
Note....
Assalamualaikum, berhubung aku lagi kurang sehat badan di tambah pekerjaan menumpuk efek sibuk mempersiapkan diri ujian. Biar tanggal up nya tetap ada🤣🤣🤣, jadi up untuk bab ini aku ganti dengan puisi...... silahkan tinggalkan jejak, terimakasih 🙏🙏
...****************...
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta.
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita.
Tiang serta temali.
Kapal, perahu tiada berlaut.
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang menyinggung muram.
Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan.
Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendirian.
Berjalan menyisir semenanjung.
Masih pengap harap.
Sekali tiba di ujung.
Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat.
Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh dipulau.
Gadis manis, sekarang iseng sendiri.
Perahu melancar, bulan melancar.
Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
Angin membantu, laut terang tapi terasa.
Aku tidak kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu.
Di perasaan penghabisan segala melaju.
Ajak bertakhta, sambil berkata:
“tunjukkan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu.
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku!
Manisku jauh dipulau,
Kalau kumati, dia mati iseng sendiri.
Cinta dan Benci
Aku tidak pernah mengerti.
Banyak orang menghembuskan cinta dan benci.
Dalam satu napas.
Tapi sekarang aku tahu.
Bahwa cinta dan benci adalah saudara.
Yang membodohi kita, memisahkan kita.
Sekarang aku tahu bahwa.
Cinta harus siap merasakan sakit.
Cinta harus siap kehilangan.
Cinta harus siap untuk terluka.
Cinta harus siap untuk membenci.
Karena itu hanya cinta yang sungguh-sungguh mengizinkan kita.
Untuk mengatur semua emosi dalam perasaan.
Setiap emosi jatuh….. keluarlah cinta.
Sekarang aku mengetahui.
Implikasi dari cinta.
Cinta tidak berasal dari hati
Tapi cinta berasal dari jiwa.
Dan zat dasar manusia.
Ya, aku senang telah mencintai
Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup.
Dan tidak ada orang yang dapat merebutnya dariku.
Cinta yang Terpendam
Bulan perlahan menengah,
Seakan mengajak bertadah,
Menghadap Sang Pemberi Anugrah,
Sungguh, Hati ini Resah.
Sementara Aku disini,
Masih berbaur bersama Mimpi,
Tersentak, terbangun di keheningan dinihari,
Seketika berpikir, mengapa Kau tak disini ?
Percikan air basuhi muka dan kepala,
Bentangkan Sajadah tenangkan Jiwa,
Disana, Aku ceritakan semua yang kupunya,
Kamu, senyuman, dan sekeping Asa,
Yang tak bertuan dan tak tau arah.
Kepada Sang Khalik,
Penguasa Bumi dan Langit,
Kudoakan Dirimu disetiap Detik,
Hingga Air Mata jatuh menitik,
Basahi mulut yang kian menukik.
Malam semakin Hening,
Harapan kian menyingsing,
Entah itu ada atau malah berpaling,
Dan hancurkan hati hingga berkeping-keping.
“Tiada yang lebih indah dari dua raga yang saling menjaga, Tidak bertemu namun saling menunggu, Tidak berpapasan namun saling memantaskan.”
❤️❤️❤️❤️❤️
“Mencintai seseorang secara diam-diam dengan cukup mendoakannya saja, maka saat ia merasa tersakitii karenanya. ia akan mendoakan yang terbaik untuknya.”
“Gemuruh doa, pada senja diiringi langit yang bergemuruh percikan kilat biaskan cahaya menyeluruh seakan memberi isyarat hujan yang kelak jatuh. Adalah aku yang mendoakanmu dalam rengkuh. Semurung mendung ada rindu yang terkurung sudikah kamu disana dengan yang sama merangkul untuk saling mendukung.”
❤️❤️❤️❤️❤️
Cinta
Aku pernah bertanya pada perasaan
Kenapa memilih jatuh pada hatimu
Aku hanya punya pilihan
Mengambil dan menyatakan
Atau membiarkan waktu membuatnya hilang
Atau mungkin diambil orang lain
Aku ingin menjadi angin untukmu
Yang akan memelukmu dalam kesedihan dan kegembiraanmu
Aku tak akan menuntut apa-apa darimu
Aku ingin kau saja yang menemaniku
Membuka pagi dan melepas senja
Menenangkan malam dan berbagi cerita
Aku hanya ingin kita saling mencintai dengan sederhana
Cinta
Aku pernah bertanya pada perasaan
Kenapa memilih jatuh pada hatimu
Aku hanya punya pilihan
Mengambil dan menyatakan
Atau membiarkan waktu membuatnya hilang
Atau mungkin diambil orang lain
Aku ingin menjadi angin untukmu
Yang akan memelukmu dalam kesedihan dan kegembiraanmu
Aku tak akan menuntut apa-apa darimu
Aku ingin kau saja yang menemaniku
Membuka pagi dan melepas senja
Menenangkan malam dan berbagi cerita
Aku hanya ingin kita saling mencintai dengan sederhana
Cinta II
Aku menyadari
Jatuh hati adalah belajar memberanikan diri
Juga bagaimana sabar saat nantinya kau dan aku
Memilih jalan sendiri
Mungkin bukan karena tak lagi saling mencintai
Tapi bertahan pada ego masing-masing
Aku tahu kau pernah menjadi bagian kehidupan orang lain
Tak usah lupakan
Hanya saja biasakan diri hidup tanpa dia
Saat kau campakan akan ada pemungut hati yang lebitulus
Mengajakku kembali berdiri
Kau dan hujan adakah rindu
Yang Pada akhirnya ketika hujan berhenti
Tentangmu
Padamu aku ingin bercerita
Tentang cinta
Tentang tawa dan air mata
Dan juga tentang kamu
Mungkin salah mencintaimu
Mungkin juga benar menemukanmu
Tak tahu kenapa perasaan jatuh pada hatimu
Kupernah berfikir hanya mencintaimu dalam diam
Tapi aku pun berjungan dalam resah
Tak mungkin hati menyerah
Pada hasrat yang terpendam
Aku menyadari kita berbeda
Kamu
Di sini tersimpan sejuta ingin
Yang tak sempat kunyatakan
Tapi rambutmu
__ADS_1
Dan lesung pipi membuatku tak ingin lebih
Inginku layaknya angin
Menyentuhmu dengan bebas
Menemanimu tanpa batas
Mendekapmu dalam diam
Segala inginmu mungkin terpenjara
Segala harapmu mungkin tersembunyi dalam sujud
Kira Dia dapat menjawab
Tak ada yang kutuntut darimu
Cukup temani aku berjuang
Menemaniku menyambut fajar dan melepas
Gadis Tanpa Perhiasan
Perkenalan kita tak disengajakan terjadi
Bagaimana cara mengenalmu pun
tak lagi dapat diingat memori Iya kamu,
gadis tanpa hiasan
Aku tak cukup mengenal dengan nama lengkapmu
Aku hanya mengenalmu sebagai
Pecinta hitam
Tapi jalanmu tak sehitam kesukaanmu
Secangkir kopi hitam pekat sering berada diantara kita
Bukan karena apa-apa
Tapi karena
Kita memang mencintai hitamnya
kenikmatan di setiap seduhannya
Mungkin tanpa sengaja kau mencintai hitam
Karena memang lahirmu dari pekatnya
kenikmatan tanah seribu pulau
Aku mengenalmu sebagai sosok tangguh
Kerinduan
Kepada rindu yang bertahta
Tak mungkin ku menahanmu
Juga tak bisa menitipmu pada angin
Apalagi pada embun yang tak kuasa menahan
Pena juga lelah menari diatas kertas
Ku kira dapat mengobatinya
Sebagai memori tentangmu
Tapi rindu tetap berkuasa atasku Iya,
Rindu Harapku kau merasakannya
Sama sepertiku berkelahi dengan waktu
Hingga banyangmu tak lekas oleh waktu
Jika tiba waktuku
Akan kubuktikan
Rindu tak kuasa menahanku
Membisikan cinta dalam diam
Aku Harus Kuat
Di dalam ruang yang telah usang
Dengan kebahagiaan yang mulai hilang
Betapa hidupku kini menjadi malang
Mereka butuh makanan
Mereka butuh cadangan
Sebentar, itulah yang selalu aku katakan
Adakalanya aku sering merasa lelah untuk mencari
Namun bagaimana dengan anak dan istri?
Aku harus kuat
Berjuang sebagai kepala rumah tangga
Adalah tugas ku untuk mereka
Meskipun kaki ku sering kesakitan dalam mencapainya
Namun inilah kehidupan, semoga mereka selalu bahagia
Aku harus kuat
Akulah penopang hidup untuk keluarga
Sebagai bapak, aku berjanji untuk membuat mereka bangga
Aku akan berjuang demi hidup yang lebih tertata
Hingga aku menutup usia
Perjalanan Kita
Sekian Lama kita bersama
dalam susah, senang, sepi saling berganti
tapi kamu,kamu dan kamu selalu ada menemaniku
dan kita selalu bersama dengan canda, tawa
maka itulah Persahabatan
Tak kusangka waktu begitu cepat, untuk memisahkan kita
sehingga kesedihanpun datang
disaat kamu, kamu dan kamu mengejar cita-citamu
tak sedkitpun rasa ini meninggalkanmu
Kamu membutuhkan aku
karena permasalahan besar mendera
Hanya saja rasa kebersamaan ini
selalu menunjukkan bagaimana untuk bisa membuatmu tersenyum
Tertawa seperti dulu lagi dan menjalani hidup seperti biasanya
Semoga kamu mendengar Bisikan hatiku ini
yang kubisikkan lirih di telingamu, dan tubuh mu yang lemas karena deritamu
aku akan selalu menemanimu, dan menjagamu
karena kamu, kamu dan kamu adalah orang yang penting bagiku
Harapan Sebuah Hidup
Jika kau harap ingin memiliki banyak harta
Maka perbanyaklah dalam bekerja
Jika kau harap ingin memiliki tahta
Maka pandailah dalam bergaul dengan manusia
Jika kau harap memiliki rumah yang megah
Maka kau harus berusaha tanpa kenal lelah
Namun, sejatinya harapan hidup bukan itu
Semua yang kau pinta hanya sebuah angan semu
Yang ketika kau mati, tak perlu itu
Janganlah kau terlena dalam sebuah nafsu
Keinginan dunia yang menuntunmu itu palsu,
Harapan kehidupan yang sesungguhnya adalah berusaha di jalan-Nya
Mintalah sebuah ketenangan dalam hati dan jiwa
Bukan harta atau pun tingginya sebuah tahta
Harapan yang baik, untuk kelak ketika tutup usia
Dan janganlah kau lupa
Bahwa dunia hanya sementara
Sejatinya kehidupan nyata adalah di alam yang berbeda
Menggenggam Asa
Tak kunjung usai
Berkelana setiap hari
Lara, acap menderita hati
Menembus puncak
Dengan pilihan jalan mengacak
Menggenggam asa
Keluh kesah tak akan ada
Menatap keluarga tersenyum merona
Melahap hidangan seadanya
Sepercik Kerinduan
Hanyutku dalam lamunan
Tenggelam gelap, termakan malam
Ku lihat jam yang selalu berisik
Tak bosan jarum itu untuk berputar
Terbayang kenangan masa silam
Ingin ku dekap kembali, berbagi bersama
Akan tapi semua sia-sia
kau yang telah lama pergi jauh
pergi tinggalkan duniawi
Ingin rasanya ku ikut ke duniamu
terbang ke langit bersama malaikat
atau justru berenang di lautan api bersama iblis
Bagaimana?
Mungkin beginilah adanya
Usaha yang sudah tak berdaya
Terkadang aku bertanya…
Kapan giliranku bahagia?
Hati kecil berkata
Sabar dan ikhlas adalah kuncinya
Harapan adalah pintunya
Namun, apakah ada yang bisa jelaskan, bagaimana cara membukanya?
Diri
Dipeluk nestapa
Diterjang ombak derita
Apakah ikhlas adalah jalan satu-satunya?
Atau berontak, adalah alternatifnya?
Berdiam diri salah
Berjalan kehilangan arah
__ADS_1
Bersabar pun diri sudah lelah
Berilah diri ini setitik cahaya, tolonglah..
Nanti
Sabar adalah kunci kesuksesan
Tapi usaha adalah jalan utamanya
Semesta, tolonglah anak kecil ini
Untuk sampai pada titik yang di nanti
Bukannya tak bisa
Bukannya tak ingin usaha
Sedari dulu, batin ini sudah tersiksa
Yang pada akhirnya, hanya menyisakan luka di dada
Bukankah sabar ada batasnya?
Namun dimana batasku?
Sampai titik ini, aku masih di sapa
Oleh keganasan nestapa
...MENGAPA HARUS CINTA...
Aku pikir dengan memandangmu dari kejauhan
Sudah cukup membahagiakan
Aku pikir menatapmu dari balik layar
Hasrat ini sudah terpuaskan
Aku pikir menatapmu dari kejauhan
Akan membuatku hidup tenang
Ternyata semua tidak cukup..
Hati ini ingin selalu memilikimu
Raga ini ingin selalu bersamamu
Gelora api cemburu tak mampu kuredam
Saat engkau menggandeng tangannya
Perihnya hatiku tak mampu kutahan
Saat engkau kembali kepelukannya
Apa kurangnya hati ini
Hingga aku yang engkau sakiti
Bukankah hati ini tak pernah lelah
Tak menyerah menanti siapmu
Bukankah hati ini tak pernah berhenti meyakinkanmu
Berkorban banyak hal demi mendapatkan cintamu
Menerima apapun kekuranganmu
Bahkan menerima hancurnya hati yang kau rasakan dulu
Mengapa ada rasa cinta
Jika aku yang harus terluka
Mengapa kau tanam harapan
Jika kau juga yang hancurkan
Mengapa kau tawarkan terbang ke awan
Jika sayap ini kau patahkan
Mengapa ada derita
Jika bahagia tercipta
Mengapa ada sang hitam
Jika putih menyenangkan
Mengapa kau undang cinta
Jika engkau juga yang tinggalkan lara
Mengapa engkau ingin selalu dimengerti
Padahal hati ini tak pernah kau pahami
...BUKAN PENGEMIS...
Aku pernah cemburu kepada awan
Yang sering kali kau pandang
Bahkan aku sempat cemburu pada sandalmu
Yang sering kali bersamamu dimanapun kau berada
Mungkinkah hatiku kan jadi rumah bagimu
Mungkinkah hatiku tempat persinggahan terakhir bagimu
Ah … semua hanya kemungkinan
Nyatanya rasa ini begitu dalam
Sedang hatiku pilu untuk mengabarkan
Semua hanya sebatas kemungkinan yang tak berujung
Untuk apa mati-matian mengemis cinta
Mengais belas kasih yang hampa
Itu hanyalah jutaan detik yang terbuang sia-sia
...CINTA ITU BERKORBAN...
Bukankah cinta itu memberi
Bukankah cinta itu berkorban
Lalu mengapa kau tinggikan egomu
Hanya untuk membenarkan apa yang kau mau
Hanya kesabaran yang menyatukan cinta
Mengalah demi keutuhan suatu hubungan
Karena hidup tak lepas dari permasalahan
Karena hidup tak semudah membalikkan telapak tangan
...RAHASIA HATI...
Awalnya aku merasa sunyi
Bagai lautan yang tak bertepi
Semakin lama aku merasa kegelapan mulai mencariku
Dan mulai mengikuti setiap langkahku
Dimanapun aku melangkahkan kaki, gelap itu selalu menemani.
Awalnya aku merasa bosan
Hari-hari berteman kesepian
Namun kini rasa itu sudah menjadi biasa
Ternyata sepi itu hanya tinggal sementara
Sejak engkau datang
Engkau rebut segala perhatian
Lama-lama engkau tinggal di hatiku
Entahlah…
Mengapa sulit bagiku untuk mengusirmu
Sulit bagiku menahan perasaan ini
Biarlah engkau tetap singgah di hati
Dan aku menyimpan rasa ini sendiri
Tanpa seorangpun yang mengerti
Sesungguhnya siapa orang yang ada dalam hati
Bukannya aku malu
Bukannya aku tak mampu
Bukannya aku tak mau
Tapi entah mengapa aku selalu ragu
Jika harus ungkapkanya padamu
Biarlah kusimpan sendiri
Inilah rahasia hati
Senja nan Indah
Ketika mentari telah mulai tenggelam
Aku pun melihat seyummu yang berada di sampingku
Aku pun tak mampu berkedip sedikitpun ketika menatap matamu
Sebab, bagiku matamu sangat sempurna
Dan hari itu
Aku telah merasakan lirih denyut nadimu
Bahkan detakan keras akan jantungmu
Sungguh harum nafasmu
Nan hangat cintamu
Dan kini, segala tentangmu akan kujadikan cerita indah sebelum tidurku
Akan ku jadikan bayang kerinduan di setiap sebelum terlelapku
Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi
Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini
Puisi cinta ini mengungkapkan kekaguman seseorang pada orang lain yang sangat sempurna baginya. Bahkan, dalam setiap tidurnya pun terus membayangkannya, dan dijadikan sebagai teman tidur.
Rasa yang Tersirat”
Wahai bidadariku…
ijinkan aku untuk menyayangimu
ijinkan aku untuk merindumu
ijinkan aku untuk masuk lebih kedalam relung jiwamu
Supaya cintamu tak semu lagi..
Wahai bidadariku..
Harapku hanya padamu.
Ingatanku hanya padamu
Dimana pun kau berada
Aku disini bersama hati yang sedang mendambamu
Dimana pun Kamu berada
kau akan selalu mencintaimu meski kita tak bersama…
Lagi-lagi tentang rindu, untuk puisi cinta yang satu ini mengungkapkan rasa rindu yang begitu dalam kepada kekasihnya yang entah sedang dimana
Perasaan Terpendam”
Waktu serasa begitu sangat cepat,
Yang mampu membawa kita kembali untuk menjadi asing.
Pertemuan,
Hanya tinggal kenangan saja yang kubutuhkan.
Hanya kekuatan waktu saja yang mampu mengalahkan keinginan.
Hidup merupakan petualangan,
Dengan mu, segalanya terasa hanya seperti masa liburan saja.
Dan dalam diam pun, ku coba untuk tekankan.
Kekuatan asmara yang tiada bandingan.
Bagai lentera,
Kamu merupakan persis apa yang kubutuhkan.
Kamu merupakan kekuatan segala perasaan.
__ADS_1
Dan lebih dalam dari segala kegelapan.
Ungkapan tentang keindahan cinta yang dilaluinya. Dalam puisi ini juga mengungkapkan bagaimana kisah indah kedua sejoli ini dalam cintanya.