
"Ih jangan monyong gitu dong, kayak gorila tau!" Ujar putra terkekeh.
"Tuh kan ma Kaka masa ngatain adiknya gorila kalok aku gorila kakak apa dong!" Tanya Utami.
"Aku ya manusia kalok kamu gorila hahahhaha'" tertawa keras putra dan dia berhenti seketika karna kakinya diinjak oleh Utami.
"Aww sakit" pekik putra memegang kakinya bagian bawah.
"Udah ah kalian ini kenapa ribut terus ibu kebelakang dulu masih belum selesai tu gara gara kalian!!" Ujar mama Rina meninggalkan kakak beradik itu.
Meja makan hening karna Utami ngambek dan putra masih sakit pada bagian kakinya putra diam dan mengelus ngelus kakinya itu.
Tak alma dari itu papa datang membawa tas kerjanya menghampiri putra dan Utami dimeja makan.
"Wih tumben nih kalian akur gak ada suaranya." Ujar papa Hasan tapi tak dijawab oleh Utami dan putra.
"Iya baru 5 menit akurnya" kata mama Rina dari dapur membawa nasi goreng ke meja makan.
"Baru Lima menit? Maksutnya?" Tanya papa Hasan dan duduk disudut meja makan.
__ADS_1
"Iya tadi mereka itu bertengkar cuma gara gara botol minuman" ujar mama Rina duduk disebelah papa Hasan.
"Oh" singkat papa Hasan.
"Kok oh saja" tanya mama Rina yang mengambil piring papa Hasan mengisinya dengan nasi goreng dan telur ceplok.
"Lalu? Bagaimana? Mereka kan hobinya bertengkar jadi aku gak bisa kan melarang hobi mereka" ujar papa bayu mulai melahap makanannya.
"Ya kasih tau mereka jangan bertengkar gitu kek apa kek" kata mama Rina.
"Yaudah mereka kan udah gede pasti tau lah sayang" ujar papa Hasan berbicara sambil memakan makanannya sampai tersedak.
"Makanya kalok makan jangan bicara" ujar mama Rina sambil menyodorkan minuman dan langsung diminum oleh papa Hasan putra dan Utami langsung tertawa keras melihat papanya tersedak.
"Hahahahahba" tawa Utami dan putra berbarengan. Itu membuat Utami menoleh kearah putra dan memalingkan wajahnya kembali putra juga melakukan hal yang sama.
"Kalian ini lucu, kalok kalian jadi pasangan mungkin serasi" celetuk papa Hasan sontak membuat mama Rina menginjak kaki suaminya itu.
"Aww" teriak papa Hasan menoleh kearah istrinya, istrinya hanya memberi isyarat pada suaminya dan suaminya mengangguk pelan.
__ADS_1
"Kan kita saudara pa mana ada saudara bisa jadi pasangan papa ngacok deh" kata Utami polos dan ingin mengambil nasi goreng tapi disaat itu putra juga mengambilnya jadilah aksi tarik menarik sendok.
"Kak aku dulu" kata putri menarik sendok.
"Gak bisa aku dulu" kata putra.
"Kan aku dulu yang ngambil sendoknya" ujar Utami.
"Aku dulu!!" Kata putra.
"Enggak kakak kan udah besar ngalah dong sama adeknya." Ujar utami menarik sendoknya kembali.
"Gak bisa kan aku lahir dulu jadi akuu dulu!!" Ujar putra disela sela mereka berdebat mama Rina angkat bicara.
"Hey kalian apakah bisa bergantian saja jangan bertengkar putra kau mengalah saja itu kan adikmu masa kau tidak ada mengalah ya sama sekali kau itu sudah besar nak mengalah lah" ujar mama Rina pertama tegas lalu lembut kembali.
Putra menuruti kemauan mamanya lalu melepaskan pegangan nya pada sendok itu putri dengan senyuman lebar mengambil nasi goreng itu dan telur disusul putra.
"Kalian kan satu sekolah kalian harus berangkat bersama, dan teruntuk kamu putra" ujar mama Rina menatap putra yang ingin memasukan makanan nya tapi tidak jadi karna mamanya menyebut namanya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote and kasih tip ya buat author ❤️