Aku Kira Kita Musuh

Aku Kira Kita Musuh
AWAL MULA


__ADS_3

Tak..tak..tak.. suara rusuh dari kamar selina di pagi hari yang sudah menunjukkan waktu 06:56 “Selinaaa sudah siap kah ? Ayah juga mau berangkat kerja ini , bisa - bisa ayah terlambat karena mu selinaaa, ayoo bergegaslah” ucap ayah sambil membunyikan klakson mobilnya dari luar , tak lama kemudian selina pun keluar dan segera berangkat ke sekolah.



......................


Di sekolah terlihat beberapa murid mengerumuni mading sekolah , mereka mencari dimana kah kelas yang akan mereka tempati, terlihat rina dan prin menggerutu setelah mengetahui mereka ternyata tidak sekelas biasanya rina dan prin selalu di tempatkan di kelas yang sama sejak mereka SD & SMP



“Untuk pertama kalinya kita pisah kelas nih rina apa - apaan ini !” Kata prin dengan kesal “Sudahlah prin tak apa kalau waktu istirahat kan kita masih bisa bersama nantinya, tak usah di pikirkan , yaa sesekali lah kita berpisah agar aku dan kamu tidak di anggap anak kembar menggelikan sekali” kata rina , “nggak gimana - gimana rin , coba kamu baca daftar murid yang sekelas denganku tak ada satupun aku kenal , yang ku kenal hanya berada di kelasmu dan kamupun mengenal mereka juga , aku nggak mau menjadi orang pojok di kelas , kau kan tau sendiri aku tidak gampang dekat dengan orang lain” ucap prin dengan kecewa, “siapa bilang kau tak mengenal murid - murid di kelasmu ini ada nama herra, cieee ntar sebangku sama sepupu dekat nih” kata rina dengan mengombal prin, rina ingin selalu mendekatkan mereka tapi tak bisa walaupun rina tau prin sangat ingin dekat dengan sepupunya itu herra. “Hah ? Apa iya dia ada list kelas ku juga ?” Ucap prin dengan kaget “tapi, untuk apa juga dia kan tak ingin dekat denganku dan tak pernah menganggapku , aku cuma pengen kita sekelas rina fyuhhh” lanjut prin dan meninggalkan rina di depan mading itu “heyy prin tunggu aku” kata rina dan mengejar prin yang meninggalkannnya, brakkk “kalian ngapain sih minggir - minggir mengganggu jalan saja para lelaki itu menyebalkan” ucap rina yang selalu tertabrak murid - murid lain yang sedang berkrumunan.



......................


“Wahh kau lihat sepatunya , sepatu itu merk ternama yang di pakai selebriti - selebriti saat ini aku ingin sekali sepatu itu” ucap para murid perempuan “aku dia sudah punya pacar ? Aku suka sekali dengannya” , “heyy aku juga ingin kita liat saja siapa yang akan bisa jadi pacar dia ?” Ucap para murid lelaki itu


__ADS_1


“ mengapa mereka melihatku seperti itu wahh aku malu sekali” ucap selina yang berjalan cepat menuju mading dengan tertunduk yang ternyata sudah ada herra juga yang sedang mencari namanya di mading itu. “Selina..selina.. yaps aku di 10 Ap1” ucap selina “haduhh namaku kok nggak ada sih ?herra..herra.. apa aku di lupakan sama guru di sini atau sebenarnya aku tak di terima di sekolah ini aku hanya di prank kemarin di katakan aku lolos masuk sekolah ini” kata herra dengan kebingunggan yang terus mencari namanya. “Apa dia perlu aku bantu yaa hitung - hitung mencari teman dan aku harus bisa membuka diriku” ucap selina dalam hati “bismillah fyuhh,


“Mau aku bantu mencarikan namamu ? Siapa namamu” kata selina dengan senyuman “Ehh iyaa terima kasih tapi tampaknya memang namaku nggak ada aku sudah berulang kali mencarinya, kamu carikan saja namaku herra tusyah” ucap herra dengan putus asa , “baiklah sebentar aku carikan” selina mencari dan tak lama kemudian “10 Ap1 namamu ada di bawah namaku kita sekelas hehe” ucap selina , “mana ? Astaga aku nggak terlalu memperhatikannya hehe terima kasih ya ayo kita bersama - sama masuk ke kelas” ajak herra dengan semangat saat menuju jalan ke kelas herra pun mengajak selina untuk mencari 2 bangku kosong agar mereka sebangku dan selina pun menyetujui ajakan herra dan di depan kelas itupun terlihat prin dan rina memperhatikan mereka dari kejauhan.


“Nah itu herra sudah datang ya sudah aku tinggal dulu yaa prin aku mau ke kelas ku juga, kamu seperti anak kecil saja yang di tungguin orang tuanya pada saat masuk sekolah dasar haha” ucap rina yang meninggalkan prin tapi langsung di tarik oleh prin “Hey jangan kemana - kemana tunggu saja bel masuk baru kamu masuk dalam kelasmu itu, temanin aku saja dulu kamu pikir dengan meninggalkan aku pada saat herra datang aku akan bersenang - senang dengannya tentu saja tidak bodoh” ucap prin dengan kesal “ihh lepasin prin aku takut bangku ku di ambil yang lain” kata prin dengan memohon , “tenang aja nggak bakal ada yang ambil bangkumu kalaupun memang ada yang ambil aku yang urus, ehh kamu lihat deh rin dengan siapa herra ? Aku tidak biasanya melihat orang yang bersama herra itu karena aku mengenal siapa - siapa saja teman herra tapi yang ini aku tak tau” kata prin dengan rasa penasaran dengan hati yang marah ya seperti itulah prin dia tak bisa dekat dengan herra tapi dia selalu kepo’ tentang herra dia tak suka jika herra berteman dengan orang yang ia tak tau dia takut kalau teman herra itu akan membawa dampak buruk kepada herra. “Ohh itu selina dia menjadi trending topik loh di hari ini” ucap rina


Herra dan Selina pun melewati mereka tanpa memperdulikan sekeliling mereka tetapi mereka lah yang menjadi pusat perhatian.


Tringggg..tringgggg..tringggg


“Oke bye prin aku masuk kelas aku dulu” ucap rina dan meninggalkan prin , “yahh semoga saja yang mengisi bangku di sampingku orang nya nggak rese atau seperti rina deh pokoknya anaknya baik” kata prin dalam hati dan memasuki ruangan dan melihat selina dan herra berada paling depan




......................


Tringggggggggg…

__ADS_1


“Ayo herra kita ke kantin aku sudah sangat lapar mana tadi aku belum sempat sarapan” kata selina dan meraih tanggan herra untuk mengajaknya kemudian datanglah rina dengan membawa bekalnya ya, rina sebenarnya tidak ingin membawa bekal dia lebih menyukai makanan yang ada di kantin tapi karena prin selalu menyuruhnya membawa bekal untuk menemaninya juga membawa bekal


“Prinnn ayo kita makan ? Kamu bawa bekal apa hari ini ? Aku bawa ini, kamu mau coba prin ?” Kata rina dengan meyodorkan bekalnya



“Kau bawa apa Prin ? Aku buka yaa bekalmu ?”kata rina dengan penasaran , biasanya mereka bertukar bekal atau makan bersama



“Kamu hanya bawa ini prin ?” Kata rina dengan kecewa padahal dia ingin sekali memakan bekal prin masakan ibu prin memang tidak ada duanya , tetapi prin sama sekali tidak melihat ke arah rina dia hanya berfokus ke arah herra dan selina dengan penuh kesal.


“Apa yang kau lihat prin ?”ucap rina dan ikut melihat ke arah prin melihat



“Ouhh Herra dan selina pantasan saja dia kesal” ucap rina dengar suara kecil


“Apa kau bilang rina ?” Ucap Prin dengan Sinis

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2