Aku Kira Kita Musuh

Aku Kira Kita Musuh
RINA KEMBALI


__ADS_3

AKHIRNYA PRIN CAFEMU







Mereka pun melihat hasil kerja keras mereka untuk membangun café prin itu.


“Terima Kasih ya teman – teman kalian sudah bekerja keras membuat cafemu seperti ini” Kagum prin


“Sama – sama prin” Ucap Selina


“Tapi teman – teman ini belum selesai kita baru melewati 1 tahap selanjutnya kita harus bisa membuat café prin ini ramai di datangi, agar sesegera mungkin kita bisa mendaapatkan uang untuk membayar hutang kan” Kata nuka


“Oh iya yaa, yuks guys semangat..semangatt” Kata herra dan langsung meninggalkan mereka.


“Yuk prin , semangat yakin pasti semua bisa terlewati” Ucap Selina dan mengajak prin untuk membuka cafénya itu.


Prin pun membuka cafenya.



Mereka pun sudah bersiap menunggu kedatangan pengunjung saat itu dengan semangat.




20menit


45menit


1Jam


Dan


“Apakah café ini sudah buka” Tanya Pengunjung


“YAAAA” Jawab mereka dengan semangat


Pengunjung pun berdatangan dengan ramainya.


“Yo.. Yo.. Prin” Ucap Selina


“Terima kasih yaa teman – teman cafeku tak pernah seramai ini sebelumnya dan untuk pertama kalinya seperti ini” Ucap Prin dengan sedih


“Tenanglah prin kita akan membantumu sampai pendapatanmu bisa membayar hutang” Kata herra


“Iya kita nggak mungkin membantu mu hanya setengah – setengah” Ucap herra


“Iya iya teman – teman intinya terima kasih yaa kalian sudah banyak membantu ku” kata prin dengan memeluk teman – temannya


“Tante juga terima kasih yaa sama kalian sudah mau membantu prin dan juga tante membuat café kita menjadi sebagus ini” Ucap mamah prin yang baru saja datang menemui mereka


“Hmm tante, kalau saja prin nggak cerita sama kita, kita nggak mungkin tau tante” Ujar Selina dengan meledek prin


“Iyaa kita malah di jutekin” Ledek herra


Mereka pun menertawakan prin


“Permisi nona, apa aku boleh menambah saus mustard” Ucap pembeli yang mendatangi Selina

__ADS_1


“Ohh tentu saja pak , mari” Selina pun mengantarkan pembeli it uke meja pengambilan saus


“Baiklah , Selina sudah Kembali bekerja dan pembeli terus berdatangan, ayo kita kerja, Semangat semuanya” Kata nuka


Mereka pun Kembali melayani pembeli


...Beberapa hari kemudian....


“Bagaimana prin, apakah sudah cukup untuk membayar” Tanya Herra


Prin masih menghitung pendapatan mereka selama beberapa hari ini.


“Hehe bukan hanya cukup tapi sangat lebih hehe” Ucap prin dengan senang


“Yeee kita berhasil teman – teman” Kata Selina


“Aku nggak akan berhenti terima kasih sama kalian sudah membantu aku dan keluargaku, bahkan café kalian perbagus, pokoknya terima kasih, kalau saja bu perpustakaan tak menyuruhku cerita masalahku , entah bagaimana sekarang” Ucap prin dengan menunduk


“Itulah gunanya teman” Jawab herra


“Oh ya tekhusus kamu nuka, selama ini aku banyak menyakitimu, tapi kamu tidak dendam denganku malah kamu membantuku keluar dari masalahku dengan ide mu yang luar biasa, maafkan aku ya nuka dan terima kasih” Ucap prin dengan menyesal


“Iya prin sama – sama, tapi kalau bukan anak 2 ini mungkin aku bisa saja dendam denganmu prin bahkan tak mau tau dengan masalahmu , mereka lah yang selalu Meminta maaf atas perlakuanmu dan juga menasehatiku, mereka sebenarnya malaikat” Ucap nuka


“Ehemm nggak kaget sih aku kalau di bilang malaikat, karna emang aku kan malaikatnya sekolah unchh” Ucap Selina dengan sok imut


“Menjijikan, Hanya herra yang malaikat” Ucap prin dengan ledek


Mereka pun tertawa Bersama


“Baiklah besok café ini akan libur , besok bagaimana kita menonton di bioskop sebagai rasa terima kasihku kalian sudah membantuku” Ajak prin


“Yee boleh ayok – ayok” Jawab nuka dengan semangat


“Jam berapa kita akan pergi ?” Tanya herra


“sekitar jam 11 siang ya, aku mau mengantar ibuku dulu untuk membayar hutang kami” Kata prin


Mereka pun pulang setelah membantu prin menutup cafénya itu.


...Sesampainya dirumah....


“Wahh ini dia anakku, nak apa boleh papah Meminta uang itu sedikit saja…” Ucap papah prin


“TIDAK AKAN !! Semua uang ini untuk membayar hutang papah dan papah mau mengambilnya lagi, tak akan ku berikan , kalau bukan café ibu yang papah jadikan jaminan sudah pasti aku akan tak membantu papah” Jelas prin dengan marah


“Dasar anak tak tahu di untung ! Kurang ajar !! Plak” bentak dan menampar wajah prin


Senyum sinis prin saat ia di tampar oleh ayahnya terukir dari wajahnya.


“Apa karena sering papah menamparku jadi tamparan ini sampai tak terasa haha ayo tampar lagi, aku tetap tak akan memberikan uang ini ke selingkuhan ayah itu !” Bentak prin


“Apak amu bilang ?!” Papah prin melayangkan tangannya untuk menampar prin


“Stopppp !, prin masuk dalam kamar mu” Pintah mamah prin untuk melindungi anaknya


Prin pun masuk dalam kamarnya.


“Lagi – lagi kamu memukulnya ! kau ingin menyakitiku terserah tapi jangan kamu sentuh anakku ! kenapa ? kamu marah ,kamu tersinggung memang benar kan semua hutang ini karena selingkuhanmu itu ? tinggalkan saja kami pergilah kau dengan selingkuhanmu itu, untuk terakhir kalinya aku membantumu untuk membayar hutamu , setelah ini tidak lagi !!” Jelas mamah prin dan meninggalkan papah prin sendiri.


“Argghhhhhhhhhh” Teriak papah prin dan menendang semua perabot rumah setelah itu pergi meninggalkan rumah.


...Keesokan Harinya....


“Wahh ternyata film keren sekali ya, tapi kenapa Selebgram itu mengatakan di instastorynya kalau film ini biasa saja” Ucap Herra dengan kesal


“Yaa jelas lah dia mengatakan film ini biasa saja , actor itu di film itu kan mantan dia” Kata Selina

__ADS_1


“Oh ya, pantas saja , dia mengatakan seperti itu agar film mantannya ini tak sukses , parah banget” Tambah prin


“Tapi apa dia tak malu mengatakan film ini biasa saja, yaa emang selera orang kan beda – beda mungkin bagi dia biasa saja tapi netizen mengira kan dia menjelekkan mantannya itu” Jelas nuka


“Ya betul sekali kamu tak lihat nuka contoh netizennya ada di sini tuh” Ucap Selina dengan menunjuk herra


“Enak saja , kamu tukang gossip Selina” Ledek herra


Mereka pun tertawa Bersama


“Aku ke toilet bentar ya guys, her titip tas ku yaa aku kebelet banget” Ucap nuka dan berlari menuju toilet tak jauh dari tempat mereka nongkrong


Tiba – tiba


Brakk , Nuka bertabrakan dengan seseorang.


“Maaf ya mbak saya tak sengaja” Ucap nuka dan mengambil barang orang itu yang terjatuh


“Makanya mbak kalau jalan lihat – lihat dong” Ucap Wanita itu


“Iya mbak maaf sekali lagi saya salah” dengan menunduk nuka Meminta maaf berulang kali


“Matanya di pakai nggak sih , atau matanya picek” Ujar Wanita itu terus menerus dengan kebencian


Mendengar itu mereka menghampiri nuka.


“Hee ! dia kan dari tadi udah Meminta maaf kan lagian dia juga tak sengaja kenapa kamu ngomel – ngomel aja, kamu bilang matanya picek terus kamu apa ? nggak punya mata ! kenapa atau kamu takut hidung mu bengkok kalau ada yang menabrakmu !” Ujar prin dengan membentak Wanita itu


“Ayo nuka bangun , tak usah di bantu ayo herra jangan kamu ikut bantu !” Jelas Selina dengan kesal


“Hee enak saja kalian nggak mau membantu membereskan ini” Kata Wanita itu dengan kesal


Saat ia berdiri dan melihat wajah Prin, Herra dan Selina. Betapa kagetnya Wanita itu begitupun sebaliknya.


“RINA ?” ucap Prin, Herra, dan Selina bersamaan


“PRIN ?” Ucap rina dengan kaget


“Rina kamu Kembali ? Kapan kamu datang ? Kenapa kamu nggak ngabarin aku ?” Tanya prin dengan semangat


“Apa itu penting prin” Jawab rina dengan ketus


“Tentu saja penting aku kangen banget sama


kamu” Ucap prin dan memeluk rina


“Minggir kamu ! jangan sampai aku menabrakmu lagi dan kamu mengatai – ngataiku lebih parah dari tadi” Jelas rina


“Ahh rina kamu begitu saja marah, aku kan nggak tahu kalau kamu tadi, aku pikir orang lain” Kata prin


“Kenapa kalau kamu tahu kalau itu tadi aku, kamu pasti akan lebih parah dan kasar mengata – ngataiku, sudahlah minggir !” Ketus rina dan meninggalkan mereka


“Ada apa dengan rina kenapa dia semarah itu biasanya tak seperti itu , dan sejak kapan dia Kembali ?” Tanya prin


“Mungkin dia ada masalah prin , atau sedang buru – buru juga” Jawab herra


“Tapi ia tak seperti itu her , kamu pun tahu dia seperti apa ?” Tanya prin


“Iya aku pun merasa dia agak berbeda , tapi sudahlah setelah ini kamu hubungi dia ya, ya sudah ayok kita Kembali teman – teman” ajak herra


“Sel, Rina itu siapa ? kalian tau dia siapa ? dan apa hubungannya sama prin ?” Tanya nuka dengan penasaran


“makanya kamu baca saja dari episode satu biar tahu ceritanya” Ucap Selina


“Maksudmu apa Selina ?” tanya nuka yang semakin bingung


“Ehh nggak , kamu nggak jadi ketoilet ?” tanya Selina

__ADS_1


“Astaga ayo antar aku ke toilet” ajak nuka dan menarik selina


...****************...


__ADS_2