Aku Mencintaimu Kak

Aku Mencintaimu Kak
Bab 18


__ADS_3

"tapi pah apa mereka setuju?" tanya mama Rina.


"lihat saja nanti ma" kata papa Hasan.


"yaudah deh terserah papa mama ngikut aja" kata Mama Rina.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ke esokan paginya.


"pa,ma Utami berangkat ya" kata Utami yang sudah terburu-buru memakan roti, meminum susu dan menyalimi tangan papa Hasan dan mama Rina secara cepat.


"eh sayang kamu kalok makan yang bener dong" ucap mama Rina.


"iya ma, ini juga udah bener" kata Utami tersenyum manis tapi dengan roti yang belepotan disekitar mulutnya.


"ish kamu ini, duduk kalok makan gak boleh berdiri apalagi lari lari" jelas mama Rina.


"iya ma maaf Utami udah telat dadada" kata Utami sambil berlari keluar.


mama Rina dan papa Hasan hanya geleng geleng kepala.


"pagi ma, pa" ucap putra.

__ADS_1


"pagi" jawab serempak papa dan mama.


"kok kamu gak buru-buru kayak Utami tadi" kata mama Rina.


"ngapai ini masih pagi ma, masih jam 6 lewat" jelas putra yang sudah duduk disamping papa Hasan dan memakan rotinya.


"oh tapi kok Utami kaya buru-buru gitu ya" heran mama Rina dan putra hanya menghadikkan bahunya keatas bahwa dia tidak tau.


🍁🍁🍁


"taksi taksi taksi" teriak Utami dan melambaikan tangannya.


saat mau membuka knop pintu mobil taksi ada tangan yang juga memegang knop pintu itu, Utami melirik tangan kekar itu.


"maaf mas saya dulu yang memberhentikan taksi ini mohon singkirkan tangan anda" ujar Utami sopan.


"heh apa ada tidak melihat saya dulu yang memberhentikan taksi ini, saya yang memegang knop pintu mobil ini dan saya ini perempuan seharusnya anda yang mengalah bukan saya" tegas utami.


"kalau begitu kita naik taksi ini bersama saja sepertinya kita satu sekolah" ujar si pria itu.


"maaf saya tidak bisa satu mobil dengan pria asing seperti anda" jelas Utami sambil menghempaskan kasar tangan pria itu dan memasuki taksi itu dan mengunci pintu.


tapi pria itu tidak menyerah saat Utami ingin menutup pintu taksi itu pria itu menahannya dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


"ayolah biarkan saya masuk saya bisa terlambat" ujar pria itu tapi tak dihiraukan oleh Utami, Utami dengan sekuat tenaga menutup pintu taksi itu dan alhasil tangan pria itu terjepit.


"aww, ahh sial" umpat pria itu sambil memegang tangannya yang memerah dan sedikit berdarah dan itu masih didengar, dilihat oleh Utami, Utami yang mendengar dan melihat hal itu tersenyum sinis.


"ayo pak jalan" kata Utami dan dijawab anggukan kepala oleh sang supir.


20 menit berlalu karna jalanan sempat macet sebentar, kini Utami sudah sampai di gerbang sekolah dan mulai memasuki kelasnya.


"wihh tumben nih sahabat aku ini udah sampai aja padahal masih pagi biasanya nyampek pas udah bel masuk kelas" kata Desi


"ya iyalah gue kan mau ketemu sama anak baru itu katanya ganteng, keren, kaya trus jomblo lagi wihh pasti ada kesempatan buat jadi pacarnya" kata Utami.


"idih PD amat sih Lo, kalok Lo mau dilirik sama cowok lihat dulu penampilan sayang" kata Desi sambil menarik lengan baju Utami yang sudah terlipat.


"apaan sih emang kenapa penampilan gue udah cantik kok, rapi" kata Utami.


"cantik sih tapi..." kata Desi sedikit memanjangkan kata tapi dan mulai berdiri dan berjalan mengelilingi tubuh Utami.


"tapi apaan" ketus Utami.


"yaelah santai dong jangan ngegas" ucap Desi.


"mangkanya kalok ngomong itu jangan digantung kayak perasaan aja digantung Mulu" ujar Utami.

__ADS_1


"yaelah curhat mbak, gini loh Lo itu emang udah cantik, rapi tapi Lo gak pakek make up dan ini juga rambut kenapa gak diurai aja sih kan lebih keliatan cantik" ujar Desi memegang tali rambut Utami dan ingin melepasnya.


Jangan lupa like komen and vote ya teman teman β€οΈπŸ€—


__ADS_2