Aku Kira Kita Musuh

Aku Kira Kita Musuh
WELCOME NUKA


__ADS_3

“Apa benar nuka akan melaporkan mereka ke pihak berwajib ?” tanya prin dengan pelan saat meninggalkan kelas sebelah tersebut


“Yaa mana aku tahu, aku hanya mengasal saja agar mereka ketakutan dan Meminta maaf ke nuka hihi” Jawab Selina dengan cekikan


“Wahh kamu pintar sekali Selina” Puji prin


“Kamu juga pintar prin kamu menimpali perkataanku haha tentu saja mereka semakin ketakutan hihi” kata Selina



......................


Saat masuk kelas mereka pun menenangkan nuka, tak lama murid – murid yang sudah membully nuka datang menghampiri nuka dan Meminta maaf beramai – ramai.


“maaf nuka kami salah, kami tak akan mengulanginya lagi, kami mohon jangan laporkan kami ke pihak berwajib , jadi tolong maafkan kami” Ucap murid beramai – ramai dengan memohon


Nuka yang mendengar permintaan maaf mereka pun di buat bingung, dia paham saat melihat prin dan Selina tertawa.


“Ini pasti kelakuan mereka” batin nuka


“Yaa sudah aku tidak akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib dan kalian ku maafkan, kalian boleh pergi” ucap nuka


“Ya baik nuka kita tidak akan mengulanginya lagi, terima kasih nuka” Jawab mereka dan langsung bubar


“Wahhhhhh, terima kasih prin, Selina dan herra, aku sangat – sangat takut di hari pertama sekolah aku sudah mendapat perlakuan seperti itu , aku sudah putus asa, tapi untung saja kalian datang dan membantuku” Ucap nuka dengan penuh terima kasih


“santai saja nuka memang begitu lah mereka tapi kau tenang saja ya, mungkin ini salah satu cobaan agar mentalmu terbentuk hehe” Ucap prin


“Hey kamu tenang saja nuka ada bodyguard prin di sini yang akan melindungi kita hehe” Ledek herra


“Ahh pokoknya terima kasih yaa kalian sudah membantuku huuhu” Kata nuka


“Iya iya nuka sudahlah” kata Selina


“Bagaimana sebagai rasa terimakasihku , aku mau mengajak kalian makan siang sepulang sekolah nanti” nuka yang memohon


“Boleh sih kalau aku, gimana herra dan prin mau nggak” tanya Selina , prin dan herra pun ikut saja


Sepulang sekolah nuka pun mengajak mereka ke sebuah café.


“Pokoknya kalian bebas pesan apa saja anggap saja itu rasa terima kasihku” Ucap nuka dengan Bahagia


“Hmmm nuka aku sampai belenger mendengar ucapan terima kasihmu yang dari tadi aku dengar” Kata Selina dengan wajah ingin mual


“hehe aku sangat senang sekali, ayo – ayo kalian pesan lah” kata nuka


Tak lama pesanan mereka pun datang.



“Hmm nuka kamu ceritakan dong sepenggal kisahmu , azekkk haha supaya kita bisa mengenalmu lebih jauh hihi” tanya Selina.


“Hmmm oke kita mulai dari awal saja namaku nuka dan aku bukan asli warga di sini , aku pun baru – baru saja pindah kesini karena ikut orang tua, dan aku memilih sekolah ini karena pilihan ku sendiri , yaa walaupun awalnya kakakku yang sudah lama tingga di sini nggak setuju aku sekolah di yang sekarang aku tempati, aku sangat kekeh dan tidak mendengarkan sama sekali , beberapa jam yang lalu aku menyesali keras kepala ku ini, tapi sekarang aku tak menyesalinya pilihan ku benar untuk memilih sekolah ini berkat kalian hehe..” Jelas nuka


“Hmmm perasaan tadi selina bertanya kenalkan diri bukan bertanya mengapa sekolah di sini” Batin herra melihat Selina

__ADS_1


“Hehe apa di tanya apa di jawab hehe” Batin Selina , mereka berbicara dalam hati tapi saling mengetahui.


“Hmmm nuka bukan itu yang di tanyakan Selina , kamu di suruh memperkenalkan diri bukan malah menjelaskan yang lain hmm” Frontal prin


Selina dan herra pun kaget dengan pernyataan prin itu mereka tak enak dengan nuka, tapi yaa seperti inilah prin.


“Oh yaa maaf hehe” Nuka pun tertunduk karena malu, segera herra pun mengalihkan pertanyaan lain


“kamu tingga di mana nuka kalo boleh tahu ?” Tanya herra


“Aku tinggal tak jauh dari sini herra” jawab nuka


“Ahh berarti hamper berdekatan saja dengan tempat tinggal kita kan prin” Kata herra


“Ya jadi kita bisa berangkat Bersama nuk” ajak prin


“Hehe boleh – boleh” kata nuka dengan Bahagia.


Setelah lama mereka berempat berbincang, mereka pun pulang Bersama.


......................


“Bagaimana sekolahnya hari ini nak ?”Tanya ibu nuka


“Seneng banget pastinya aku udah dapat teman – teman yang baik juga loh bu” Jelas nuka dengan semangat


“hmm ayo taruhan pertemanan kalian tak akan lama liat saja cepat berteman cepat , bermusuhan juga cepat pasti haha” Ucap kakak nuka yang sejak awal menentang nuka besekolah di situ.


Nuka pun hanya terdiam mendengar ucapan kakaknya, kalau saja kakaknya tau apa yang terjadi padanya mungkin saja kakaknya lah yang akan berterima kasih kepada Selina , prin dan herra.


Nuka pun hanya terdiam mendengar ucapan kakaknya, kalau saja kakaknya tau apa yang terjadi padanya mungkin saja kakaknya lah yang akan berterima kasih kepada Selina , prin dan herra.


Semakin lama nuka, Selina , herra dan prin saling dekat satu sama lain, mereka menghabiskan waktu Bersama seperti mengerjakan tugas hingga bermain Bersama.







...----------------...


“Bu , saya pamit pergi dulu ya kerumah prin dekat sini saja kok nggak lama hehe” nuka yang pamit ke ibunya pun langsung pergi tanpa mendengar respon dari ibunya


Melihat kelakuan nuka membuat ibunya khawatir akan yang di katakan oleh kakak nuka tentang sekolah itu ia berharap nuka tidak menjadi anak yang nakal.


Sementara itu mereka bertiga yang sedang menunggu nuka di rumah prin untuk Bersama – sama mengerjakan tugas di café ibu prin.


“Wahh lama sekali sih nuka ?” keluh Selina ia adalah orang pertama menunggu kedatangan mereka


“Sabar sel sebenatar lagi , kan dekat saja jarak rumahnya dari sini, Hee prin sejak tadi aku melihatmu melamun saja , ada apa ? kalau kamu ada masalah cerita saja” Tanya herra penasaran tidak biasanya prin seperti ini.

__ADS_1


“ahh ngakpapa kok” Jawab prin dengan menunduk


Herra dan Selina yakin ada yang di sembunyikan oleh prin.


Tak lama nuka pun datang dengan berlari kencangnya


“Maaf ya guys lama aku habis membantu ibuku dulu hehe” Ucap nuka dengan ngos – ngosan


“Sudahlah nuka kamu jangan berbicara dulu aku yang melihatnya jadi sesak” Kata Selina


“Emang sih jarak rumahmu kesini dekat kalau pakai kendaraan kalau jalan kaki itu lumayan jauh apalagi hari ini panas banget kuat juga kamu nuka hahaha” herra dan Selina pun menertawakan nuka.


“Ihh kamu bau banget nuka jauh – jauh deh” celetuk prin yang sejak tadi diam , nuka yang baru saja mengenal prin biasa saja atas teguran dari prin , tetapi herra dan Selina kaget tiba – tiba prin mengatakan hal seperti itu.


“Hmm yaa sudah ayo kita ke café prin mengerjakan tugas ini” Kata Selina untuk mengalihkan pembicaraan


“iya – iya ayo” ajak herra dengan semangat


......................


Saat menuju café , prin dan nuka saling berbonceng , Selina Bersama dengan herra.


“Herra aku merasa agak aneh dengan kelakuan prin ?” Tanya Selina yang membuka pembahasan ini


“Ya betul sekali aku juga merasakannya bukan hanya hari ini sebenarnya aku sudah merasakan sejak beberapa hari yang lalu tapi aku anggap biasa, apalagi di hari ini, dia kenapa ya ?” kata herra


“Memang aku baru mengenalnya kedekatan ku dengannya pun belum lama tapi aku merasa dia berubah entah dia aslinya seperti itu atau memang berubah , seharusnya kamu lebih tau herra” kata Selina


“Setauku memang dia seperti ini tapi tak separah ini , justru aku mau mencari tau dulu di balik lamunanya itu mungkin saja ada sesuatu yang membuat dia semakin seperti ini” Jawab herra


“Aku tadi kaget sekali dia berkata dan memperlakukkan nuka seperti itu yaa semoga saja nuka tak sakit hati deh, dan yang kamu katakan betul herra pasti ada sesuatu” kata Selina


“Iyaa semoga saja nuka menganggap itu hanya candaan prin yang seperti itu” ucap herra.


......................


Sedangkan di depan terlihat nuka dan prin juga berbincang.


“Nuka kamu akan anak baru di sekolah jujur saja kamu sangat berani sekali masuk di circleku dengan Selina , herra” Ucap prin dengan jutek


Nuka yang polos tak tahu apa maksud prin.


“memangnya kenapa ?” tanya nuka yang membuat prin merasa semakin jengkel.


“Anak ini pura – pura nggak tau atau memang bodoh” Batin prin


“Jujur saja kamu masuk di circle hits sekolah , semua ingin sekali ikut masuk di circle yang aku buat ini tapi kami nggak mau, kalau bukan Selina kamu tak akan ku terima masuk di circle ku ini, jadi jagalah sikapmu dan lain – lain jangan membuat kami malu ! paham ?” Bentak prin


“Ternyata selama ini aku salah menilai kalau mereka tulus berteman denganku ternyata mereka memilih – milih pertemanan seperti ini” Batin nuka


“Hei kenapa kamu diam saja nuka ? paham nggak ?” Tanya prin lagi


“I-iya prin aku paham” Jawab nuka dengan sedih


...****************...

__ADS_1


__ADS_2