
“Kamu kira aku tidak mendengar apa yang tadi kamu bilang rina ?” Seketika prin melihat ke arah rina dengan kesal , sudahlah ayo kita makan , mereka pun makan bersama
“Prin tumben sekali kamu cuma membawa bekal seperti itu ? Mamah kamu tidak masak ? Tumben sekali padahal aku ingin sekali makan makanan yang di masak ibu mu sudah lama sekali aku tak makan masakan ibumu semenjak libur panjang kemarin” Kata rina sambil mengunyah makanan.
“Hey rina selesaikan dulu kunyahanmu baru kamu berbicara menjijikan sekali aku melihatnya, ya mamahku lagi sakit tidak sempat masak makanya aku membawa ini menjengkelkan sekali” melihat rina dengan rasa jijik , “Tapi kan kamu bisa memasak kamu kan pandai memasak juga sekaligus untuk sarapan buat mamahmu” ucap rina “ Hallah biarin aja mamah ku hanya sakit biasa masih bisa masak sudahlah” kata prin
......................
Tak lama kemudian murid - murid lain pun memasuki kelas satu persatu.
“Ayo Rina rapikan tempat makan kita yang lain sudah pada masuk kelas ini” kata prin dengan membantu rina membereskan tempat makanannya.
“Kamu hanya sendiri duduk di sini prin tak ada orang di sampingmu ? Kasian sekali kalau tak ada aku mungkin kamu benar - benar tak punya teman Haha” Ucap rina dengan meledek “haha biarkan saja aku lebih suka sendiri seperti ini dan benar yang kamu bilang rina aku tak akan punya teman jika kamu tak ada” Dengan tawa prin yang sinis
“Unchhh so sweet sekali kamu prin haha” Tawa rina.
......................
tak lama kemudian datanglah Herra dan Selina yang dari jauh suara tawa mereka sudah terdengar.
“Kita sambut malaikat 10Ap1 kita Selinaaaa” Kata salah satu murid laki - laki itu dan semua pun menyorakin selina.
Yaa walaupun di dalam kelas 10Ap1 mayoritas perempuan kelas itu banyak di isi oleh laki - laki dari kelas lain yang ingin menggoda selina dan perempuan 10Ap1 yang lain
“Dihh sok cantik banget sumpahh” Kata prin dengan rasa mual , tapi tak di respon oleh rina sedari tadi rina pun tak memalingkan pandangannya ke selina dengan rasa kagum
“Wahhhhhh kamu lihat tadi prin dia ramah sekali dia senyum saat aku melihatnya” kagum rina terhadap selina , “selama ini rin kamu nggak pernah di senyumin oleh orang lain itu hal yang biasa kalau ada yang senyum ke kamu , bodoh sekali” Jelas prin dengan kesal dan lagi - lagi rina tak merespon kata - kata prin karena fokus melihat ke arah selina
“Rinn.. Rinaaaaa..!!” Semakin kesal prin terhadap rina.
__ADS_1
“Ihhh apaan sih berisik ! Apa ??” Balas rina dengan rasa kesal karena prin meneriakinya
“Kamu memperhatikan selina apa tidak risih rin, dia sangat sangat sok cantik liat saja gerak geriknya , menjijikan” hasutan prin agar rina tidak terlalu kagum ke selina
“Apa ? Memang dia cantik bukan sok cantik prin maka dari itu aku ingin sekali berteman dengannya sekalian pansos dikit dikit ke dia hehehe” Kata rina dengan cekikikan.
“Jangankan berteman dengannya satu kelas dengan dia saja aku risih rin kalau bisa kamu saja di sini dia biarkan di kelas sebelah” Dengan putus asa prin mengatakan hal itu dan masih saja rina tak merespon apa yang di ucapkan prin.
......................
“Prin aku ada ide bagaimana kita dekatin saja Herra dengan begitu kan kita bisa juga berteman dengan selina” Kata prin dengan polos , Prin sinis melihat ke arah selina dan herra “Ayolah prin ayo ayo ayo” Lanjut rina dengan memaksa Prin untuk bangun dari tempat duduknya dan segera mendatangi selina dan herra,
Prin pun merasa tak nyaman dengan perlakuan rina yang memaksa seperti itu hingga kesabaran prin pun habis
“Apa - apaan sih rina ihh , RINAA ! IHH” Prin reflek mendorong rina hingga terjatuh.
dan semua murid yang berada di dalam kelas itu pun seketika diam dan melihat ke arah Prin dan Rina , Rina pun langsung pergi meninggalkan pergi meninggalkan Prin , “Apa yang kalian lihat ?” Ucap prin dengan menantang semua murid di kelas dan tak ada satupun yang menjawab prin dan akhirnya keadaan kembali seperti semula.
......................
“Nanti saja lah sepulang sekolah aku mendatangi rina, lagian dia juga sih yang selalu menyebut selina dan herra dia kan tau aku tak begitu menyukai mendengar nama mereka di sebut” Batin prin
“Baik anak - anak sampai sini dulu penjelasannya ya minggu depan kita praktek ya persiapkan diri kalian” Tringggggggg “nah sudah kalian boleh pulang dan hati - hati di jalan ya” Ucap ibu guru itu dan langsung pergi meninggalkan kelas.
“Herra kamu pulang dengan siapa ?” Tanya selina
“Ohh aku pulang dengan berjalan kaki karena rumahku tak begitu jauh dari sekolah ini, ada apa selina ?” Herra yang penasaran sembari merapikan buku - buku tadi yang ia gunakan
“Mau aku antar pulang ? Aku bersama ayahku dan mungkin ayahku udah menunggu di bawah mau yaa ?” Harap selina agar herra mau menerima ajakannya , Prin yang dari tadi di belakang mereka mendengar semua percakapan mereka, Prin ingin mengetahui jawaban herra setelah mendapatkan ajakan pulang bareng selina orang yang baru ia kenal sehari itu prin takut jika terjadi apa - apa terhadap herra.
“Please jangan di terima herra ajakan manusia sok cantik ini please” Batin prin yang terus mendengarkan dan mengikuti mereka.
__ADS_1
“Oke deh aku ikut denganmu selina, Terimakasih yaa sudah memberiku tumpangan Hehe” Ucap Herra dan mereka pun bergegas ke bawah karena ayah selina sudah menunggu menjemput selina.
“Bodoh banget herra mau mau saja menerima ajakan dia dihh, Eh tapi rina mana aku sudah di depan kelasnya kenapa dia nggak ada apa dia masih di dalam” Prin pun masuk ke dalam kelas rina untuk mencarinya
“Rina mana ? Wahh parah dia ninggalin aku benar - benar anak itu berani sekali dia” Kesal prin akhirnya dia pun juga pulang sendiri, Terlihat Herra naik mobil bersama Selina.
“Benar - benar dah si rina ini dia meninggalkan aku sendiri di sini dan pulang jalan kaki ya walaupun dekat rumahku dari sini tetap saja ini kan panas sekali” Kesal prin dan terpaksa harus berjalan kaki pulang sekolah di hari itu.
......................
“Akhirnya sampai rumah fyuhh, Liat saja kamu rina mau bermain - main denganku akan ku balas kamu nanti” Ucap prin di depan kipas angin dalam kamarnya
...'3 Hari Kemudian'...
“Menjijikan sekali para lelaki ini apa tidak lelah mengejar cinta selina seperti tak ada perempuan lain saja kalau mereka seperti ini terus semakin besar saja kepala selina semakin sok cantik parah, Dia hanya menang di kulitnya yang putih dan glowing padahal mereka tak tau putih seperti itu putih karena handbody dan cream wajah yang mengandung merkuri, belum lagi wajahnya yang on make up tebal serta soflens di matanya sangat menor untuk anak sekolah” Batin prin dengan rasa jijik ,seketika ia teringat lagi dengan rina yang sudah beberapa hari ini tak datang mengunjunginya “Oh iya kemana rina beberapa hari ini apa dia marah setelah ku dorong beberapa hari yang lalu itu ? Atau dia berusaha menjauhiku agar bisa dekat dengan Herra dan juga selina ? Ohh tunggu saja kau rina berani seperti itu!” Prin pun pergi ke kelas rina.
Sesampainya di kelas rina, Prin pun mencarinya tapi sama sekali tak terlihat dan prin pun menunggunya di kelas rina itu
“Tak ada di sini mungkin kah dia sedang pergi makan di kantin untuk cari perhatian ke Selina , baiklah rina akan ku tunggu di tempat dudukmu ini , jadi begitu dia datang akan kaget melihatku di sini” Batin prin dengan tersenyum sinis di bibirnya
Beberapa menit kemudian kelas rina semakin ramai tapi rina tak kunjung masuk kelas.
“Haii Prin , Tumben kamu masuk kelas sini hehe ?” Ucap Nisa teman sebangku rina.
“Aku menunggu rina kemana dia dari tadi tak masuk kelas ? Apa ada yang memberi tahunya kalau aku menunggunya di sini” Kata Prin dengan buru - buru kalau saja jawaban nisa Benar rina tak mau masuk karena ada prin , ia akan menyusul rina di luar.
“Hah ?? Loh kamu kan temannya dan sering bersama, Masa kamu nggak tau kalau rina kan sudah keluar dari sekolah ini baru saja kemaren dia pamit bersama kita sekaligus mengambil surat pindahnya , dia nggak pamit kepadamu” Tanya nisa dengan rasa bingung
“Iyaa benar dia sama sekali tak pamit denganku, Brengsek rina dia anggap aku apa , akan ku datangi rumahnya sepulang sekolah nanti, apa maksudnya tak memberitahuku dan pergi begitu saja” Ucap prin dengan kesal dan pergi begitu saja meninggalkan Nisa
__ADS_1
...****************...