Aku Kira Kita Musuh

Aku Kira Kita Musuh
SELAMAT TINGGAL RINA


__ADS_3

Dengan kesal prin kembali kedalam kelasnya, dari jauh selina melihat prin ia penasaran hanya dia saja di dalam kelas ini yang tak pernah berbicara dengannya dan tak dekat dengan siapapun di kelas ini.


“Her , Kamu tau dia siapa ? Sepertinya hanya dia saja di kelas ini yang tak pernah berbicara dengan kita” Ucap selina yang terus melihat ke arah prin.


“Ohh itu prin” Kata herra dengan jutek


“Hah ? Kamu kenal dengannya tapi nggak pernah berbicara dengannya padahal kamu ramah ke semua orang bahkan kucing lewat saja kamu ajak berbicara” Ledekan selina membuat Herra tertawa


“Hahahahaha nggak juga deh , ada - ada saja kamu sel , Aku hanya sekedar mengenalnya begitu saja sih hehe” Jawab herra dengan tertunduk dan gugup , selina tahu ada yang di sembunyikan dari herra tentang prin.


“Aku akan mencoba menyapa anak itu nanti”batin selina yang terus melihat prin mengomel dari tadi



“Parah banget rina, semarah itu kah dia sampai langsung keluar dari sekolah ini ? Sumpah parah banget , aku coba telfon dia dulu” Ocehan prin yang terus menelfon rina


Tuuttt..tutt…tuttt


“Chatku nggak di balas , telfon ku nggak di angkat ! Lihat saja sepulang sekolah akan ku datangin rumahnya , tunggu saja fyuhh” Prin yang pasrah bersandar di bangkunya dengan lemah



Beberapa Saat Kemudian bel pulang sekolah pun berbunyi


“Secepat mungkin aku harus tiba di rumah rina barangkali aku masih bisa bertemu dengannya”Batin prin sembari memasukkan buku - bukunya ke dalam tas


“Ayo herra ikut denganku ? Kamu kan mengenal prin aku ingin menyapanya saja , ayo” Ucap selina yang menarik tangan herra untuk ikut dengannya


“Hai Prin” Ucap selina dengan senyumannya terlihat herra yang berlindung di belakang selina, Sontak saja prin pun kaget selina menghampirinya dan menyapanya.



“Ada apa ?” Prin yang kaget tetap saja merespon mereka dengan jutek


“Sepulang sekolah ini ? Kamu ada kegiatan ? Kalau tidak yuk….” Selina yang semangat ingin mengajak prin tetapi pembicaraan selina di potong prin.


“Ehh maaf aku harus pergi” dengan terburu - buru prin pun pergi meninggalkan selina dan herra.


“Yah inilah alasannya , aku mengenalnya tapi aku nggak berbicara dengannya seperti itulah dia, paham kan sekarang sel” kata herra yang melihat prin berlari


“Dia sedang terburu - buru makanya dia seperti itu, yaa sudah ayo kita pulang herra” Ucap selina yang mengajak herra pulang, batin selina “akan ku coba lagi menyapanya besok”



Prin pun menuju rumah rina


Tok…tok…tokk ,



setelah beberapa menit prin mengetok pintunya tetap saja tak ada sahutan dari dalam, prin merasa rumah itu masih berpenghuni dia pun menuggu di rumah rina berharap rina dan keluarga hanya pergi keluar rumah sebentar.


“Sudah 2 jam aku di sini dan nggak ada orang sama sekali, apa rina dan sekeluarga sudah pergi ? Yahh rina begitu sekali dia padaku , pergi tak bilang - bilang” Ucap prin yang meninggalkan rumah rina.

__ADS_1



Sesampainya di rumah


“Kenapa lama sekali kamu pulang ?” Ucap mama prin yang membuka kan pintu untuknya


“Ada tambahan belajar mah” balas prin dengan letih yang langsung menyenderkan dirinya di sofa


“Loh kenapa malah duduk sini ? Itu rina di kamar menunggumu” kata mama prin dan meninggalkannya


Sontak saja prin pun kaget dengan ucapan mamanya dia yang menunggu berjam - jam di rumah rina ternyata rina juga menunggunya di kamar prin.


Saat prin masuk kamar terlihat rina dengan nyamannya tidur di tempat tidur prin.



“Aku di sana berdiri panas - panasan keringatan berjam - jam hanya menunggunya dan dia dengan santainya di sini” batin prin yang sangat kesal melihat kelakuan rina itu


Plakkkk…


Prin melempar tasnya ke rina yang sedang tidur itu,


“Ohh prin , Huaaaaaahhh lama sekali kamu pulang sekolah aku menunggumu di sini dari tadi” ucap rina dengan suara khas bangun tidur dari tidur yang panjang


“Kamu enak - enakan tidur di sini , aku sepulang sekolah tadi langsung kerumahmu karena kata nisa kamu keluar dari sekolah ? Apa benar ?” Kata prin


“Ohh rumah itu sudah di beli orang lain kamu menungguku pun sampai kiamat di sana, aku tidak akan pernah muncul huaaaaaa” rina yang masih belum sepenuhnya sadar dari mimpinya dengan menjawab prin dengan santai


“Yaa seperi itu lah” masih belum sepenuhnya sadar dan mata masih setengah terbuka untuk menjawab prin , prin yang melihat rina seperti itu semakin kesal


“RINAAAAAA BANGUNNNNNNN” teriak prin di samping telinganya


“Iyaaa iyaaaaaaa… kamu buat kaget aku saja prin” rina yang langsung terduduk saat di bangunkan prin


“Mampus kau, jadi bagaimana apa betul yang di katakan nisa tentang kamu” Tanya rina dengan penasaran


“Iyah”jawabnya dengan santai yang masih berusaha menyadarkan dirinya


“Hah ? Parah sekali kamu rin ? Kamu keluar dari sekolah tiba - tiba tanpa memberitahuku malah kepada nisa , selama ini pertemanan kita kamu anggap apa ?” Ucap prin dengan kecewa


“Prin keputusan aku keluar dari sekolah sampai menjual rumah ? Itu bukan suatu hal yang sudah di rencanakan dari lama itu semua tiba - tiba prin, kamu kan tahu bagaimana keadaan hubungan orang tuaku, pada akhirnya prin ibuku orang yang selama ini aku anggap baik yang selalu tersakiti oleh ayahku ternyata salah , justru ayahku lah korbannya prin , ayahku kaget saat mendapati ibuku bersama selingkuhannya di kamar berdua hingga ayahku sempat pingsan maka dari itu saat hari terakhir aku di sekolah aku ijin ke guru karna di telfon ibu karena keadaan ayah dan di hari itu juga prin , ayah memutuskan hubungan dengan ibuku dan aku ikut ayah pulang kampung , rumah itu bukan siapa - siapa kok yang menempati ayahku memberikan rumah itu ke ibu , ayah sudah sangat jijik untuk tinggal di rumah itu dan mungkin saja aku tak akan kembali lagi prin” Jelas rina dan terus menangis, prin yang mendengar keadaan rina sekarang pun ikut sedih dan menangis.


Saat itu mereka berdua menangis bersama di hari itu di kamar prin


“Rina apa kamu tak melihat wajah selingkuhan ibumu” tanya prin dengan penasaran


“Tidak kalau saja aku lihat siapa dia prin sudah pasti ku buat hidupnya serta keluarganya menderita prin telah membuat keluargaku hancur seperti ini” jawab rina dengan sesengukan


“Betul rina kamu harus membalaskan semua perlakuannya , laki - laki bejat!” Prin yang kesal terus mengata-ngatain laki - laki itu


“Iyaa prin jika saatnya terbuka siapa laki - laki itu pegang kata - kata ku ini prin aku kembali ke sinu untuk membalaskan dendamku !” Rina yang bersumpah dan kesal saat itu


Setelah lama bercerita , ayah rina pun datang untuk menjemput rina untuk segera berangkat.

__ADS_1



“Aku ikut denganmu ya rina sampai bandara, aku mungkin akan rindu sekali padamu setelah sekian lama kita bersama - sama melewati semuanya bersama” ucap prin yang terus memohon.


“Yaa sudah ayo pamanku juga ikut kebandara kok nanti pulang kamu bersama pamanku saja ya” pintah rina


Mereka pun berpamitan pada ibu prin , yang rina sudah anggap sebagai ibu sendiri.


“Terima kasih yah ibu prin sudah menjaga rina selama ini seperti ibu rina sendiri dan juga untukmu prin terimakasih selama ini sudah menjaga dan megajarkan rina anak yang baik kita pamit dulu yaa bu terimakasih atas semuanya” ucap ayah rina dan berpamitan


“Tak perlu berterima kasih pak , rina dan bapak juga selamat sampai tujuan ya , kapan - kapan kalau mau jalan - jalan kesini mampir kerumah ibu yaa anggap saja rumah ini rumah rina juga ya nak” ucap ibu prin dengan ramah


“Terimakasih ibu prin baik kita berangkat sekarang ya rina” ajak ayah rina


“Ayah sebentar prin ikut dengan kita ke bandara” kata prin


“Ohh yaa sudah nanti prin pulang dengan paman rina yaa nak ayo nanti kita terlambat” kata ayah rina yang sedang memasukkan tas rina ke bagasi mobil


Rina dan prin pun pamit ke ibu prin


Di perjalanan menuju bandara rina melihat prin yang sedang melamun ia tau apa yang di lamunkan oleh prin



“Prin aku tahu setelah ini kamu akan semakin menutup dirimu ke orang lain, kamu tak boleh seperti itu prin setelah ini aku mau kamu mempunyai banyak teman dan yang pasti punya sahabat, perbaiki lah hubunganmu dengan herra agar kamu bisa dekat dengan selina HIHIHI” pintah rina


“Apaan kamu ini rina , fyuhh tapi kamu memang benar rina aku sudah memutuskan tadi tak ingin berteman dengan siapapun cuma kamu saja temanku satu - satunya aku malas berteman apalagi dengan selina dan herra itu” kata prin “bahkan tadi saja saat aku buru - buru sepulang sekolah kerumahmu selina menyapaku dan bertanya sepulang ini kamu ada kegiatan kah ? Yaa tentu saja aku tidak bisa dan menolaknya” prin yang semangat menjelaskan kepada rina


“HAH SERIUSSS ? Selina murid terhits itu menyapamu duluan walaupun aku tak begitu percaya tapi aku yakin ini mungkin menjadi awal pertemananmu dan dia prin, tapi mana herra ?”kata rina yang tak begitu percaya pada prin


“Aku berani sumpah rin kalau kamu tak percaya , herra ? Hemm dia bersembunyi di belakang selina dia malu atau males melihatku mungkin hanya karena di ajak selina makanya dia mau ke dekatku waktu itu” senyum sinis prin setiap membicarakan prin


“Baiklah anak anak ayo kita turun sudah sampai nih ayo” ucap ayah prin



Mereka pun turun dan untung saja tak tertinggal pesawat , prin membantu rina untuk membawakan barangnya.



Air mata mereka pun mulai mengalir deras tak peduli sekitar prin dan rina Menangis seperti itu.



“Rina kamu hati - hati yaa jangan lupakan aku dan sering - seringlah mengabariku kamu orang baik yang pernah aku jumpai rina , aku berharap kamu kembali atau tuhan memberikan aku teman sebaik dirimu” ucap prin dengan menangis


“Iyaa prin kamu juga di sini baik - baik ya , ingat prin kamu harus berteman dengan selina dia itu orang baik aku yakin suatu saat kalian akan menjadi sahabat hubungan mu dengan herra akan baik - baik saja berkat selina lihat saja nanti” ucap rina dengan perlahan - lahan meninggalkan prin


“Aku Berharap kamu bisa kembali lagi rina” Batin prin saat melihat rina pergi .



...****************...

__ADS_1


__ADS_2