Aku mengikhlaskanmu karena Allah

Aku mengikhlaskanmu karena Allah
Chapter 26


__ADS_3

Setelah sampai dirumah sakit XX Fanny pun masuk keruang USG untuk diperiksa setelah mengantri urutan no nya


"Jadi gimana dok keadaan istri dan calon anak saya?" Tanya Farhan setelah Fanny diperiksa oleh sang dokter


"Allhamdulillah pak janinnya berkembang dengan baik." Jawab sang dokter dengan wajah tersenyum


"Allhamdulillah kalo gitu, jadi gak ada yang perlu dikhawatirkan kan dok? Terus kira-kira tanggal berapa yah istri saya melahirkan?"


"Iyah pak, sekarang tugas bapak hanya menjaga kondisi ibu supaya gak terlalu capek sampai hari persalinan nya nanti, untuk perkiraan saya secara medis tinggal 2 minggu lagi antara tanggal 10 dan 12."


"Jadi apa saya membawa istri saya saat ketuban sudah pecah atau sudah mulai terasa kontraksi?"


"Untuk berjaga-jaga saat bu Fanny sudah merasakan kontraski mulas bapak sudah bisa membawa ibu kerumah sakit."


"Ok kalo gitu makasih yah dok saya permisi dulu."


"Iyah Pak silahkan."


"Makasih yah dok." Ucapnya dengan menjabat tangan dengan dokter tersebut


"Sama-sama bu." Jawabnya dengan tersenyum


Fanny dan Farhan pun keluar dari ruangan dokter tersebut dan menuju tempat parkir mobil


"Allhamdulillah yah sayang kamu dan anak calon kita baik-baik aja." Ucapnya sambil menggandeng tangan Fanny


Fanny hanya tersenyum karena merasa bahagia dengan apa yang ia miliki saat ini


Mereka pun masuk kedalam mobil dan menuju rumah


Sesampai dirumah


"Kamu tunggu dulu biar aku yang bukain." Ucap Farhan sambil turun dan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Fanny


"Mas ini kan bukannya mobil papah yah?" Tanyanya kepada Farhan


"Iyah ini mobil papah. Apa mamah dan papah datang yah? Kok gak bilang aku?" Tanyanya dengan diri sendiri


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah


"Assalamu'alaikum." Ucap Farhan dan Fanny sambil membuka pintu rumahnya

__ADS_1


"Waalaikum'sallam." ucap seorang perempuan paruh bayah yang datang dari arah dapur, yaitu bu Ani mamah Farhan


"Loh mamah? Kapan mamah sampai? Kok gak bilang Farhan atau Fanny?" Tanyanya sambil mencium tangan mamahnya


"Kamu nanyanya satu-satu dong Han. Ayuk Kita duduk dulu." Jawabnya dan langsung menarik Fanny duduk disampingnya


"Mamah tuh sengaja datang kesini sama papah diem-diem karena Kita mau bikin kejutan buat kalian."


"Mamah masih aja selalu bikin orang penasaran."


"Oh iyah kalian abis dari mana?"


"Kita abis dari rumah sakit abis cek up mah." Jawab Fanny pada ibu mertuanya


"Apa kata dokter? Semua baik-baik aja kan?"


"Allhamdulillah kata dokter aku dan calon cucu mamah baik-baik aja."


"Syukur deh kalo gitu, mamah udah gak sabar gendong cucu mamah." Ucapnya dengan wajah tersenyum bahagia sambil mengelus-ngelus perut Fanny yang besar


"Oh iyah mah papah mana?" Tanya Farhan pada mamahnya


"Hmm papah lagi dikamar biasa lagi nabung di wc." Jawabnya dengan tertawa kecil


"Yaudah mah Farhan mau langsung balik kekantor yah." Ucapnya pada sang mamah


"Loh mamah kira kamu ambil libur hari ini?"


"Farhan cuma pulang bentar buat anterin Fanny cek up."


"Oh gitu yaudah hati-hati yah." Ucap sang mamah


"Insyaallah mah, hmm sayang aku berangkat dulu yah."


"Iyah hati-hati yah mas."


"Siap bu boss." Ucapnya dengan mengangkat tangannya tanda hormat pada Fanny


"Yaudah aku berangkat dulu yah mah, fan." Ucapnya dan langsung salim kepada mamahnya dan Fanny pun mencium tangan Farhan


Farhan pun pergi keluar memasuki mobilnya dan menuju kantornya

__ADS_1


Malam harinya


Mereka berempat makan malam bersama dirumah Farhan dan Fanny


"Farhan papah mau tau gimana perusahaan kamu?" Tanya sang papah kepada Farhan


"Allhamdulillah pah, semuanya baik-baik aja." Jawabnya dengan menatap wajah papahnya


"Allhamdulillah kalo baik-baik aja. Papah bangga sama Kamu awalnya papah gak yakin Kalo kamu bisa bangun perusahaan dari nol hingga besar seperti ini."


"Karena Farhan yakin pah kalo Farhan bisa."


"Oh iyah papah dengar katanya ada project keluar negri untuk meeting sama clien besar?" Tanyanya


"Hmm iyah pah, cuma gak Farhan ambil Farhan alihkan sama sekertari Farhan." Ucapnya yang membuat Fanny kaget Karena suaminya belum cerita tentang ini


"Loh kenapa Emangnya?"


"Fanny kan lagi hamil tua pah jadi Farhan gak tega buat ninggalinnya lagi juga semua sudah Farhan atur kok pah jadi papah tenang aja."


"Kalo gitu keputusan mu papah gak bisa berbuat apa-apa karena papah sudah percaya sama kamu sejak kamu berhasil membangun perusahaan kamu hingga besar."


"Allhamdulillah makasih pah atas dukungannya."


Setelah mereka selesai makan malam Fanny dan Farhan pun masuk kedalam kamar mereka


"Mas kamu kenapa gak cerita soal ini sama aku?" Tanya Fanny pada Farhan


"Maaf bukannya aku gak mau cerita karena dikantor itu tugas lagi banyak." Jawabnya sambil duduk diatas tempat tidurnya


"Tapi mas aku berhak tau aku kan istri kamu."


"Maaf yah sayang lagi juga aku gak ambil buat meeting ini, soalnya aku gak tega ninggalin kamu dalam kondisi kamu hamil besar seperti ini."


"Tapi mas kata papah ini project penting."


"Iyah ini emang project penting karena cliennya juga susah untuk cari waktu luang tapi kamu tenang aja sekertaris aku yang ambil alih."


"Tapi Emangnya kamu yakin?"


"Insyaallah sayang."

__ADS_1


jangan lupa follow ig author yah @sofiimwddh


__ADS_2