AKU ISTRI MU BUKAN PENGEMIS NAFKAH

AKU ISTRI MU BUKAN PENGEMIS NAFKAH
Bagian 18


__ADS_3

Diana pun mencobanya, Diana terkejut, "Oh ... ini sangat melembabkan. Kamu membelinya dimana?"


"Ini produk jualan perusahaan kami yang baru launching minggu kemarin. Ambilah jika kamu membutuhkannya."


Wina datang. Melihat Wina, Miranda bergegas menuangkan teh kecangkir.


Wina duduk di samping Diana. Miranda memberikan cangkir teh ke Wina. Wina mengambil tehnya dari tangan Diana, saat itulah Wina melihat gelang Diana yang sangat mirip punya Miranda.


"Gelang itu ..."


Wina melihat leher Miranda yang memakai motif kalung yang sama dengan yang di pakai Diana.


".... seperti nya kalungmu dan gelang Diana memiliki seri yang sama."


Diana melihat leher Miranda, "Iya, ya, nampak nya satu set gitu."


Miranda hanya tersenyum sinis mendengar nya. Miranda melirik gelang Diana.


"Bolehkah aku bertanya, dimana kamu membeli gelang itu?"


Diana pura - pura bingung.


"Kenapa kamu bertanya?" Mama Dinda menyela.


"Sejujurnya, kalung yang aku pakai ini dia memiliki gelang yang sangat mirip dengan yang kamu pakai sekarang. Satunya untuk ku dan satu nya lagi untuk seseorang dan perhiasan itu spesial buat orang itu, tapi di hari aku memberikan kado itu ternyata kotak perhiasan itu di buang ke tong sampah dan aku mengambil nya lagi, tapi kotak itu sudah dalam keadaan terbuka dan kosong. Gelang mu dan kalung ku terlihat satu set."

__ADS_1


Diana terdiam. Dan mengingat - ingat kembali dari mana dia mendapatkan perhiasan itu.


"Kalau boleh tahu, dimana kamu membelinya karena perhiasan itu limited edition dan hanya ada satu di dunia."


Mama Dinda.


Diana menatap gelangnya.


"Bisa saja kan perhiasan yang kamu beli itu palsu, yang kamu beli di pasar loak. Dan perhiasan asli ada pada Diana." kembali Mama Dinda bersuara. Namun kata - kata Mama Dinda tidak di gubris oleh Miranda.


"Kamu beli di mana gelang yang kamu pakai itu?" tanya Miranda.


Diana mengakui kalau dia membeli gelang itu di pasar loak.


"Sulit aku percaya, kenapa ada perhiasan yang sangat mirip dengan yang aku beli waktu itu. Sepertinya aku harus memeriksa keasliannya."


"Aku akan memberikannya padamu lain waktu. Aku akan memeriksa nya dengan cermat."


"Bisakah aku yang akan melakukan nya?"


"Kamu ini apa - apa sih Miranda? Memang nya di dunia ini hanya kamu yang boleh memiliki gelang seperti yang di gunakan Diana? Apa kamu mencoba untuk mengatakan jika Diana yang mencuri gelang mu waktu itu?" Mama Dinda tak terima dengan kata - kata Miranda.


"Bukan begitu mah? Apa salah jika Miranda ingin melihat gelang Diana? Gelang Diana dan kalung Miranda sama Mah. Gelang yang sudah Miranda persiapkan jauh - jauh hari untuk kado ulang tahun Mama. Hasil tabungan Miranda dari hasil penjualan kosmetik yang Miranda sisihkan selama ini."


"Cukup Miranda, cukup. Jangan buat mama malu di depan Diana." ucap Mama Dinda sembari berdiri dan menggandeng tangan Diana untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


Mama Dinda dan Diana pergi, tersisalah mereka berdua. Wina mencoba menghibur sahabatnya itu.


Sembari mengusap pundak sahabatnya, "Sudah, sudah."


"Terimakasih."


"Untuk menghiburmu, bagaimana kalau aku traktir makan siang?"


Wina mentraktir Miranda makan enak di sebuah restoran mahal.


"Restauran disini terkenal dengan roti iga panggang. Cobalah!"


Miranda mencobanya, "Ini sangat enak. Tapi, aku belum bisa melupakan gelang itu."


"Gelang itu tidak terlalu berharga. Jadi, tolong jangan di pikirkan lagi. Silahkan nikmati makan ini!"


"Kenapa kamu tidak makan? Apa kamu tidak suka daging?"


"Aku suka daging. Hanya saja untuk saat ini aku sedang diet."


Lalu Miranda mencoba makanan yang lain. Miranda mencoba kimchi daun sawi.


"Ini sangat enak. Mungki aku harus membeli beberapa untuk di bawa pulang kerumah. Apa mereka menjual kimchi daun sawi disini?"


"Apa kamu menyukainya? Aku pandai membuat kimchi daun sawi resep dari mantan Mama mertua ku dulu yang sangat menyukai makan kimci dan mereka memiliki perkebunan keluarga sendiri yang sudah di wariskan ke aku saat aku dan anak nya akan bercerai waktu itu."

__ADS_1


__ADS_2