
"jawab dong putra Utami kenapa kok nangis gitu!" kata mama Rina.
"gak tau ma" singkat putra menaiki tangga.
"mama gak mau tau kamu samperin adek kamu bujuk dia Sampek dia gak nangis lagi." ujar mama Rina.
"ya" kata putra terus berjalan kearah kamarnya.
putra mendengar suara menangis dikamar Utami sesaat tadi dia melewati kamar Utami dia berhenti sebentar dan mengintipnya.
'kenapa dia nangis, perasaan gue gak ngapa ngapain deh! cuma bentak dikit tadi disekolah heheh' kata putra dalam hati.
lalu putra mencoba membuka pintu kamar Utami ternyata tidak dikunci, putra masuk dan melihat Utami menangis tengkurap.
"mau apa kakak kesini pergi!" ketus Utami tetap terisak.
"kau kenapa? perasaan aku hanya membentak mu bahkan aku tidak menyakitimu!" kata putra sudah duduk ditepi ranjang.
"kau telah menyakitiku hiks hiks hiks" kata Utami masih terisak.
"aku hanya membentak mu apakah cuma membentak mu kau akan menangis baiklah aku tidak akan membentak mu lagi!" kata putra.
__ADS_1
"aku benci padamu aku benci kau telah menyakitiku. aku tidak suka kau berbuat kasar padaku!" ujar Utami sambil memukul dada putra.
"hey aku sama sekali tidak menyakitimu!" bela putra memegang tangan Utami
"aww sakit hiks hiks hiks" kata Utami menangis.
"apa yang sakit" kata putra dia mulai melepas pegangannya dan melihat tangan Utami dia kaget karna tangan Utami memerah.
"ini kenapa, kenapa sampai seperti ini!!" kata putra meraba tangan Utami. dengan cepat Utami menarik tangannya.
"kau memang jahat! bahkan kau tidak ingat kau yang telah membuat tanganku seperti ini! hiks hiks hiks" ujar Utami menangis menutupi mukanya.
"baiklah aku minta maaf aku tidak akan mengulanginya lagi maafkan aku, aku akan mengobatinya" kata putra berdiri mengambil kompresan didapur.
"sini aku akan mengobatinya" kata putra mengambil tangan Utami dan mulai mengompresnya.
"sakit" ringis Utami.
"aku akan melakukannya perlahan kau tahan ya agar tidak membengkak" kata putra, kembali mengompres dengan telaten.
'apa ini kenapa jantungku berdegup kencang, mana mungkin aku mencintai kakakku sendiri.' ucap Utami dalam hati.
__ADS_1
"sudah! kau mandilah lalu istirahat. aku minta maaf telah menyakiti mu" kata putra mengelus kepala Utami lembut dan berlalu pergi.
Utami hanya memandangi punggung putra sampai dia keluar. Utami sangat bimbang bagaimana mungkin dia mencintai kakanya sendiri.
sepeninggalan putra Utami mandi membersihkan tubuhnya, lalu dia tertidur.
putra juga melakukan rutinitas mandinya dia mandi dibawah guyuran shower dengan pikiran-pikiran nya.
'apa mungkin aku mencintainya? tapi bagaimana dengan Aini aku sudah menjalin hubungan dengannya hampir 3 tahun aku tidak mungkin meninggalkan nya dengan alasan aku mencintai orang lain' kata putra dalam hati.
30 menit putra mandi sampai jari jarinya keriput baru dia menyelesaikan mandinya dan beristirahat.
"innalilahi wainnailaihi rojiun" ucap mama Rina menangis tersedu sedu didapur dan memecahkan piring ditangannya.
Utami yang baru bangun dari tidurnya mendengar suara pecahan piring dia kaget dan langsung keluar kamar menuju dapur.
Utami menuruni tangga disusul putra dibelakangnya, Utami melihat mama Rina tergeletak didapur dan terlihat seperti baru saja menangis.
"kak, mama kenapa kok mama pingsan" kata Utami .
"aku juga tidak tau ayoo bantu aku kita bawa mama kesofa itu dulu ya" kata putra dan dibalas anggukan oleh Utami.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and vote ya teman teman ❤️🤗