
mereka bekerja sama untuk mengangkat mama Rina Samapi disofa.
"kamu Carikan minyak angin ya" kata putra Utami tak menjawab dia langsung pergi mencari minyak angin setelah ketemu dia langsung memberikannya kepada putra, lalu putra mulai mengarahkan kehidung mama Rina.
"ma bangun ma" kata putra menepuk pelan pipi mamanya.
"ma mama bangun hiks hiks hiks" kata Utami menangis..
"kau jangan menangis aku jadi tambah bingung" ucap putra, Utami hanya sesenggukan.
"ma mama bangun ma!" panggil putra dan tak lama mama Rina bangun dan langsung menangis.
"mama kenapa kok nangis apa ada yang sakit? ayoo kita kerumah sakit" kata Utami.
"pa papa sayang papa" kata mama Rina terisak.
" papa kenapa ma" ucap putra dan Utami berbarengan.
"papa kecelakaan hiks hiks hiks" ucap mama Rina tersedu sedu.
"apa!!" ucap Utami dan mulai menangis.
"dimana sekarang papa ma?" tanya putra.
"dirumah sakit dekat kantor papa" kata mama Rina masih menangis.
__ADS_1
"baiklah ayo kita kesana, aku yang akan menyetir" ujar putra dan dibalas anggukan oleh Utami dan mama Rina.
mereka langsung menancap gas putra menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"hati hati nak!" ucap mama Rina dan sibalas anggukan kecil oleh putra.
Lima belas menit kemudian mereka sampai dirumah sakit, putra langsung berlari dan berjalan kearah resepsionis dan bertanya kamar papanya.
"papa ada di UGD ma" ujar putra lalu langsung berjalan menuju UGD sampai disana dokter keluar.
"dokter!" teriak putra yang masih berjarak 10 meter dari tempat UGD.
"gimana keadaan papa saya dok?" tanya putra .
"apa kalian ini keluarga pasien?" tanya dokter.
"begini buk, dek pak Hasan mengalami kecelakaan yang parah dan kekurangan banyak darah, dan kebetulan stok darah AB kosong jadi apa dari kalian ada yang bergolongan darah AB" tanya dokter.
'*kok AB perasaan darah ku O kok papa A*B' ujar Utami dalam hati.
"saya golongan darah AB dok biar saya yang mendonorkan darah saya." ujar putra antusias.
"baiklah sekarang adek ikut saya keruangan" kata dokter mulai berjalan dan diikuti putra dibelakangnya.
setelah kepergian putra, Utami bingung dan bergelut dengan perasaaannya dan bertanya tanya kenapa golongan darahnya berbeda.
__ADS_1
"emm ma" tanya Utami ragu.
"kenapa sayang?" jawab mama Rina.
'kayaknya aku jangan bahas ini dulu deh apalagi suasananya gak enak lain kali aja aku mau ngomong setelah papa sembuh' ucap Utami dalam hati.
"mama yang sabar ya papa pasti sembuh jangan nangis lagi ya ma kan ada Utami" kata Utami mengelus punggung mamanya.
"iya sayang" kata mama Rina.
1 jam sudah putra diruangan yang dokter tunjuk dan putra keluar sedikit lemas karna darahnya disedot banyak.
Utami berjalan menghampiri kakaknya dan menuntun kakaknya untuk duduk.
"kakak duduk dulu ya biar Utami beliin makanan" ujar Utami dan dijawab anggukan oleh putra.
lalu Utami berlalu pergi membeli makanan disekitar rumah sakit.
setelah 20 menit dia kembali membawa 3 bungkus makanan.
"ini kak, kakak makan dulu. ini punya mama" kata Utami menyodorkan makanan.
"makasih ya sayang" kata mama Rina
"iya ma, mama makan dulu ya. Utami tau kalok mama gak enak makan karna papa sakit tapi mama harus makan nanti kalok mama gak makan trus sakit gimana trus nanti yang jagain papa siapa?" jelas Utami.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote ya teman teman ❤️🤗