Aku mengikhlaskanmu karena Allah

Aku mengikhlaskanmu karena Allah
Chapter 7


__ADS_3

Diperjalanan


"Allhamdulillah om Rahmat udah terima aku semoga Fanny juga menerima aku. Sekarang aku akan pergi ke butiq untuk beli gaun spesial buat Fanny dan aku akan membeli cincin lamaran untuk Fanny." Ucapnya dalam hati


Sesampai dibutiq XX milik desainer terkenal diluar maupun dalam negri


"Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu?" Tanya spg butiq tersebut


"Hmm gini mba saya butuh gaun yang paling bagus dan mahal di butiq ini mba bisa bantu pilihkan untuk saya?" Ucapnya kepada mba spg tersebut


"Sebentar yah mas saya cari dulu. Mas bisa duduk dulu sambil menunggu." Jawabnya


Farhan pun duduk untuk menunggu mba tersebut mendapatkan baju yang dia minta


Selain hanya duduk diam menunggu Farhan pun menelpon tempat perhiasan yang biasa orang tua dan keluarggannya kunjugi


Setelah menelpon tempat perhiasan tersebut dan sudah mendapatkan cincin tersebut mba spg tersebut pun sudah mendapatkan gaun yang diinginkan Farhan


"Permisi pak ini gaunnya sudah saya dapat, bapak tinggal pilih mau yang warna apa dan ukurannya apa." Ucapnya sambil memberikan pilihan warna pada Farhan


"Hmm kayanya item aja deh lebih elegan diliatnya juga, untuk ukuran kayanya yang doble L aja deh mba." Jawabnya sambil memegang dan melihat bordiran gaun yang dia pilih


"Baik pak biar saya packing dulu barangnya dan bapak bisa langsung kekasir."


Setelah membayar gaun tersebut Farhan pun langsung pergi menuju toko perhiasan XX untuk mengambil perhiasan yang telah ia pesan


Sesampai ditoko perhiasan tersebut


"Selamat siang mba saya mau mengambil pesanan cincin yang sudah saya pesan." Ucapnya kepada mba spg tersebut


"Atas nama pak Farhan yah?"


"Iyah mba, sudah selesai kan?" Tanyanya

__ADS_1


"Sebentar pak biar saya ambil dulu barangnya. Pak Farhan bisa tunggu sebentar." Ucapnya lalu pergi untuk mengambil barang pesanan Farhan


Setelah mengambil lalu mba tersebut kembali dengan membawa pesanannya tersebut


"Gimana mba sudah siap?" Tanyanya


"Pak Farhan sudah tau ukuran untuk calonnya."


"Ukurannya yah mba? Maaf tapi saya kurang tau berapa lingkaran jarinya." Jawabnya dengan wajah bingung


"Hmm kalo gitu pak Farhan bisa mengukurnya lewat jari kelingking bapak."


"Kelingking saya? Emangnya bisa?"


"Kata orang kalo jodoh biasanya dijari kelingking si cowo sama dengan jari manis siperempuan.itu sih katanya sih pak."


"Hmm yaudah deh saya coba, semoga muat yah mba."


Malam hari pun tiba, Farhan meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk pamit pergi keluar bersama Fanny


"Han kamu malam-malam rapih dan ganteng kaya gini mau pergi kemana?" Tanya mamahnya Farhan


"Hmm aku mau pergi makan malam sama Fanny mah." Jawabnya


"Makan malam sama Fanny?" Jawabnya dengan mengerutkan dahi


"Iyah makan malam sama Fanny, karena malam ini aku mau ngelamar dia direstoran XX."


"Wou allhamdulillah mama seneng dengernya akhirnya anak mama satu-satunya udah mau nikah." Ucapnya sambil mencubit pelan pipi Farhan


"Doain yah mah pah semoga lancar malam ini."


"Sudah pasti papah doakan, kalo sudah diterima lamarannya dengan Fanny besok kita langsung kerumahnya."ucap papahnya sambil menepuk pelan bahu Farhan

__ADS_1


"Yaudah pah aku berangkat sekarang yah kalo kemaleman takut macet dan kerumah Fanny nya juga gak enak."


Yah silahkan semoga berhasil yah sayang, mamah dan papah akan doakan kamu." Ucap mamahnya dengan wajah bahagia


"Yaudah aku berangkat, Assalamu'alaikum." Ucapnya dengan langsung berjalan menuju mobilnya


Sesampai dirumah Fanny


"Assalamu'alaikum." Ucap Farhan dengan mengetuk-ngetuk pintu rumah Fanny


Lalu seorang perempuan paruh baya yang membukakan pintu yang tak lain adalah bu Lani, ibu dari Fanny


"Waalaikum'sallam, eh nak Farhan." Ucap perempuan itu


"Iyah tanten, maaf Farhan menganggu."


"Gak kok, silahkan masuk." Ucapnya sambil masuk kedalam rumahnya


"Silahkan duduk nak."


"Terimakasih tante." Jawabnya dan langsung duduk di sofa ruang tamu milik bu Lani


"Hmm maaf tan Fanny nya ada?"


"Ada kok dia lagi dikamar. Maaf nak Farhan kalo tante boleh tau emangnya nak Farhan mau melamar Fanny?" Tanyanya dengan wajah serius


"Eh iyah saya mau melamar Fanny, dan saya ingin mengajak Fanny makan diluar saya juga sudah dapat izin dari pak Rahmat."


"Iyah tadi abinya Fanny juga sudah bilang ke tante kalo dia sudah izinkan kamu tante juga akan mengizinkan kamu." Ucapnya


Dan seorang laki-laki paruh baya pun keluar menuju arah suara obrolan Farhan dan bu Lani, yaitu ayahnya Fanny


@sofiimwddh

__ADS_1


__ADS_2