
Setelah beberapa hari Selina dan Prin semakin dekat saja,
“asikkk udah kayak adik kakak loh kalian ini hehe” Komentar herra di story Instagram milik Selina yang mengupload fotonya dengan prin.
“Iyaa nih harus dekat karena sepupunya tak mau dekat sih haha” Jawab Selina dengan meledek herra
“Enak aja, btw aku udah di rumah nih sel, besok aku bawakan ya oleh – olehmu” Kata herra
“Waahhh terimakasih yaa herra, besok aku tunggu di sekolah yaa” Jawab Selina
Keesokan Harinya
Prin pun menunggu Selina di bangku herra ia tak tau kalau herra akan masuk sekolah hari ini , karena selama beberapa hari herra pergi prin lah yang memakainya agar bisa dekat dengan Selina,
Tak lama kemudian Selina dan herra pun masuk kelas Bersama betapa terkejutnya prin melihat herra segera dia pindah dari bangku itu , untung saja herra tak melihatnya.
Brukkkkk….
Prin pun terjatuh karena kakinya yang tersandung membuat semua murid di kelas itu menertawainya.
“Apa yang kalian tertawakan ? Apa pantas melihat teman terjatuh kalian bersikap seperti itu !” dengan Lantang suara herra yang membela prin,
Selina membantu prin yang terjatuh itu untuk membawanya ke uks.
“Kenapa kamu bisa sampai terjatuh seperti itu prin ?” Tanya Selina sambil mengobati luka di tangan prin,
Prin pun hanya diam tak merespon pertanyaan Selina , Herra yang berdiri samping Selina terus memandangi prin ia kesal mengapa prin tak menjawab pertanyaan Selina dan terus memasang wajah jutek itu.
Di sisi lain prin bingung dan malu melihat herra sudah Kembali dan bingung kalau dia akan menjawab apa yang terjadi barusan dia tersandung karena menghindari herra dan Selina.
“Baiklah Prin Lukamu sudah aku obati” Ucap Selina dengan ramah, Prin tanpa sepatah kata apapun langsung pergi meninggalkan Selina & herra di ruang uks itu, sontak saja membuat herra kesal.
“dihh, nggak tau diri banget Selina besok – besok kalau mau tolong orang itu lihat – lihat dulu dia tau terima kasih apa kagak” Ucap herra dengan suara yang keras ia sengaja agar prin mendengar sindirannya itu, tetapi Selina tau apa sebab prin bersikap seperti itu.
“Hussst Herra jangan ngomong gitu” Kata Selina yang menenagkan herra
Prin yang mendengar sindiran herra akhirnya terpancing emosi kemudia dia masuk Kembali keruangan uks itu dengan menobrak pintu itu.
“Kamu sindir aku herra ?” Tanya prin yang langsung menghadap ke herra
“Emang buat siapa lagi nggak mungkin buat Selina dong” Jawab herra dengan tawa sinisnya
“ehh kalian udah dong kok jadi berantem sih udah dong prin herra ntar guru denger ada yang berantem di sini, ntar aja berantemnya pulang sekolah yukk” Ucap Selina yang berusaha memisahkan mereka
“Seharusnya kamu itu berterimakasih ke aku dan juga Selina siapa yang bela kamu ? siapa yang menolong lukamu kalau bukan kita berdua !! Hahh ! kita nggak minta apa – apa kok tapi kamu tau diri dong bilang terima kasih kek” Jelas herra dengan marah
“Ehh aku nggak minta di bela dan di tolong yaa tapi kalian sendiri yang menolong aku !” Jawab Prin
__ADS_1
“Nah ini nih tipe anak yang nggak pernah di ajarin orang tua oh iya lupa bapakmu kan kurang ajar yaa ngak bakal jauh – jauh dari anaknya pasti gitu juga haha” Ucap Herra dengan senyuman remeh
Prin yang mendengar ucapan herra langsung ingin menampar herra, tetapi di tahan oleh Selina.
“Ehh jaga mulut mu yaa bangsat !” Jawab prin dengan sangat marah , Selina yang terus menghentikan mereka tetap saja tak bisa
“Haha aku bangsat ? Ngaca kamu sama bapakmu yang bangsat !” Ledek herra
Herra dan Selina pun tak berhenti untuk saling adu mulut.
Selina yang Lelah akan sikap mereka langsung mendorong mereka agar terduduk diam.
“Diammmmmmmmm !!!” Ucap Selina dengan teriakan yang lantang,
Herra dan Prin pun kaget akan dengan kemarahan Selina itu perempuan yang di juluki guardian angel itu menjadi malaikat yang sangat jahat.
“Apakah kalian berdua bisa tenang bisa diam ? Herra kamu nggak sepantasnya mengatakan hal yang kasar kepada prin apalagi sampai membawa – bawa hal pribadi seperti itu, dan kamu Prin mengapa kamu tak bisa mengucapkan terima kasih apakah itu sangat susah keluar dari mulutmu , aku tau kenapa kamu tak ingin mengucapkan itu karena ada herra bukan ? Jawab ?” Tanya Selina dengan lantang
Terlihat herra dan prin pun hanya duduk terdiam tak berani menatap Selina,
“Hmm i-iya aku malu ada herra sebisa mungkin jika ada herra aku tak ingin berbicara sel” Ucap prin dengan terbata – bata
“Hah ? Ada apa dengan herra dia kan sudah berusaha membela mu dan sampai di uks pun dia tak kenapa – kenapa denganmu saat kamu pergi barulah dia menyindirmu jadi seharusnya kamu tak marah ? jelaskan ada apa dengan herra kenapa ? atau kah kamu herra yang aku tak tau atau aku tak lihat kamu ada berbuat apa saja hingga dia seperti ini ?” Tanya Selina dengan lantang
Herra kaget saat di tanya Selina dia pun melambaikan tanggannya dengan wajah bodohnya sebagai tanda bahwa ia tak tau apa – apa .
“Bukan Selina mungkin memang aku saja yang berfikiran buruk ke herra padahal kamu dan herra sudah berusaha baik denganku tapi aku saja yang berburuk sangka kepada kalian , maafkan aku Herra Selina” Dengan menyesal Prin pun Meminta maaf kepada mereka berdua sampai menitikkan air matanya.
Dengan lantang Herra menjawab “Tidak akan aku memaafkannya apalagi Meminta maaf kepadanya tetap dia yang salah titik”
“Tapi dia kan baru saja Meminta maaf kepadamu , kamu mau apalagi herra ?” Tanya Selina dengan marah
“Pokoknya aku nggak mau titik” Tegas herra dan langsung meninggalkan Selina dan herra di ruangan itu.
“Udah gilak anak ini kambuh gilaknya fix” Ucap Selina dengan melihat herra yang pergi
“Maafkan aku Selina karna ku kamu jadi berantem dengan herra, memang benar kata herra aku tak pantas di maafkan dan menerima minta maaf darinya dia baik kepadaku dan aku tak pernah membalas kebaikannya” Ucap prin dengan terseduh – seduh , Selina yang terus menyemangati prin
“Dulu saja saat aku mulai tak menegurnya dan mulai tak baik padanya dia selalu baik kepadaku selalu menolongku tapi aku saja yang tak menghiraukannya dia hanya diam, mungkin ini titik kemarahan herra sampai dia berkata seperti itu padaku, bahkan jika kau tak menahanku Selina aku akan menampar adik sepupu ku itu dan aku akan semakin menyesal jika hal itu terjadi” Tangis prin pun pecah saat menjelaskan itu, Selina langsung memberikan tissue kepada prin
“Tapi Prin aku boleh tau mengapa kamu dulu bersikap dengan herra seperti itu menghindarinya dan cuek terhadapnya ? kalau kamu mau menjelaskan kalau tidak tak apa – apa hehe” Tanya Selina yang ingin dia tau kebenarannya selama beberapa hari ini, ia ingin sekali mendekatkan herra dan juga prin.
“Dulunya aku dan herra sangatlah dekat prin apalagi kita hamper seumuran bahkan masa kecil kita isi Bersama – sama dan juga kita adalah keluarga yang berdekatan rumah, hingga pada saatnya ayahku membandingkan ku dengan herra dari segi manapun aku sakit hati jika terus di bandingkan di tambah papaku menipu ayahnya herra, maka dari itu aku menghindari dan menjauhinya aku Lelah di bandingkan dengannya dan sikap ayahku itu aku malu, padahal keluarga herra menganggap yang lalu biarkanlah berlalu tapi tetap saja aku tak tau berterima kasih” Jelas Prin dengan terbata – bata
“Seperti itu prin sebelumnya herra juga sudah menjelaskan ini ia tau mengapa kamu seperti itu kepadanya , dan dialah yang memberiku cara agar bisa dekat denganmu secepat mungkin karena kau tau kamu adalah orang yang baik maka dari itu aku mendekatimu , herra sangat setuju dengan tujuanku dan dia menyemangatiku” Jelas Selina
“Apa ? Dia masih saja selalu baik denganku , Rina adalah teman dekatku dia aku larang untuk berteman dengan herra beda halnya dengan herra dia mengajak temannya untuk berteman denganku huhu” Tangis prin semakin pecah saat mendengar penjelasan Selina dia merasa sangat jahat kepada herra selama ini.
“Selina mau kah kamu menolongku , bisa kah kamu membuat aku dan herra Kembali seperti dulu kedekatan kami ?” Mohon Prin kepada Selina
“Hmmm aku tak bisa janji sih prin hehe tapi aku akan usahakan, yang terpenting saat ini aku mengembalikan mood nya herra dulu hehe” Kata Selina
__ADS_1
Tringggggggggg….. Bel masuk pun berbunyi
“Sudahlah prin hapus air matamu ayo kita masuk kelas” Ajak Selina
“Ahh Tidak Selina kamu saja katakana saja pada guru aku istirahat di uks , tak mungkin aku masuk kelas dengan mata dan wajah yang bengkak ini” mohon prin
“Hahaha iyaa ingusmu saja meler iyueeehhh dan wajahmu merah sekali seperti kepiting rebus” Ledek Selina
“Ihhh sudah sana pergi” dengan malu prin mengusir Selina dan menutup pintu uks itu.
“Iya iya yaa sudah aku masuk dulu nanti aku kesini lagi istirahat yaa” Ucap Selina
Selina mengeluarkan handphone dari dalam tasnya dan mematikan rekaman tadi, dia sudah merekam semua percakapannya dengan prin dan segera mengirimkan kepada herra.
“HARUS DENGAR !!” Kata Selina di chat tersebut.
Saat Selina masuk terlihat herra memakai headset , Selina yakin dia sudah mendengarkan rekaman itu.
Selina duduk di tempat duduk prin bukan di tempat duduknya biasa di samping herra.
Drrrtt..drrtt Getarhp Selina ternyata chat dari herra
“Hei kenapa duduk di situ kelakuan apalagi yang mau kamu lakukkan kamu ingin aku duduk berdua dengan prin,
gilak yaa ?” Kata herra
“Kamu yang gilak ,
tentu saja aku duduk di sini mood mu pasti belum baik kan ?
kamu sudah mendengar rekaman tadi ?” Tanya Selina
“Aku kan marah kepada prin bukan kepadamu
Iya aku sudah mendengarnya busett kenapa kamu menceritakan semuanya kan aku malu” Jawab herra
“Hallah apa yang di malu kan ? intinya aku sudah memberitahu mu semua tidak ada yang ku sembunyikan setelahnya kamu saja yang mengatur” Ucap Selina dengan ketus
Herra melihat Selina dari kejauhan bukkanya Selina membalas senyuman herra tetapi di balas sinis oleh Selina.
“Idihhh apa – apaan Selina gilak, aku akan membicarakan ini di toilet aku yakin dia akan mengikutiku” batin herra
“Ibu ijin saya mau ke toilet dulu” Ijin herra
“Ya silahkan herra” Jawab ibu guru itu
Sesampainya di toilet
“Lama sekali Selina menyusulku ? Akan ku chat dia saja, ehh tapi bentar deh aku pipis dulu” Batin herra kemudian masuk ke dalam toilet
Betapa kagetnya dia melihat segerombolan anak lelaki mengepung dirinya dan ikut masuk ke toilet.
__ADS_1
“Tolongggggg…." Teriak Herra