
"Apa" tanya putra.
"Kau harus melindungi adikmu disana kalau terjadi sesuatu padanya kau akan menyesal dan mama gak akan maafkan kamu" tegas mama Rina.
'mana mungkin aku akan membiarkannya disana, aku akan melindungi nya tanpa mama suruh aku menyayangi nya' batin putra.
"Ya ma, kau nanti berangkat denganku!!" Tegas putra menunjuk Utami .
Putra melanjutkan makannya Utami hanya mendengarkan tak mengkomentari semua pembicaraan dia hanya fokus pada makanannya.
Utami memang suka makan tapi badannya ini tetap ideal tak kurus dan tak gemuk meskipun dia makan banyak badannya tidak melar karna Utami menyukai olahraga.
Setelah selesai makan papa Bayu mulai angkat bicara dan mama Rina mulai membereskan bekas makanan dibantu putri.
"Kalian naik motor atau dianter papa?" Tanya papa Hasan.
"Naik motor" sahut putra dan Utami bersamaan.
"Yaudah papa berangkat dulu ya" kata papa Hasan, mama Rina menghampiri papa Hasan mencium punggung tangan suaminya dan papa Hasan mencium kening mama Rina sedangkan putra dan Utami mencium punggung tangan papanya.
"Yuk kita berangkat juga ini hari pertamamu sekolah jadi jangan sampai terlambat." Ujar putra ketus.
"Ngomong biasa aja gak bisa!!" Sahut Utami tak kalah sinis.
__ADS_1
"Gak bisa kalok kekamu" ujar putra.
"Yaudah ma Utami berangkat dulu ya, assalamu'alaikum" kata Utami mencium punggung tangan mama Rina.
"Iya nak hati hati ya" ujar mama Rina lembut dan dibalas anggukan oleh Utami.
"Ma aku juga berangkat, assalamu'alaikum" kata putra mencium punggung tangan Mama.
Lalu Utami menunggu putra didepan yang sedang mengambil motor sport nya. Lima menit kemudian putra keluar dengan mengendarai motornya mengarah ke Utami.
"Ayok naik" ujar putra sambil menoleh ke jok belakang.
"Iya" sahut putri memutar lalu mendudukan bokongnya di motor putra. Tempat yang diduduki Utami itu tinggi beda dari yang di duduki putra sedikit pendek.
Putra yang merasa dipeluk tersenyum samar, lalu dia mengendarai motor nya dengan kecepatan penuh.
"Kak kalok naik motor pelan dikit Napa! Utami takutt!!" Ujar Utami mendekatkan wajahnya ke helm putra, putra sebenarnya mendengar penuturan Utami tapi dia tak menghiraukannya hanya tersenyum tipis.
10 menit mengendarai motor akhirnya Utami dan putra sampai disekolah putra memasuki parkiran dan memarkirkan motornya.
"Turun!!" Ketus putra.
"Yaudah sih jangan ngegas ngomongnya yang lembut dikit Napa!" Ujar Utami turun dari motor putra mencoba membuka helm.
__ADS_1
"Kak bukain susah taukk!!" Rengek Utami sambil mencoba membuka kunci helm.
"Sini!" Sahut putra, Utami pun mendekat dan putra membukakan helm Utami tatapan mereka beradu ada yang aneh dalam hati mereka masing masing.
' astaghfirullah kenapa ini jantungku kenpa dengan jantungku' batin Utami.
Tak jauh dari mereka berdiri banyak siswa siswi melihat kearah mereka ada yang tatapan sinis, tatapan kagum.
"Ni udah" kata putra yang sudah mengambil helm Utami dari kepalanya Utami kaget dari lamunannya.
"Yuk masuk" kata putra menggandeng tangan Utami.
"Aku bisa jalan sendiri kak, aku bukan anak kecil!!" Ujar Utami tapi tak dihiraukan oleh putra.
Selama berjalan di koridor sekolah mereka jadi pusat perhatian banyak pasang mata memandang kearah mereka.
"Kak aku malu diliatin tu!" Ujar Utami yang masih ditarik oleh putra.
"Gak usah diliatin!!" Ketus putra.
Setelah melewati banyak kelas aku sampai disebuah kelas yang bertuliskan kelas 10.
Jangan lupa like, komen, vote and kasih tip ya buat author ❤️ Terima kasih 🙏☺️
__ADS_1