
Mereka sudah duduk di meja yang sudah di sediakan oleh Miranda sejak sore tadi. Hidangan penutup telah di sajikan di atas meja, tapi Miranda tidak bisa menikmati hidangan penutup itu bareng sedikit pun karena Miranda sibuk melayani mereka layaknya seorang majikan.
"Mari makan malam bersama setiap akhir pekan? Atau paling tidak satu bulan sekali?" ucap Mama Dinda sembari menatap Diana.
Diana menatap Tomy.
"Sekretaris Diana, Apa permintaan Mama merupakan permintaan yang sangat sulit untuk kamu penuhi? Untuk makan malam setiap akhir Sabtu atau setidaknya satu bulan satu kali?"
"Tidak Mah, permintaan Mama sama sekali tidak sulit untuk Diana kabulkan."
Miranda kesal, tapi sebisa mungkin menahan diri.
Sembari bersantai sejenak, Tomy menyelingi pembicaraan mereka dengan pekerjaan.
"Omong - omong, Bagaimana dengan kesepakatan dengan kontrak kerja yang baru dengan PT, waterflay?"
"Direktur yang bertanggung jawab atas PT itu akan mengadakan pertemuan Minggu depan."
"Kenapa kamu menyerahkan kepada orang lain? Hal - hal penting yang menyangkut perusahaan harusnya kamu kan yang turun tangan."
"Direktur Lina telah bertanggung jawab untuk itu dan memiliki pengetahuan dalam hal ini."
Tomy menatap tajam Diana.
"Aku akan melakukan pertemuan sendiri kalau begitu."
Setelah bertamu hingga berjam - jam, akhir nya Diana pamit undur diri.
"Terimakasih Mah untuk jamuan makan malamnya." ucap Diana sembari memeluk Mama Dinda. Mama Dinda pun membalas pelukan Diana.
__ADS_1
"Sama - sama sayang. Seharusnya Mama yang bilang terima kasih karena kamu sudah mau memenuhi undangan makan malam Mama."
Miranda beranjak pergi.
❤️❤️❤️❤️❤️
Wina baru saja selesai jogging, ia melihat Miranda sedang menyiram tanaman. Ia ragu namun akhirnya dia mendekati Miranda.
"Bagaimana kabarmu dan suami?"
Miranda menoleh.
"Hai, Win kenapa kamu bisa berada disini sepagi ini?"
"Mulai hari ini dan seterusnya kita akan sering - sering bertemu."
Hening sejenak.
"Yup, betul sekali. Kebetulan juga suami ku di pindah tugaskan ke daerah sekitar sini. Muka mu terlihat sangat lelah, bagaimana kalau kita pergi kespa siang nanti?"
"Bukan kah kita harus berkerja?"
"Libur satu hari tidak apa - apa. Lagi pula target penjualan sudah mencapai target. Jadi sudah saat nya kita menikmati hasilnya. Jangan pekerjaan mulu di otak. Selamat tinggal."
Wina pergi, Miranda bingung menatap kepergian Wina.
❤️❤️❤️❤️❤️
Mama Dinda dan Diana sedang berada di spa.
__ADS_1
Mereka membahas soal tas. Diana berfikir dia harus membuang tas nya. Lalu mereka melihat Miranda dan Wina lagi berendam di luar.
"Mereka terlihat sangat dekat dan akrab." ucap Diana.
"Mereka terlihat seperti bersaudara. Sama - sama kere dan miskin."
"Miranda jika bertemu dengan ku, jarang sekali dia tersenyum."
"Aku tahu. Ayo pergi." ucap Mama Dinda.
...****************...
Mama Dinda, Diana dan Miranda duduk sambil ngeteh di taman.
"Cuaca hari ini sangat cukup bagus." ucap Miranda.
"Miranda bagaimana kamu tidak memiliki satupun kerutan di wajah mu?" tanya Diana yang mengagumi wajah Miranda yang terlihat awet muda.
Miranda menunjukkan rahasia nya. Dia mengeluarkan pelembab dari tasnya dan memakai nya.
"Apa itu?"
"Pelembab yang aku gunakan. Mengingat usia kita yang sudah tua harus rajin menjaga diri kita sendiri biar suami tetap aman berada di sisi kita makanya aku menggunakan apa yang aku butuhkan."
"Apa maksudmu?"
Miranda tak menggubris pertanyaan Diana.
"Cobalah!"
__ADS_1
Miranda memberikan pelembabnya ke Diana.