AKU ISTRI MU BUKAN PENGEMIS NAFKAH

AKU ISTRI MU BUKAN PENGEMIS NAFKAH
Bukan up 13.


__ADS_3

Note....


Assalamualaikum, berhubung aku lagi kurang sehat badan di tambah pekerjaan menumpuk efek sibuk mempersiapkan diri ujian. Biar tanggal up nya tetap ada🤣🤣🤣, jadi up untuk bab ini aku ganti dengan puisi...... silahkan tinggalkan jejak, terimakasih 🙏🙏


...****************...


Senja di Pelabuhan Kecil


Ini kali tidak ada yang mencari cinta.


Di antara gudang, rumah tua, pada cerita.


Tiang serta temali.


Kapal, perahu tiada berlaut.


Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.


Gerimis mempercepat kelam.


Ada juga kelepak elang menyinggung muram.


Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan.


Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak.


Tiada lagi. Aku sendirian.


Berjalan menyisir semenanjung.


Masih pengap harap.


Sekali tiba di ujung.


Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat.


Cintaku Jauh di Pulau


Cintaku jauh dipulau.


Gadis manis, sekarang iseng sendiri.


Perahu melancar, bulan melancar.


Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.


Angin membantu, laut terang tapi terasa.


Aku tidak kan sampai padanya.


Di air yang tenang, di angin mendayu.


Di perasaan penghabisan segala melaju.


Ajak bertakhta, sambil berkata:


“tunjukkan perahu ke pangkuanku saja,”


Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!


Perahu yang bersama kan merapuh!


Mengapa ajal memanggil dulu.


Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku!


Manisku jauh dipulau,


Kalau kumati, dia mati iseng sendiri.


Cinta dan Benci


Aku tidak pernah mengerti.


Banyak orang menghembuskan cinta dan benci.


Dalam satu napas.


Tapi sekarang aku tahu.


Bahwa cinta dan benci adalah saudara.


Yang membodohi kita, memisahkan kita.


Sekarang aku tahu bahwa.


Cinta harus siap merasakan sakit.


Cinta harus siap kehilangan.


Cinta harus siap untuk terluka.


Cinta harus siap untuk membenci.


Karena itu hanya cinta yang sungguh-sungguh mengizinkan kita.


Untuk mengatur semua emosi dalam perasaan.


Setiap emosi jatuh….. keluarlah cinta.


Sekarang aku mengetahui.


Implikasi dari cinta.


Cinta tidak berasal dari hati


Tapi cinta berasal dari jiwa.


Dan zat dasar manusia.


Ya, aku senang telah mencintai


Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup.


Dan tidak ada orang yang dapat merebutnya dariku.


Cinta yang Terpendam


Bulan perlahan menengah,


Seakan mengajak bertadah,


Menghadap Sang Pemberi Anugrah,


Sungguh, Hati ini Resah.


Sementara Aku disini,


Masih berbaur bersama Mimpi,


Tersentak, terbangun di keheningan dinihari,


Seketika berpikir, mengapa Kau tak disini ?


Percikan air basuhi muka dan kepala,


Bentangkan Sajadah tenangkan Jiwa,


Disana, Aku ceritakan semua yang kupunya,


Kamu, senyuman, dan sekeping Asa,


Yang tak bertuan dan tak tau arah.


Kepada Sang Khalik,


Penguasa Bumi dan Langit,


Kudoakan Dirimu disetiap Detik,


Hingga Air Mata jatuh menitik,


Basahi mulut yang kian menukik.


Malam semakin Hening,


Harapan kian menyingsing,


Entah itu ada atau malah berpaling,


Dan hancurkan hati hingga berkeping-keping.


“Tiada yang lebih indah dari dua raga yang saling menjaga, Tidak bertemu namun saling menunggu, Tidak berpapasan namun saling memantaskan.”


❤️❤️❤️❤️❤️


“Mencintai seseorang secara diam-diam dengan cukup mendoakannya saja, maka saat ia merasa tersakitii karenanya. ia akan mendoakan yang terbaik untuknya.”


“Gemuruh doa, pada senja diiringi langit yang bergemuruh percikan kilat biaskan cahaya menyeluruh seakan memberi isyarat hujan yang kelak jatuh. Adalah aku yang mendoakanmu dalam rengkuh. Semurung mendung ada rindu yang terkurung sudikah kamu disana dengan yang sama merangkul untuk saling mendukung.”


❤️❤️❤️❤️❤️


Cinta


Aku pernah bertanya pada perasaan


Kenapa memilih jatuh pada hatimu


Aku hanya punya pilihan


Mengambil dan menyatakan


Atau membiarkan waktu membuatnya hilang


Atau mungkin diambil orang lain


Aku ingin menjadi angin untukmu


Yang akan memelukmu dalam kesedihan dan kegembiraanmu


Aku tak akan menuntut apa-apa darimu


Aku ingin kau saja yang menemaniku


Membuka pagi dan melepas senja


Menenangkan malam dan berbagi cerita


Aku hanya ingin kita saling mencintai dengan sederhana


Cinta


Aku pernah bertanya pada perasaan


Kenapa memilih jatuh pada hatimu


Aku hanya punya pilihan


Mengambil dan menyatakan


Atau membiarkan waktu membuatnya hilang


Atau mungkin diambil orang lain


Aku ingin menjadi angin untukmu


Yang akan memelukmu dalam kesedihan dan kegembiraanmu


Aku tak akan menuntut apa-apa darimu


Aku ingin kau saja yang menemaniku


Membuka pagi dan melepas senja


Menenangkan malam dan berbagi cerita


Aku hanya ingin kita saling mencintai dengan sederhana


Cinta II


Aku menyadari


Jatuh hati adalah belajar memberanikan diri


Juga bagaimana sabar saat nantinya kau dan aku


Memilih jalan sendiri


Mungkin bukan karena tak lagi saling mencintai


Tapi bertahan pada ego masing-masing


Aku tahu kau pernah menjadi bagian kehidupan orang lain


Tak usah lupakan


Hanya saja biasakan diri hidup tanpa dia


Saat kau campakan akan ada pemungut hati yang lebitulus


Mengajakku kembali berdiri


Kau dan hujan adakah rindu


Yang Pada akhirnya ketika hujan berhenti


Tentangmu


Padamu aku ingin bercerita


Tentang cinta


Tentang tawa dan air mata


Dan juga tentang kamu


Mungkin salah mencintaimu


Mungkin juga benar menemukanmu


Tak tahu kenapa perasaan jatuh pada hatimu


Kupernah berfikir hanya mencintaimu dalam diam


Tapi aku pun berjungan dalam resah


Tak mungkin hati menyerah


Pada hasrat yang terpendam


Aku menyadari kita berbeda


Kamu


Di sini tersimpan sejuta ingin


Yang tak sempat kunyatakan


Tapi rambutmu

__ADS_1


Dan lesung pipi membuatku tak ingin lebih


Inginku layaknya angin


Menyentuhmu dengan bebas


Menemanimu tanpa batas


Mendekapmu dalam diam


Segala inginmu mungkin terpenjara


Segala harapmu mungkin tersembunyi dalam sujud


Kira Dia dapat menjawab


Tak ada yang kutuntut darimu


Cukup temani aku berjuang


Menemaniku menyambut fajar dan melepas


Gadis Tanpa Perhiasan


Perkenalan kita tak disengajakan terjadi


Bagaimana cara mengenalmu pun


tak lagi dapat diingat memori Iya kamu,


gadis tanpa hiasan


Aku tak cukup mengenal dengan nama lengkapmu


Aku hanya mengenalmu sebagai


Pecinta hitam


Tapi jalanmu tak sehitam kesukaanmu


Secangkir kopi hitam pekat sering berada diantara kita


Bukan karena apa-apa


Tapi karena


Kita memang mencintai hitamnya


kenikmatan di setiap seduhannya


Mungkin tanpa sengaja kau mencintai hitam


Karena memang lahirmu dari pekatnya


kenikmatan tanah seribu pulau


Aku mengenalmu sebagai sosok tangguh


Kerinduan


Kepada rindu yang bertahta


Tak mungkin ku menahanmu


Juga tak bisa menitipmu pada angin


Apalagi pada embun yang tak kuasa menahan


Pena juga lelah menari diatas kertas


Ku kira dapat mengobatinya


Sebagai memori tentangmu


Tapi rindu tetap berkuasa atasku Iya,


Rindu Harapku kau merasakannya


Sama sepertiku berkelahi dengan waktu


Hingga banyangmu tak lekas oleh waktu


Jika tiba waktuku


Akan kubuktikan


Rindu tak kuasa menahanku


Membisikan cinta dalam diam


Aku Harus Kuat


Di dalam ruang yang telah usang


Dengan kebahagiaan yang mulai hilang


Betapa hidupku kini menjadi malang


Mereka butuh makanan


Mereka butuh cadangan


Sebentar, itulah yang selalu aku katakan


Adakalanya aku sering merasa lelah untuk mencari


Namun bagaimana dengan anak dan istri?


Aku harus kuat


Berjuang sebagai kepala rumah tangga


Adalah tugas ku untuk mereka


Meskipun kaki ku sering kesakitan dalam mencapainya


Namun inilah kehidupan, semoga mereka selalu bahagia


Aku harus kuat


Akulah penopang hidup untuk keluarga


Sebagai bapak, aku berjanji untuk membuat mereka bangga


Aku akan berjuang demi hidup yang lebih tertata


Hingga aku menutup usia


Perjalanan Kita


Sekian Lama kita bersama


dalam susah, senang, sepi saling berganti


tapi kamu,kamu dan kamu selalu ada menemaniku


dan kita selalu bersama dengan canda, tawa


maka itulah Persahabatan


Tak kusangka waktu begitu cepat, untuk memisahkan kita


sehingga kesedihanpun datang


disaat kamu, kamu dan kamu mengejar cita-citamu


tak sedkitpun rasa ini meninggalkanmu


Kamu membutuhkan aku


karena permasalahan besar mendera


Hanya saja rasa kebersamaan ini


selalu menunjukkan bagaimana untuk bisa membuatmu tersenyum


Tertawa seperti dulu lagi dan menjalani hidup seperti biasanya


Semoga kamu mendengar Bisikan hatiku ini


yang kubisikkan lirih di telingamu, dan tubuh mu yang lemas karena deritamu


aku akan selalu menemanimu, dan menjagamu


karena kamu, kamu dan kamu adalah orang yang penting bagiku


Harapan Sebuah Hidup


Jika kau harap ingin memiliki banyak harta


Maka perbanyaklah dalam bekerja


Jika kau harap ingin memiliki tahta


Maka pandailah dalam bergaul dengan manusia


Jika kau harap memiliki rumah yang megah


Maka kau harus berusaha tanpa kenal lelah


Namun, sejatinya harapan hidup bukan itu


Semua yang kau pinta hanya sebuah angan semu


Yang ketika kau mati, tak perlu itu


Janganlah kau terlena dalam sebuah nafsu


Keinginan dunia yang menuntunmu itu palsu,


Harapan kehidupan yang sesungguhnya adalah berusaha di jalan-Nya


Mintalah sebuah ketenangan dalam hati dan jiwa


Bukan harta atau pun tingginya sebuah tahta


Harapan yang baik, untuk kelak ketika tutup usia


Dan janganlah kau lupa


Bahwa dunia hanya sementara


Sejatinya kehidupan nyata adalah di alam yang berbeda


Menggenggam Asa


Tak kunjung usai


Berkelana setiap hari


Lara, acap menderita hati


Menembus puncak


Dengan pilihan jalan mengacak


Menggenggam asa


Keluh kesah tak akan ada


Menatap keluarga tersenyum merona


Melahap hidangan seadanya


Sepercik Kerinduan


Hanyutku dalam lamunan


Tenggelam gelap, termakan malam


Ku lihat jam yang selalu berisik


Tak bosan jarum itu untuk berputar


Terbayang kenangan masa silam


Ingin ku dekap kembali, berbagi bersama


Akan tapi semua sia-sia


kau yang telah lama pergi jauh


pergi tinggalkan duniawi


Ingin rasanya ku ikut ke duniamu


terbang ke langit bersama malaikat


atau justru berenang di lautan api bersama iblis



Bagaimana?



Mungkin beginilah adanya


Usaha yang sudah tak berdaya


Terkadang aku bertanya…


Kapan giliranku bahagia?


Hati kecil berkata


Sabar dan ikhlas adalah kuncinya


Harapan adalah pintunya


Namun, apakah ada yang bisa jelaskan, bagaimana cara membukanya?



Diri



Dipeluk nestapa


Diterjang ombak derita


Apakah ikhlas adalah jalan satu-satunya?


Atau berontak, adalah alternatifnya?


Berdiam diri salah


Berjalan kehilangan arah

__ADS_1


Bersabar pun diri sudah lelah


Berilah diri ini setitik cahaya, tolonglah..



Nanti



Sabar adalah kunci kesuksesan


Tapi usaha adalah jalan utamanya


Semesta, tolonglah anak kecil ini


Untuk sampai pada titik yang di nanti


Bukannya tak bisa


Bukannya tak ingin usaha


Sedari dulu, batin ini sudah tersiksa


Yang pada akhirnya, hanya menyisakan luka di dada


Bukankah sabar ada batasnya?


Namun dimana batasku?


Sampai titik ini, aku masih di sapa


Oleh keganasan nestapa


...MENGAPA HARUS CINTA...


Aku pikir dengan memandangmu dari kejauhan


Sudah cukup membahagiakan


Aku pikir menatapmu dari balik layar


Hasrat ini sudah terpuaskan


Aku pikir menatapmu dari kejauhan


Akan membuatku hidup tenang


Ternyata semua tidak cukup..


Hati ini ingin selalu memilikimu


Raga ini ingin selalu bersamamu


Gelora api cemburu tak mampu kuredam


Saat engkau menggandeng tangannya


Perihnya hatiku tak mampu kutahan


Saat engkau kembali kepelukannya


Apa kurangnya hati ini


Hingga aku yang engkau sakiti


Bukankah hati ini tak pernah lelah


Tak menyerah menanti siapmu


Bukankah hati ini tak pernah berhenti meyakinkanmu


Berkorban banyak hal demi mendapatkan cintamu


Menerima apapun kekuranganmu


Bahkan menerima hancurnya hati yang kau rasakan dulu


Mengapa ada rasa cinta


Jika aku yang harus terluka


Mengapa kau tanam harapan


Jika kau juga yang hancurkan


Mengapa kau tawarkan terbang ke awan


Jika sayap ini kau patahkan


Mengapa ada derita


Jika bahagia tercipta


Mengapa ada sang hitam


Jika putih menyenangkan


Mengapa kau undang cinta


Jika engkau juga yang tinggalkan lara


Mengapa engkau ingin selalu dimengerti


Padahal hati ini tak pernah kau pahami


...BUKAN PENGEMIS...


Aku pernah cemburu kepada awan


Yang sering kali kau pandang


Bahkan aku sempat cemburu pada sandalmu


Yang sering kali bersamamu dimanapun kau berada


Mungkinkah hatiku kan jadi rumah bagimu


Mungkinkah hatiku tempat persinggahan terakhir bagimu


Ah … semua hanya kemungkinan


Nyatanya rasa ini begitu dalam


Sedang hatiku pilu untuk mengabarkan


Semua hanya sebatas kemungkinan yang tak berujung


Untuk apa mati-matian mengemis cinta


Mengais belas kasih yang hampa


Itu hanyalah jutaan detik yang terbuang sia-sia


...CINTA ITU BERKORBAN...


Bukankah cinta itu memberi


Bukankah cinta itu berkorban


Lalu mengapa kau tinggikan egomu


Hanya untuk membenarkan apa yang kau mau


Hanya kesabaran yang menyatukan cinta


Mengalah demi keutuhan suatu hubungan


Karena hidup tak lepas dari permasalahan


Karena hidup tak semudah membalikkan telapak tangan


...RAHASIA HATI...


Awalnya aku merasa sunyi


Bagai lautan yang tak bertepi


Semakin lama aku merasa  kegelapan mulai mencariku


Dan mulai mengikuti setiap langkahku


Dimanapun aku melangkahkan kaki, gelap itu selalu menemani.


Awalnya aku merasa bosan


Hari-hari berteman kesepian


Namun kini rasa itu sudah menjadi biasa


Ternyata sepi itu hanya tinggal sementara


Sejak engkau datang


Engkau rebut segala perhatian


Lama-lama engkau tinggal di hatiku


Entahlah…


Mengapa sulit bagiku untuk mengusirmu


Sulit bagiku menahan perasaan ini


Biarlah engkau tetap singgah di hati


Dan aku menyimpan rasa ini sendiri


Tanpa seorangpun yang mengerti


Sesungguhnya siapa orang yang ada dalam hati


Bukannya aku malu


Bukannya aku tak mampu


Bukannya aku tak mau


Tapi entah mengapa aku selalu ragu


Jika harus ungkapkanya padamu


Biarlah kusimpan sendiri


Inilah rahasia hati


Senja nan Indah


Ketika mentari telah mulai tenggelam


Aku pun melihat seyummu yang berada di sampingku


Aku pun tak mampu berkedip sedikitpun ketika menatap matamu


Sebab, bagiku matamu sangat sempurna


Dan hari itu


Aku telah merasakan lirih denyut nadimu


Bahkan detakan keras akan jantungmu


Sungguh harum nafasmu


Nan hangat cintamu


Dan kini, segala tentangmu akan kujadikan cerita indah sebelum tidurku


Akan ku jadikan bayang kerinduan di setiap sebelum terlelapku


Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi


Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini


Puisi cinta ini mengungkapkan kekaguman seseorang pada orang lain yang sangat sempurna baginya. Bahkan, dalam setiap tidurnya pun terus membayangkannya, dan dijadikan sebagai teman tidur.


Rasa yang Tersirat”


Wahai bidadariku…


ijinkan aku untuk menyayangimu


ijinkan aku untuk merindumu


ijinkan aku untuk masuk lebih kedalam relung jiwamu


Supaya cintamu tak semu lagi..


Wahai bidadariku..


Harapku hanya padamu.


Ingatanku hanya padamu


Dimana pun kau berada


Aku disini bersama hati yang sedang mendambamu


Dimana pun Kamu berada


kau akan selalu mencintaimu meski kita tak bersama…


Lagi-lagi tentang rindu, untuk puisi cinta yang satu ini mengungkapkan rasa rindu yang begitu dalam kepada kekasihnya yang entah sedang dimana


Perasaan Terpendam”


Waktu serasa begitu sangat cepat,


Yang mampu membawa kita kembali untuk menjadi asing.


Pertemuan,


Hanya tinggal kenangan saja yang kubutuhkan.


Hanya kekuatan waktu saja yang mampu mengalahkan keinginan.


Hidup merupakan petualangan,


Dengan mu, segalanya terasa hanya seperti masa liburan saja.


Dan dalam diam pun, ku coba untuk tekankan.


Kekuatan asmara yang tiada bandingan.


Bagai lentera,


Kamu merupakan persis apa yang kubutuhkan.


Kamu merupakan kekuatan segala perasaan.

__ADS_1


Dan lebih dalam dari segala kegelapan.


Ungkapan tentang keindahan cinta yang dilaluinya. Dalam puisi ini juga mengungkapkan bagaimana kisah indah kedua sejoli ini dalam cintanya.


__ADS_2