kotak itu keatas meja. Mama Dinda beralih ke kado berikut nya.


Senyum kembali merekah di wajah Mama Dinda, tatkala melihat sebuah jepitan rambut dan bros seharga triliunan rupiah yang pernah di pakai oleh Ratu Elizabeth II dari Gina dan kekasihnya.


"Wah ... Bu - Ibu lihat hadiah ini, aku sangat beruntung ya di kelilingi oleh orang - orang yang sangat menyayangi ku. Dan memanjakan aku dengan hadiah - hadiah mahal ini." ucap Mama Dinda dengan senyum sumringah di wajahnya sembari menoleh kemeja yang ada disampingnya dimana teman - teman arisannya duduk.


"Ya, beruntung banget ya jadi Ibu Dinda memiliki anak - anak yang sangat royal kepada orang tuanya, nggak pelit dan nggak perhitungan. Hidup mu seakan sempurna! Memiliki anak - anak seperti mereka." ucap wanita paruh baya memuji anak - anak Mama Dinda.


"Ya ... begitulah kira - kira. Tapi, jika di persentase kan mungkin hanya mencapai sekitar sembilan puluh, karena ada yang nggak masuk kreteria."

__ADS_1


Mama Dinda dan Diana membersihkan meja yang ada sobekan - sobekan kado dan membuangnya ke tong sampah termasuk hadiah dari Miranda ikut di masukkan ke tong sampah oleh Diana dan Mama Dinda. Gina yang melihat mereka membuang satu kado yang belum terbuka bersama sampah - sampah yang lainnya ke tempat sampah, Gina pun bertanya.


"Tante, Din, kenapa kado itu ikut dibuang? Kan belum dibuka dan belum melihat apa isi nya?"


"Sudahlah lupakan saja tentang kado itu. Paling juga isinya murahan. Lihat aja bentuk kadonya itu! Dari bentuknya saja sudah bisa di tebak, pasti kado murahan."


"Tapi kan belum Tante lihat. Bagaimana bisa Tante tahu kalau isi kado itu barang murahan?"


"Tante tak perlu melihatnya, Tante sudaha tahu apa isi kado itu hanya dengan mencium aromanya." kemudian Tante Dinda kembali kemeja bergabung dengan teman - teman arisannya termasuk Diana.


Dari kejauhan Miranda memperhatikan itu ada rasa remuk di seluruh tubuhnya. Setelah mereka kembali ketempat semula, Miranda berjalan kearah tempat sampah dimana Mama Dinda membuang sampah - sampah tadi. Mereka membuang kado dari Miranda, hati Miranda sakit. Kedua alis Miranda mengernyit tatkala mengetahui bahwa kotak itu sudah dalam keadaan terbuka dan kosong.


"Ah ... kosong? Isinya kemana? Dari tadi kan aku disana memperhatikan mereka. Sejak kapan Mama Dinda membukanya? Tidak mungkin isinya bisa hilang sendiri. Aku yakin tadi pagi kotak ini masih ada isinya sebelum aku bungkus pun aku yakin isinya masih ada di dalam kotak ini." ucap Miranda masih dengan penasarannya.


Miranda mengorek - ngorek tong sampah lebih dalam lagi. Dengan harapan kalau isi kotak tersebut jatuh kedalam bak sampah. Namun, Miranda tetap tak menemukan nya.


"Nyari apa mbak?" tanya pelayan yang kebetulan lewat sambil melongo kedalam tempat sampah berukuran sedang itu.


"Ini, aku nyari isi kotak ini! Tadi di lempar sama seseorang, orang yang ulang tahun di tempat ini. Dari tadi aku bersama Tante Dinda dan Tante Dinda belum ada membuka kado yang ini. Masa iya menantu Tante Dinda memberikan kado yang kosong, kan nggak mungkin. Lagi pula menantunya itu istri dari bos di perusahaan ini." ucap Miranda berbohong berusaha menyembunyikan status nya di orang lain, sembari memperlihatkan kotak itu sudah dalam keadaan terbuka dan kosong.


Pelayan itu menumpahkan semua isi dari tempat sampah itu untuk mempermudah menemukan barang yang mereka cari. Dia membantu mencari - cari isi kado itu di antara tumpukan sampah, namun mereka tetap tidak menemukan nya.


"Nggak ada. Memang apa isinya? Barang kali nanti aku menemukannya di tempat lain gitu?" ucap pelayan itu.


"Aku juga nggak tau apa isi kotak ini. Karena kotak ini bukan milikku. Tapi, jika di lihat bentuk kotak ini di lengkapi dengan kode untuk membukanya aku rasa kotak ini bukan kotak sembarang dan isi nya pasti juga tidak sembarang. Apa lagi kotak ini memiliki nama yang memproduksi nya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang ini tatkala mengetahui kado yang dia berikan dibuang begitu saja oleh Mama mertuanya. Sudah gitu dia pasti akan sedih jika mengetahui isi kotak itu sudah tidak ada di dalamnya." ucap Miranda sedih. Miranda tidak mau orang - orang menertawakan nya atas status pernikahan yang sudah tidak di akui oleh Mama Dinda.


Waalaikumsalam....


Terimakasih untuk yang sudah mampir di karya receh aku. Salam kenal🙏 semuanya. Don"t worry for sure I feedback. Please leave to trace ➡️❤️➡️🌟.

__ADS_1


__ADS_2