Aku Kira Kita Musuh

Aku Kira Kita Musuh
CAFE BARU PRIN


__ADS_3


“Cepat sekali kamu datang herra hehe, semangat banget yaa sekolah hari ini” Ucap nuka


“Semangat apanya kamu nggak lihat muka ku ini , aku masih ngantuk banget , semenjak neneku di rumah aku selalu di bangunkan pagi – pagi sekali yaa mau nggak mau aku harus berangkat sekolah pagi juga” Jelas Herra dengan jengkel


“Hahaha rasakan” ledek nuka


“Eh eh masih pagi sudah menggosip yaa kalian , gosipin siapa” Tanya Selina dengan penasaran


“di pikiran dia ini kita menggosip nuka, gossip aja Taunya” Kata herra


“Hallah wajah – wajah kalian nggak menggosip nggak mungkin” Kata Selina


“Dihh parah banget Selina haha” Ucap nuka


Mereka pun saling meledek satu sama lain , tak lama prin pun datang dengan wajah datarnya.


“Heyy prin prin sini deh , yakin nggak kamu herra sama nuka nggak menggosip dengan wajah- wajah penggosip mereka ini” Tanya Selina dengan prin yang baru datang


Tetapi Prin tak merespon ucapan Selina ia hanya menaruh tasnya dan duduk bermain handphonenya itu.


“Prin, ada apa kalau kamu ada masalah katakana saja sama kami” Ucap Selina


“Iyaa prin mungkin saja dengan kamu bercerita perasaan mu lebih plong” Kata herra


Lagi – lagi prin pun hanya diam dan tak merespon perkataan mereka.


“Mungkin kamu butuh waktu dulu prin, baiklah” Ucap Selina


Selama jam pelajaran prin pun tak berkata satu kata pun, di jam istirahat ia pergi menengkan diri di perpustakaan sendirian.



“Selina, bagaimana prin sendirian dalam perpus kamu bilang kita akan menanyakan ?” Tanya Nuka


“Hmm mungkin dia belum mau membagi ceritanya atau emang nggak mau , dia butuh waktu biarkan saja, semakin kita bertanya nanti ia akan marah biarkan saja” Jelas Selina


Sementara itu. Prin menangis di perpustakaan


__ADS_1


memikirkan bagaimana ia bisa membantu keuangan keluarganya yang sedang terlilit hutang.


Tak lama ibu perpustakaan menemuinya karena suara tangisan prin.


“Prin , Ada apa ? Kenapa kamu menangis” Tanya ibu perpustakaan yang langsung duduk di samping prin


“Ngakpapa bu” Jawab prin dengan terbata – bata


“Tak mungkin kamu menangis saja tanpa sebab, kamu harus melepaskan tangismu dulu barulah kamu menceritakan kesedihanmu ke seseorang yang dapat kamu percaya , dengan seperti itu hatimu akan legah dan apapun masalahmu aka nada jalannya jika kamu berfikir tenang” Jelas ibu perpustakaan


Prin hanya diam dan menghapus air matanya


“Baiklah ibu ke depan dulu yaa , sudahlah prin” Kata ibu perpustakaan dan meninggalkan prin


“Apa aku ceritakan saja ke teman – teman kalau akua da masalah barang kali setelah bercerita aku merasa lebih legah, aku sering seperti ini memendam sendiri dan marah ke siapa pun”


Prin pun langsung menemui teman – temannya , terlihat Nuka, Herra dan Selina makan siang Bersama.



“Guyss” Sapa prin dengan nada sedih


“Kamu habis menangis prin ? kenapa , matamu sangat bengkak” Kata herra


“Kamu pasti belum makan kan prin ? Ini ambilah” Ucap nuka dengan menyodorkan cemilan itu ke prin.


“Mereka sangat peduli denganku , tapi kenapa aku malah menjahui mereka saat aku punya masalah aku punya teman yang siap menerimaku” Batin prin , tak lama ia pun menagis terharu oleh perkaluan Selina, Herra dan nuka, ia menangis di bahu prin yanh tentu saja membuat mereka semakin bingung dengan prin , ada apa dengannya ?


Setelah prin menangis ia pun menceritakan permasalahannya.


“Ahh pantas saja setelah itu kamu mengusir kamu hmm, tapi kamu yang sabar yaa prin” Ucap herra


“Tapi benar kata mamahmu prin bagaimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu dan kamu menerima tantangan pria itu” Kata Selina


“Aku nggak tahu lagi bagaimana, aku saja bingung setidaknya 2 minggu itu aku bisa berfikir caranya agar bisa melunasi hutang keluargaku” Ucap Prin dengan sedih


“Hmm prin aku bisa membantumu , aku akan berbicara kepada ayahku untuk membantumu, bagaimana ?” tanya Selina


“Nah ide bagus tuh” Kata herra


“Tidak – tidak aku nggak mau Selina sama saja aku gali lubang dan menutup lubang terima kasih yaa Selina tapi aku nggak bisa menerima tawaranmu itu maaf, aku ingin hutang ini selesai dan kami bisa bekerja seperti biasa” Jelas prin

__ADS_1


“Aku ada ide !” Ucap nuka dengan suara tinggi


“Hiii Nuka kamu membuatku kaget saja , sering sekali kamu buat kita spot jantung dengan suaramu” Ucap Selina


“Dia ini dari tadi diam tiba – tiba saja teriak seperti itu, kamu sengaja ya buat kita kagetan” Kata Herra dengan jengkel


“Husstt sudah – sudah, apa ide mu nuka ?” Tanya prin dengan penasaran


“Hehe maaf guys, Ide ku ini mau nggak mau kamu harus menerima sedikit bantuan kita berupa uang dan juga tenaga , bagaimana kamu harus mau dulu baru aku kasih tau ideku ini” Ucap nuka


“Tidak – tidak aku tidak mau merepotkan kalian uang saja aku tolak dari Selina apalagi ini tenaga juga yang kalian bantu, tentu saja tidak !” Kata Prin dengan marah


“Prin ! Stop kamu anggap kita apa , sampai kapan pun kita hidup kita akan membutuhkan bantuan orang lain tidak mungkin kita bisa hidup tanpa bantuan orang lain , kita ini mahluk social !” Bentak Selina


“T-tapi aku..” Ucap prin


“Sudahlah prin kita semua siap membantu dan ikhlas , apalagi yang kamu pikirkan , kamu harus mau ingat mamahmu prin jangan ikuti egomu” Jelas Herra


“Ba-baiklah apa idemu nuka ?” Ucap prin dengan terbata – bata


“Sebelumnya kamu jangan tersinggung prin jika aku mengatakan ini dengan jujur, Jujur saja selama ini cafému yang sering kita pakai nongkrong itu sangat – sangat membosankan begitu pun dengan makanannya jujur saja makanannya enak hanya saja tak begitu menarik semuanya, tak ada konsep dari cafemu prin ? Nah ide ku ini kita buat café mu lebih menarik kita rombak dekorasi beserta makanannya agar menarik pelanggan di café itu membuatnya rame dengan begitu kamu bisa mendapatkan uang untuk membayar hutang setelah itu cafemu akan tetap lebih ramai, bagaimana” Jelas nuka


“Wahhh Ide bagus nuka, terima kasih aku sangat setuju dengan ide mu ini, memang banyak sekali keluhan tentang café ku itu dan idemu sangat cocok” Ucap prin dengan senang


“Wahh kreatif sekali teman kita satu ini hehe” Ucap Selina


“Jadi apa tugas kami nuka ?” Tanya herra


“Selina dan aku bagian Dekorasi dan konsep , Prin dan herra kalian di bagian makanan, dan selanjutnya seperti ini…” Jelas nuka


Mereka pun menghabiskan waktu istirahat itu dengan membicarakan Café prin.


“Bagaimana ? Semuanya jelas” Tanya nuka


“Siap semua jelas komandan nuka !” Jawab Herra , Selina dan Prin


“Haha baiklah setelah sepulang sekolah ini kita semua berkumpul di café prin ya , kita akan melakukkan eksekusi di sana” Pintah Nuka


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


AKHIRNYA PRIN CAFEMU !!

__ADS_1


__ADS_2