
Siapakah aku Untukmu?
Kamu bak bunga yang mekar nan harum...
Namun apalah dayaku, bila Kamu memang bunga yang indah...
Akankah aku menjadi salah satu lebah yang selalu akan mengincar aroma wangimu ?
Hingga kau tak mampu melihat adanya diriku lagi,
Sebab terdapat banyak lebah yang mengejarmu..
Ataukah aku bagaikan semut
Yang mengharapkan dirimu tuk menoleh ke bawah untuk melihatku..
Dan sekian lama, hati hanya mampu menatap dirimu saja..
Puisi cinta ini, mengungkapkan kisah seseorang yang mengagumi, namun tak sedikitpun yang dikagumi melihatnya.
Tanpa Makna”
Masih mampu melempar senyum manis untuk hujan di bulan November
November yang begitu sendu nan bertabur dengan syahdu
Kesyahduan yang gemericik akan rindu
Mengekang hujan yang lama tak reda
Hanya mereda sesekali, kemudian deras kembali
Dengan mengembalikan separuh dari rasa tanpa dengan makna
Aku hanya bisa menatap pada basah dalam bilik jendela kaca saja
Dan berkaca untuk memperjelas logika pada kata
Kataku pun penuh dengan yakin dan beriring atas doa
Rindu terhadap seseorang memang memberikan kesedihan tersendiri bagi perasaanya. Dalam puisi cinta ini, merupakan ungkapan hati seseorang yang sedang merindu. Sembari melihat hujan, rindunya berharap dapat tersampaikan.
Lamunan Rindu”
Terkadang, hanya dengan hujan rintik
baru aku menyadari akan pentingnya arti datangnya payung kecil bagiku
Terkadang, aku tahu bagaimana indahnya bintang
Bila malam telah datang untuk menjemput hariku
Dan terkadang, aku juga sadari akan hadirnya matahari saat terik telah menyapa hari-hariku
Namun, aku tak perlu segalanya itu hanya untuk mengingatmu…
Hujan pun takkan lunturkan dalamnya rinduku...
Bahkan malam pun tak mampu meredupkan dalamnya arti dirimu…
Dan teriknya mentari pun,
Hanya akan menambah bahagia untuk melihat bagaimana indahnya akan senyummu…
Ungkapan cinta yang begitu mendalam, hingga malam yang gelap gulita pun baginya sangat indah. Bahkan, hanya dengan melihat senyumannya saja, sudah membuatnya semangat menjalani hidup.
Teduh Jiwaku Melihatnya”
Teduhnya jiwaku akan melihatnya
sejuk hatiku ketika memandangnya
bahkan ceria berlarian pada sepanjang pinggir taman
tertawa ku dengan lepas dan bercengkrama
teduh jiwaku akan melihatnya
melihat garis senyum manis pada bibirnya
dengan memandang paras cantik wajahnya
dan menilik pribadi akan sikapnya
Dia…
sandaran merupakan hati bak tumpuan jiwa
sebagai tempat berbagi dan memadu cerita kisah indah
suka bahagia gembira
nestapa sedih lara luka
Puisi cinta ini menjadi segala kisah yang dirasakan penulis dengan kekasihnya. Segala rasa entah duka atau bahagia mereka lakukan bersama dengan penuh semangat dan perjuangan.
Puisi untuk Cinta (Patah Hati)
__ADS_1
Satu hal yang sangat berharga dalam kehidupan adalah cinta. Dimana cinta mampu membuat hati seseorang bahagia dan berbunga, meski kadang memberikan rasa duka lara.
Dengan demikian, sudah sepantasnya kehadiran cinta mampu membuat kita menggali akan keberadaannya.
Untuk meyakini akan hadirnya cinta, membuat puisi tentang cinta memang tak mudah dilakukan. Sebab rangkaian kata yang menggambarkan cinta harus dalam penuh dengan makna.
Selain itu, puisi tentang cinta juga harus menggunakan diksi yang tepat, susunan yang pas, serta kata kiasan yang benar-benar indah. Hal itu agar membuat puisi mudah dan nyaman dibaca.
LUKA
Luka hadirilah
Hatiku telah siap untuk menyambutmu
Aku telah membuka lebar ruang bagimu
Irislah
Remukkanlah
Tusuklah
Jangan segan untuk menghabiskan air mata darah ini
Sambil aku mengingat segala kisah
Dimana yang tak sejatinya terjadi
Tetapi akhirnya pun memang harus terjadi
Seutas kisah yang memang akan berakhir
Tetapi bukan aku yang mengakhiri
Jadi menyesali pun tak ada gunanya
Mencoba untuk menahan berat dari siksa ini
Tetapi apa daya
UNTUKMU AKU BERTAHAN
Aku hanya bertahan pada keyakinanku, iya.. keyakinan untuk tetap menyayangimu.. meskipun aku tau, ini tak mudah untuk kita lalui.
Tapi..
bahagiaku itu adalah kamu.
Senyumku adalah kamu.
Dan hidupku adalah KAMU.
Maka.. tidak ada alasan bagiku untuk berhenti menyayangimu sesulit apapun yang harus aku hadapi akan aku lewati. Aku kuat karna kehadiranmu, bohong jika aku mengatakan aku tidak bahagia bersamamu, kebahagian dan jatuh cinta setiap harinya selalu aku rasakan di sela hembusan nafasku, nafasku yang ku hirup beriringan dengan kasih sayangmu yang selalu menemani ketenanganku.. semangatmu yang selalu memberikan pelangi keindahan dihatiku.. dan perhatianmu yang selalu memberikan ketenangan
disetiap waktu yang ku lewati..
Aku tau ini sulit.. aku tau ini adalah hal yang tidak pernah aku dan kamu bayangkan, tapi ini takdirnya, ini garis kehidupanku yang telah ditulis sang pencipta sehingga aku dan kamu bisa memiliki rasa sayang seindah dan seluarbiasa yang belum pernah aku rasakan..
Aku layaknya seorang yang sedang menadaki gunung, semakin aku tanjaki aku semakin takut melihat kebawah, karena semakin aku tapaiki bukit yang paling tinggi, maka akan sakit pula rasanya ketika aku harus terjatuh nanti..
Tapi aku selalu menyadari, tidak pernah ada tangisan dan kesedihan yang tidak dibalas dengan senyum kebahagiaan, aku hanya menyadari perasaan sayang ini akan tetap ada selamanya, takan terhapus, tersimpan rapih disudut hatiku dan takan terjamah oleh siapapun.
Aku ingin menjadi yang terakhir untukmu, apa permintaan itu terlalu berat? Mungkin.. karena tidak ada yang pernah tau bagaimana dan seperti apa kedepannya. Tapi… bukankah aku dan kamu sama sama menginginkan kita agar selamanya bersama? Tuhan tiak tidur.. apa yang aku dan kamu rasakan, tuhan juga pasti ikut merasakannya.. apa ini jawaban tuhan? Baik aku dan kamu masih tetap bertahan meski semuanya tidak mudah untuk kita lalui, terlebih ketika rindu perlahan datang dan sedikit demi sedikit rindu itu menjadi bukit. Yang dibutuhkan hanya Pertemuan dan Pelukan kasih sayang. Tapi nyatanya pertemuan dan pelukan tidak semudah itu untuk kita rasakan. Kita berlindung pada rindu yang terus membanjiri dengan Do’a.. iya, aku selalu menyebut namamu dalam Do’a, aku menghapus rinduku dengan mendokan mu agar semua tetap utuh seperti apa yang aku harapkan, seperti mimpi dan keinginan kita. Do’a adalah caraku memelukmu dari sini, Do’a adalah caraku meyakinkan tuhan jika aku bahagia ketika bersamamu, aku percaya tuhan mendengar do’a ku..
Tuhan tau apa yang terbaik untuk kita.. tuhan tau alas an mengapa kita dipersatukan dengan hal yang tidak biasa seperti ini. Tuhan begitu menguji kesabaran dan kesetiaan dalam kisah yang kita lalui kali ini.
Bagiku melepas rindu dengan mendengar suaramu saja sudah cukup, meski terkadang aku tersudut ketika ingin memelukmu dan memanjakanmu, lagi dan lagi aku harus bersabar menunggu waktu pertemuan itu datang. Tapi aku sabar… aku sabar untuk kamu dan untuk kita. Kesabaran ku adalah bentuk pengakuan ku jika memang kebagiaanku adalah kamu. Kesabaranku adalah bukti ketulusan jika aku menyayangimu dan menginginkanmu.
Jika waktu yang aku tunggu tidak pernah
Datang dikemudian hari, dan jika jawaban tuhan atas cintaku dan cintamu tidak seperti apa yang kita harapkan, aku disini, tidak pernah menyesal menghabiskan waktuku hanya untuk menunggu kedatangan dan cintamu, aku tidak pernah menyesal telah memberikan hatiku untuk kamu miliki. Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang telah aku jalani. Pernah mencintaimu adalah anugrah tuhan untukku bisa merasakan bahagia memiliki dan dimiliki olehmu.
Setiap kata yang terucap darimu adalah ketenangan dan kebahagiaan tersendiri untukku. Jalan kita masih panjang, banyak aral dan liku yang harus kita lewati bersama. Hanya dengan bersamamu, aku bisa. Hanya dengan bersamamu, aku kuat. Jalan yang kita lewati tak akan selamanya lancar dan mulus, cobaan dan permasalahan pasti ada menjadi batu kerikil dalam perjalanan kisah kita. Jika kita berdua mampu percaya dan menjaga keutuhan yang telah kita bangun, semuanya akan baik-baik saja. Do’a. iya.. hanya itu, hanya itu yang kamu dan aku andalkan. Aku hanya membutuhkan kamu untuk menggenggam tanganku lalu berjalan bersama mencari tujuan dari perjalanan panjang yang kita lalui.. tujuan yang menjadi mimpi kita berdua, adalah sama sama menjadi cinta terakhir..
Kita pernah merajut asa dan rasa, merangkai mimpi dalam nada dan irama.
Kamu dalam kisahku, menajdi cerita yang tak mungkin terlupa, cinta yang seperti ini yang mungkin tidak pernah aku rasakan selain bersama kamu..
Aku bukan mengeluh atas apa yang aku rasa, tapi ini adalah beban yang harus kita lewati bersama.. malaikatku, aku ingin kamu yang menghiasi hidupku dengan nafasmu.. Renungilah semua.. kita sama sama punya rasa, kita sama sama punya cinta.. Hariku akan sepi jika tanpa tawamu, Semangatku berkurang jika tanpa lirih suaramu, Hatimu adalah lautan terluas yang mampu membuatku tenggelam jauh bersama angan dan cintamu. Saat malam mungkin hanya ada bintang yang menjaga tidurmu, tapi.. disini ada aku yang selalu menjaga hatimu tanpa mengenal rasa lelah. Aku bertahan atas keinginan dan kepercayaan hatiku, aku bertahan karena aku ingin kamu menjadi tempat terakhir dari perjalanan panjangku. Ku yakini kamu selalu milikku.
Melukis Langit Senja
Pagi hari kuntum melati mulai bersemi kembali
Terbuai dengan sentuhan embun sejak semalam
Hingga senja beranjak menghampiri
Dititipkannyalah segala harap dan ketulusan yang mendasar
Bertanya pada langit kala itu
Akankah menyecap kebahagian setiap waktu
Lalu bagaimana dengan kabar kepahitan dan kesengsaraan
Angin sepoi sedikit menggelitik
__ADS_1
Menerpa wajah serta membawa aroma bunga
Akankah dia yang kucinta kembali dan membawa rindu bersamanya
Aku yakin dengan rasa ku
Cinta yang terilhami dari ketulusanmu, kekagumanku, dan kebersamaan kita
Hingga kini masih menjadi misteri
Teka-teki saat manik mata kedua insan saling menatap
Tak tahukah engkau wahai lelaki pujaan
Nuansa jingga kembali membawaku ke masa lalu
Dan kini ku sadari itu hanyalah kenangan
Dari kisah cintaku yang bertepuk sebelah tangan
Kamu Adalah Judul Puisiku
Aku dan kamu
Dua insan berbeda suku bertemu disaat tidak tepat
Masih terngiang pertemuan pertama kala itu
Belum mengenal serta belum bersua
Terbingkai senyum cerah raut wajahmu
Membuat aku bertanya siapakah gerangan
Anak adam yang berhati mulia nan rupawan
Kamu
Seseorang istimewa mengisi relung hatiku
Sejak 2 tahun lalu
Datang tanpa aku undang dan membukanya dengan caramu secara perlahan
Tahukah kamu apa arti dirimu bagi ku
Kamu
Seiring berjalannya waktu membuat aku terbiasa akan kasih sayangmu
Segala humor kau selipkan setiap pembicaraan kita
Kepedulianmu dan perhatian yang kau berikan setiap waktu
Hati yang telah lama tertutup lambat laun mulai terbuka kala itu
Kamu
Pujangga yang berada dihidupku tanpa ikatan jelas
Tanpa rencana dan seketika pergi tanpa ucapan selamat tinggal
Bagian kenangan yang tidak akan pernah selesai
Inginku Milikku Dirimu
Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua...
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia...
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun .. ingin ku miliki dirimu...
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t’lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku.
__ADS_1