Aku mengikhlaskanmu karena Allah

Aku mengikhlaskanmu karena Allah
Chapter 15


__ADS_3

"mah Farhan berangkat kekantor dulu yah." Ucapnya kepada sang mamah


"Yaudah hati-hati. Hmm sebentar Fanny dimana yah?"


"Fanny masih dikamar dia lagi beres-beres. Emang ada apa mah?"


"Gak mama cuma mau ajak dia keswalayan."


"Ouh yaudah, mah aku berangkat dulu yah soalnya takut macet kalo kesiangan kekantornya."


"Iyah hati-hati yah Han bawa mobilnya."


"Maaf yah mah aku gak izin sama papah soalnya abis ini ada meeting sama clien."


"Iyah gak papa ntar mama yang kasih tau papah mu."


"Assalamu'alaikum." Ucapnya sambil mencium punggung tangan mamahnya


"Waalaikum'sallam."


Fanny pun turun dari kamarnya


"Selamat pagi mah." Ucapnya kepada sang mamah mertua


"Pagi sayang. Oh iyah Fan anterin mamah ke swalayan yuk."


"Yaudah aku ambil tas dulu dikamar."


"Yaudah mama tunggu disini yah."


Fanny pun menuju kamarnya untuk mengambil tas

__ADS_1


Dia pun menelfon Farhan, suaminya untuk meminta izin pergi bersama ibunya


"Assalamu'alaikum, mas aku izin mau keswalayan sama mamah, iyah insyaallah, love you." Ucapnya yang menelfon suaminya


Setelah selesai Fanny pun turun untuk menemui bu Ani, mertuanya


"Ayuk mah aku sudah siap, maaf yah menunggu lama."


"Iyah gapapa."


Fanny dan bu Ani pun berangkat untuk menuju swalayan milik Farhan


Sesampai diswalayan tersebut mereka berdua memilih barang-barang yang ingin mereka beli setelah mereka selesai belanja mereka pun pulang dengan membawa belanjaan yang mereka beli


"Sini mah biar Fanny yang bawa kedapur." Ucapnya


"Yaudah kamu bawa yang ini biar mamah bawa ini." Jawabnya sambil memberikan belanjaan yang dia pilih untuk diberikan kepada Fanny


Farhan habis selesai dari meeting nya dan tak sengaja ia bertemu dengan Radit, mantan suami istrinya


"Hei Han." Ucap Radit pada Farhan


"Eh dit iyah ada apa?"


"Setelah gua fikir-fikir ternyata gua nyesel berpisah dari Fanny." Jawabnya dengan nada serius sambil menatap wajah Farhan


"Maksud lu apa?" Tanyanya dengan nada kesal


"Yah masa lu gak tau maksud gua apa? Lu kan direktur diperusahaan sini harusnya lu pinter dan tau maksud gua apa."


"Dit lu kenapa? Perasaan kita baik-baik aja? Kenapa sikap lu berubah sekarang sama gua?"

__ADS_1


"Itu dulu saat gua belum tau kalo lu bakalan nikah sama Fanny. Gua kasih tau sama lu gua bakal rebut Fanny dari lu!" Ucapnya sambil menepuk bahu Farhan


"Dit lu jangan macam-macam sama gua! Gua bisa aja pecat lu dari sini!" Jawabnya dengan nada tegas


"Gua gak takut sama ancaman lu dan liat gua bakal bikin Fanny luluh sama gua dan gua bakal bikin dia menyesal karena pisah sama gua."


"Gua gak akan biarkan ini terjadi! Selamanya Fanny akan jadi milik gua! Inget itu dit!"


Radit langsung pergi meninggalkan Farhan yang sedang emosi karena perkataannya


"Gua gak akan biarkan lu rebut Fanny dari gua dit!" Ucapnya dengan diri sendiri dan memasang wajah marah


Malam harinya Farhan pulang kerumah dengan wajah kesal karena mendengar perkataan Radit yang ingin merusak rumah tangganya dengan Fanny


"Assalamu'alaikum." Ucapnya sambil membuka pintu rumahnya


Dan seorang laki-laki paruh bayah menghampirinya yaitu papahnya Farhan


"Waalaikum'sallam allhamdulillah sudah sampai kamu Han."


Farhan langsung mencium punggung bahu papahnya


"Iyah pah allhamdulillah kerjaan sudah selesai hari ini."


"Tapi kenapa muka kamu lesu seperti itu? Kamu sakit?" Tanya pak Anto


"Gak papah pah aku gak sakit kok cuma kecapean aja karena hari ini aku sibuk meeting sama clien." Jawabnya dengan nada malas


"Yaudah kamu pergi kekamar sekarang karena Fanny sudah menunggu kamu pulang."


"Yaudah aku kekamar dulu yah." Farhan langsung pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan perkataan papahnya lagi

__ADS_1


jangan lupa follow Instagram saya @sofiimwddh


__ADS_2