
Sesampainya di café prin.
“Halo bu aku datang lagi hehe” sapa Selina ke mama prin , semenjak kedekatan mereka Selina sering sekali bermain kerumah prin
“Halo tante aku juga” herra pun turut menyapa
“Yaa selamat datang kalian tante suka kalau kalian sering kesini” Ucap mamah prin dengan ramah
“Ohh prin temanmu makin banyak saja , yang satu ini mamah baru melihatnya ?” tanya mama prin yang melihat kearah nuka
“Oh yaa nuka ini mamahku dan mah ini nuka orang baru yaa baru masuk di gang kita” Prin pun memperrkenalkan
Perkataan prin sontak saja membuat Selina dan herra semakin yakin kalau ada apa – apa dengan prin.
“Ya sudah prin ajak teman – temanmu duduk biar mamah saja yang mengerjakan kamu sana menngerjakan tugasmu itu” Kata mama prin
Mereka pun duduk dan langsung mengerjakan tugas mereka.
“Oh ya prin kemana para karyawan ibumu kenapa hanya ibumu saja di situ , dan sepertinya ibumu repot sekali , kamu nggak ikut bantu ?” Tanya herra
“Iya prin café mu juga sepi sekali hanya kita saja di sini” kata Selina
“Oh i-ini sebenarnya café ini sedang libur karena kalian ingin sekali mengerjakan tugas ini disini maka ku spesialkan untuk di buka khusus kalian hehe” Ucap prin dengan terbata – bata
“Wahh prin so sweet sekali huhu” Ucap Selina dengan kagum kepada prin.
...Tak lama kemudian....
“Buka pintunyaaaa !! saya tahu ada orang di dalam , apa café ini membuka secara diam – diam !! ayo buka kalau tidak akan aku pecahkan pintu sialan ini !!” Teriak seorang pria dengan berbadan besar dan berkulit hitam itu dari luar café yang di temani oleh beberapa bodyguardnya yang juga berbadan besar
Dan karena teriakaan seorang pria itu membuat mereka pun kaget, terlihat juga wajah mamah prin yang ketakutan dan langsung keluar menemui para pria itu.
“Prin siapa mereka ?” Tanya herra
“Ahh mereka itu…” Jawab prin dengan terbata – bata, tetapi tak lama..
“Prinn sini dulu nak…” Panggil mamah prin
__ADS_1
Prin pun langsung menemui ibunya juga yang saaat itu berada di luar Bersama para pria itu.
“Saya minta tolong pak beri saya kesempatan sekali lagi akan saya lunaskan semua hutang – hutang itu bulan depan” Ucap mamah prin dengan memohon di kaki pria itu.
“Mamahh….. Jangan seperti ini bu , ayo bu berdiri lah” Kaget prin yang melihat mamahnya memohon ke pria itu.
“Haha.. Bulan depan , Minggu depan , besok mau sampai kapan ! Saya sudah terlalu baik sama kamu ! Saya tidak mau sekarang juga kamu bayar saya nggak mau tau !! Ohh atau Café ini saja yang aku sita !” Bentak pria itu
“Saya mohon pak jangan , saya mohon hanya ini saja sumber penghasilan saya pak , saya janji bulan depan akan saya lunaskan” Rintih mamah prin
“Iyaa pak saya mohon pak, beri kami kesempatan lagi akan kami lunaskan pak , saya mohon pak” Tangis prin karena berkat café ini lah ibunya bisa membiayai sekolahnya itu.
Pria itu pun diam sejenak
“Baik kalian akan saya beri kesempatan” Ucap pria itu
“Te-terima kasih pak akan kami lunaskan bulan depan pak, segera” Semangat prin
“ Eitss, saya memberikan kesempatan kalian 2 minggu dari sekarang, agar kalian bisa berbenah barang - barang kalian dari sini, karena saya yakin kalian tidak bisa membayar hutang – hutang kalian dalam waktu singkat itu Haha” Ucap pria itu dengan sinis
“Pak…. Jangan pak saya mohon” Ucap mamah prin
“Haha baiklah kalau begitu” ucap pria itu dan pergi meninggalkan ibu & anak itu.
“Nak kenapa kamu mengiyakan, bagaimana kita bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam 2 minggu ?” Rintih mamah prin
“Sudahlah bu nanti kami pikirkan ayo bu kita beres – beres dan pulang” Ajak prin
...Sementara itu....
Selina, Herra dan nuka sudah menyelesaikan tugas mereka, mereka tak tau apa yang sudah terjadi di luar sana, kemudian prin pun datang dengan wajah datar.
“Heyy prin nih tugas kamu sudah aku kerjain sekalian hehe” Ucap Selina dengan menyodorkan buku prin
“Iya kita sudah mengerjakannya, sehabisnya kamu lama banget” Ucap nuka dengan tujuan meledek prin,
Tetapi prin pun langsung melihat sinis wajah nuka itu.
“Sudahkan ? Kalian pulang saja aku mau membereskan ini, Oh ya jangan lupa kalian bayar ya makann ini” Ketus prin sambil membereska meja itu.
__ADS_1
“Bayar ? Tapikan ibumu bilang tadi…” Ucap herra yang langsung di hentikan oleh Selina untuk diam.
“Baiklah prin, kita akan membayarnya, kita pulang dulu ya, kalau kamu ada apa – apa bilang saja” Ucap Selina , dan prin pun tak menjawab atau melihat mereka pergi.
“Tante berapa semuanya ?” tanya Selina
“Ahh tak usah nak” Ucap mamah prin
“Ngakpapa tante hehe , anggap saja hari ini kita pelanggan khusus hehe” Jelas Selina
“Yaa sudah semuanya segini nak..” Ucap mamah prin dengan menyodorkan nota.
“Wahh kalau ini di bagi 3, aku nggak bawa uang segini..” Ucap herra yang lagi-lagi di hentikan oleh Selina
“Ini bu uangnya, baiklah bu kita langsung pulang, terima kasih ya bu” Ucap Selina dan pergi meninggalkan café itu.
“Nuka kamu ikut kita saja berjalan kaki kerumahku, tak usah menunggu prin biarkan saja sepeda itu di situ” Ajak herra
Mereka pun berjalan bertiga menuju rumah herra diam memikirkan , Ada apa dengan prin ?
“Hmm nuka , kamu jangan terlalu mengambil hati semua ucapan dan kelakuan prin ya, dia orangnya memang seperti itu, aku pun sudah lama memakluminya, begitu pun dengan Selina dan bukan kamu saja yang ia perlakukan seperi itu , kita juga tapi kita memakluminya hehe, dengan perwakilan prin aku Meminta maaf yaa kalau membuatmu sakit hati hehe, peace” Ucap herra
“Iya herra jujur saja aku katakan ke kalian aku sangat sakit hati tapi aku berusaha menempatkan diriku di lingkungan baru ini, tapi untung saja kamu mengatakan ini herra, jadi aku tau ternyata prin memang seperti itu ke semua orang bukan aku saja hehe, aku takut dia nggak nyaman dengan kehadiran ku ikut kalian” Jelas nuka
“Iyaa awalnya dia memang seperti itu kok tapi lama kelamaan dia akan terbiasa begitu pun dengan kamu, semangat yaa nuka” Ucap herra
“Iyaa herra” Ucap nuka ia tak memberi tahu apa yang di katakana prin sebelumnya kepadanya.
“Tapi kalian berfikir nggak sih tadi, kenapa prin tiba – tiba berubah seperti itu setelah ia di panggil oleh mamahnya , apa ada sesuatu “ tanya Selina dengan penasaran
“Jelas ada sesuatu , awalnya kan dia baik – baik saja” Ucap herra
“Nanti malam kita tanya saja lewat video call, nanti dia akan ceritakan kok” usul nuka
“Iyaa boleh juga” Kata herra
“Hmm sepertinya jangan dulu deh guys, tunggu di sekolah saja besok kita akan mengajaknya berbicara, kita beri dia waktu saja dulu” Ucap Selina
“Baiklah” Kata herra dan nuka
__ADS_1
...****************...