
Alfin mulai melihat seisi ruangan dia memilih duduk dibelakang Utami yang terlihat kosong.
'bentar, bentar itu kayak cewek yang tadi pagi. oke permainan dimulai Lo belum tau aja gue itu siapa berani beraninya ber urusan dengan keluarga Alfin Prasetyo' ucap Alfin dalam hati dan langsung tersenyum sinis.
"eh eh fin duduk sini aja sama gue, bangku gue kosong kok" tawar salsa tapi Alfin tak menghiraukan dan terus berjalan kearah belakang.
'duh mati gue kenapa dia mengarah kesini' kata Utami dalam hati.
"em boleh gue duduk sini?" tanya Alfin pada Desi. Desi hanya melongo melihat ketampanan Alfin.
"hellow apa kau mendengarku?" tanya Alfin sekali lagi. Desi melirik kearah utami, Utami mengisyaratkan bahwa Desi jangan pindah dan menggelengkan kepalanya dengan tatapan sedih.
'kenapa wajah Utami kek melas gitu ya, yaudahlah biarin aja, biar Utami punya gebetan, biar dia gak jomblo terus, dan gak ngintilin gue kalok gue lagi pacaran sama pacar gue' ucap Desi dalam hati.
"oh boleh, silahkan" kata Desi sopan, berdiri dan duduk dibelakang Utami.
Alfin langsung menduduki tempat Desi dan tersenyum sinis, Utami hanya menunduk takut.
"halo nama gue Alfin" ucap Alfin mengulurkan tangannya .
"gu-gu-gue gue.. emm" kata Utami terbata.
__ADS_1
"kenapa Lo kayak takut gitu emang gue semenyeramkan itu sampai sampai Lo takut?" tanya Alfin
"bu-bukan gitu, na-nama gue Utami" jawab Utami sambil membalas tangan Alfin yang besar itu.
"nama yang bagus" ucap Alfin dengan senyum manisnya.
'ganteng sih tapi kok gue gak nyaman ya?' tanya Utami dalam hati, pada dirinya sendiri.
pelajaran dimulai selama 2 jam dan bel istirahat berbunyi, Utami langsung bergegas berdiri. tapi belum melangkah tangannya sudah dipegang Alfin.
"bisa lepasin tangan saya!" ucap Utami yang merasa tidak nyaman.
"oh maaf" kata Alfin sambil melepas genggaman tangannya.
"kau mau kemana?" tanya Alfin.
"kantin" ketus Utami, Utami mulai menunjukan sifat aslinya dan lupa dengan ketakutan nya.
"gue nitip ya beliin gue nasi goreng sama es jeruk" kata alfin.
"lu kira gue pembantu apa!" ketus Utami.
__ADS_1
"yaelah kan sekalian, Lo kan mau kekantin gue cuma mau nitip ni uangnya nanti kembaliannya ambil aja" ucap Alfin sambil menyodorkan uang 50 ribuan.
"kalok Lo laper beli kekantin sendiri!! jangan nyuruh nyuruh gue!" tegas Utami.
"Lo itu jadi cewek jangan galak galak Napa sih!" ujar Alfin sambil memegang lengan Utami kasar.
"lepasin! sakit tauk!" ucap Utami meringis kesakitan dan mencoba melepas cengkraman tangan Alfin.
"gue bakal lepasin tapi Lo harus nuruti semua kemauan gue!" ujar Alfin.
"gak! emang Lo siapa gue, yang gue harus ngelakuin semuan mau Lo? gue gak mau??" tegas Utami masih mencoba melepas cengkraman tangan Alfin.
"oh jadi Lo gak mau!" kata Alfin mulai mengeraskan cengkraman nya.
"eh kasian temen gue lepasin dong!" ujar Desi.
"Lo gak usah ikut campur!" bentak Alfin, Desi langsung beringsut mundur dan keluar kelas.
"gimana Lo mau!! gak ada lagi yang akan ngebelain Lo dan Lo ingat kan kejadian tadi pagi, gara gara Lo tangan gue luka!" kata Alfin
"kan itu semua salah Lo sendiri, yang megang knop pintu taksi itu gue dulu bukan Lo! dan yang nyuruh Lo megangin pintu siapa orang gue mau nutup pintu taksi itu nah elo malah megangin ya jangan salahin gue, itu semua salah Lo sendiri!!" jelas Utami dengan tatapan yang tajam dan sesekali mencoba melepas cengkraman nya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE YA TEMAN TEMAN❤️ TERIMA KASIH🤗