
“Setelah makanannya datang aku akan menceritakannya sebelum itu ayo kita foto – foto dulu” Ucap herra
“Prin antarkan makanan ini ke meja nomor 6 itu” pintah juru masak itu
“Baiklah aku akan mengantarkannya”
Prin pun mengantarkan pesanan itu
“Ini pesanannya kakak, Selamat menikmati” Ucap prin dengan ramah dia tak melihat siapa pelanggan yang memesan makanan itu,
“Terima Kasih Prin” Jawab Selina dengan tersenyum melihat prin
Tentu saja prin sangat kaget dengan kedatangan mereka, prin pun langsung meninggalkan mereka dengan wajah kesal.
“Prin ?” Ucap Selina yang ingin menghentikan prin
“Sudahlah Selina kalau pun kamu mengejarna dia tak akan mau Kembali kesini lagi, pegang saja kata – kata ku ini , kita masih ada pesanan lain yang belum di antarkan kita tunggu saja aku yakin bukan dia yang akan mengantarkannya lagi” Kata Herra dengan nada suara remeh
“Ada apa dengannya yaa ? Yasudah herra jelaskan saja” Selina yang siap mendengarkan penjelasan herra dengan penasaran
“ini akan menjadi penjelasan yang Panjang Selina, Aku dengan prin dari dulu tidak pernah dekat tapi kami punya hubungan keluarga , aku dan prin sepupuan” Ucap herra
Selina yang mendengar ucapan prin semakin kaget dia sudah berekspetasi kalau dulunya herra dan prin adalah sahabat yang dekat teryata mereka adalah keluarga.
“Maka dari itu mamahnya prin sangat mengenalku Hehe, Awalnya aku tak tau kenapa prin menjauhiku dia menjahuiku sejak SD di kelas 3 itu, dia mendiamkan ku karna aku tak tau mengapa dan akupun juga menjahuinya hingga sampai sekarang, karena kami keluarga yang sangat dekat bahkan di komplek rumahku saja hamper semua keluarga kami , kami keluarga besar dan yang sangat dekat adalah keluarga prin dengan keluargaku di tambah rumah kami juga sangat berdekatan”
Selina yang sangat serius mendengarkan Selina , Tak lama sisa pesanan mereka di antarkan langsung oleh mamahnya prin.
“Ini pesananya adik – adik cantik” Ucap mamah prin dengan ramah sambal menaruh makanan itu di atas meja mereka
__ADS_1
“Loh prin mana tante ? Bukannya dia tadi yang antar” Tanya herra, ia sengaja menanyakan itu agar Selina tau seperti apa prin jika ada kehadiran herra disini.
“Ohh dia baru saja pulang katanya perutnya sakit, Padahal tadi dia baik – baik saja ya sudah ibu balik dulu yaa selamat menikmati” Ucap mamah herra dan langsung meninggalkan mereka
“Kamu lihat Selina ? aku tak tau kenapa dia tak suka aku ada di sini, saat dia mendiamkan ku sudah lama aku selalu berusaha agar kami bisa dekat lagi dengganya tetap saja dia tak mau, dan parahnya dia tak suka aku berteman dengan siapa pun, kamu tak lihat kamu mendekatinya dia langsung menjauh bahkan sangat jutek, bahkan rina itu teman prin sangat ingin berteman denganmu tapi dia di larang oleh prin, rina nyeplos saat dia bercerita kepadaku, hanya rina lah satu – satunya teman prin dia juga pernah berusaha mendekatkan prin denganku malah rina yang kena imbas kemarahan prin” Jelas Herra
“Oh aku ingat bukankah berapa hari yang lalu prin mendorong rina” Tanya Selina
“Yaa itu hal yang biasa aku lihat dan aku dengar dia berkelakuan seperti itu terhadap rina” Kata Herra dengan senyum sinisnya
“Yang aku tau setiap mamahnya memarahinya dia langsung menjahuiku setiap saat aku sangat ingat itu, Jika kau tak percaya kita lihat saja besok setelah kedatangan kita kemari dia akan lebih – lebih jutek dari biasanya” Jawab Herra sambal memakan makannya
“Berarti Her ada sebabnya dari setiap marah mamahnya itu yang membuat dia langsung menjauhimu”
“Ntahlah , sudahlah sel tak perlu di pikirkan nggak penting banget tau nggak ?” Jawab Herra
“Bukannya seperti itu Her aku juga dulunya orang yang sangat tertutup aku nggak punya teman sama sekali, Baru ini aku punya teman yaa kamu herra aku tau kamu orang baik, begitupun saat aku melihat prin aku yakin dia juga orang yang sangat baik hanya karna suatu keadaan yang mebuat dia seperti itu” Jelas Selina
“Saat ini aku hanya membuktikan yang kamu bilang her dia menjahui orang – orang yang dekatmu ? tapi aku masih bingung caranya” Selina yang langsung memikirkan caranya
“Silahkan lah kamu berfikir Selina bagaimana cara mendekati prin aku mau makan dulu”
Saat itu Selina sedang berfikir bagaimana caranya mendekati prin dan Herra yang sangat sibuk makan dan foto – foto itu
“Oh yaa Selina aku ingin memberitahu mu, Besok aku ijin tak masuk sekolah aku mau menjemput nenekku di kampung untuk membawanya tinggal Bersama keluargaku di sini yaa mungkin sekitar 3 – 4 hari , kamu jangan kangen ya” Ledek Herra
“Dihh, sangat lama sekali kenapa tak sehari saja ijinnya 3 – 4 hari itu sangat lama, Apakah sangat jauh kampung nenekmu itu?” Tanya Selina
“Tidak jauh kok sehari memang bisa , tap ikan aku sekalian liburan HAHAHAHA” Tawa herra sangat besar yang membuat penggunjung lain melihat mereka
__ADS_1
“dasar kau, tapi jangan lupa oleh – oleh yah herr, Please” Mohon Selina
“Aman sel, ehh tapi dengan pergiku ini kamu kan jadi bisa mendekati prin nantinya” jelas Herra
Dengan ucapan herra itu langsung mendapatkan ide cara medekati prin itu.
“Waahh iya yaa Her, akupun sudah mendapatkan idenya nihh hehe” Ucap Selina dengan penuh semangat
“Wahh sangat niat yaa mbaknya haha” Ledek herra
Mereka pun melanjutkan nongki cantik mereka dan juga berjalan – jalan sebelum herra pergi besok.
Keesokan Harinya
”Tumben sekali kamu membawa bekal kak ? apa uang jajanmu kurang kak ?” Tanya ibu Selina yang sedang mempersiapkan bekal Selina itu
“Tidak bu uang jajanku sangat cukup aku hanya ingin membawa bekal karena kangen masakan ibu hehe, baiklah bu mana bekalnya aku segera berangkat sekolah ntar ketelatan” Ucap Selina setelah pamit dengan ibunya dan segera berangkat kesekolah,
Sesampainya di sekolah , Selina melihat prin dan benar saja saat Selina senyum kepadanya justru di jutekin oleh prin dan lebih jutek dari biasanya, Hal itu tak membuat Selina tak menyerah untuk mendekatinya , Selina pun sengaja membawa bekal itu agar bisa makan di kelas Bersama prin.
Tringggggggg…. BEL ISTIRAHAT PUN BERBUNYI
Selina keluar kelas karena ingin mengambil bekalnya di loker , Prin yang melihat murid – murid lain keluar istirahat segera mengambil bekalnya di tas yang telah ia simpan di belakangnya
“Hmm Selina istirahat sendiri , Herra kan menjemput nenek di kampung” Dengan senyuman sinisnya,
Saat dia berbalik badan betapa kagetnya dia melihat Selina masuk ke kelas membawa tempat makan itu.
Selina mendekati prin dan bertanya
“Hai prin apa aku boleh makan Bersama mu aku juga membawa bekal nih ?” Selina sengaja mengatakan seperti itu karena saat Selina masuk ia meliha prin menyembunyikan makanannya dengan malu
__ADS_1