Aku mengikhlaskanmu karena Allah

Aku mengikhlaskanmu karena Allah
Chapter 27


__ADS_3

Semakin hari Fanny semakin merasa mules diperutnya Karena kontraksi sudah berasa


"Sayang kayanya aku ambil libur aja yah untuk hari ini?" Tanyanya pada Fanny sambil memegang tangannya


"Mas gapapa kok aku insyaallah gapapa lagi pula kan ada mamah sama papah kamu gak usah khawatir." Ucapnya sambil meringis menahan kontraksi perutnya


"Tapi sayang aku khawatir kamu kenapa-kenapa."


"Udah kamu gak usah khawatir insyaallah aku gapapa."


"Yaudah kalo gitu aku berangkat dulu yah?"


"Iyah hati-hati yah mas."


"Udah kamu gak usah bangun Kalo ada apa-apa telfon aku yah atau panggil mamah atau papah."


"Iyah insyaallah."


"Yaudah aku berangkat sekarang, Assalamu'alaikum."


"Waalaikum'sallam." Ucapnya sambil mencium tangan suaminya


Setelah Farhan keluar kamar lalu dia menemui mamahnya


"Hmm mah aku titip Fanny yah, kalo ada apa-apa langsung telfon aku." Ucapnya dengan wajah khawatir


"Iyah Han insyaallah mamah jagain, memangnya Fanny masih mules?"


"Iyah mah dari semalem makanya aku kurang tidur."


"Yaudah kamu fokus kerja aja disini kan ada mamah ada papah."


"Yaudah tapi mamah janji yah kalo ada apa-apa langsung hubungi Farhan." Ucapnya dengan wajah khawatir


"Iyahiyah yaudah sana kamu berangkat tar malah kejebak macet lagi."


"Yaudah aku jalan dulu, Assalamu'alaikum." Jawabnya sambil mencium tangan mamahnya


"Waalaikum'sallam, hati yah Farhan!" Ucapnya sambil teriak karena Farhan sudah terlalu jauh darinya


Pak Anto pun datang dari arah kamarnya menuju istrinya, yang berada didepan pintu kamar milik anak dan menantunya

__ADS_1


"Mah gimana Fanny baik-baik saja?" Tanyanya sambil menghampiri sang istrinya


"Kata Farhan sudah dari malam sudah kontraksi pah." Jawabnya dengan wajah khawatir


"Kita bawa kerumah sakit saja mah."


"Yaudah coba mamah cek dulu keadaan Fanny yah pah."


"Yah silahkan." Ucapnya


Bu Ani pun masuk kedalam kamar Fanny dan mengecek keadaannya


"Sayang." Ucapnya sambil menghampiri Fanny yang sedang berada diatas kasur


"Iyah mah." Ucapnya sambil meringis kecil


"Hmm kita kerumah sakit aja yuk."


"Gak usah mah."


Dikantor Farhan khawatir dengan keadaan Fanny dan dia tidak fokus kerja karena memikirkan keadaan Fanny


"Duhh gua khawatir sama Fanny. Apa gua pulang aja yah?" Ucapnya dengan wajah khawatir


"Asstagfirullah Fanny." Ucap bu Ani, mertua Fanny saat dia membuka pintu


"Ya Allah ketuban kamu sudah pecah Ucapnya dengan nada panik yang melihat ketuban Fanny yang pecah


Bu Ani reflek langsung mengambil handponenya yang ada disaku celananya untuk menelfon Farhan


Farhan yang lagi kerja tiba-tiba langsung mengangkat telfonnya


"Hallo mah ada apa? Semua baik-baik saja kan? Asstagfirullah iyah iyah aku segera kesana, mamah bawa aja langsung kerumah sakit biar aku langsung kesana, iyah rumah sakit XX tempat Fanny cek up, Waalaikum'sallam." Ucapnya pada sang mamah dalam telfon


Setelah mengangkat telfon Farhan langsung pergi kerumah sakit XX untuk menemui Fanny dan orang tuanya


Farhan menelfon pak Rahmat dan bu Lani, mertuanya untuk memberitahu bahwa Fanny segera melahirkan


"Assalamu'alaikum bi, maaf Farhan ganggu Farhan cuma mau kasih tau kalo Fanny hari ini melahirkan, Iyah bi, Farhan ini lagi otw kerumah sakit XX, iyah Farhan tunggu yah bi, tar alamatnya Farhan massege Iyah, Waalaikum'sallam." Ucapnya pada pak Rahmat, mertuanya


Setelah sampai dirumah sakit tersebut Farhan langsung menuju reseptionis untuk menanyakan ruangan Fanny

__ADS_1


"Selamat siang Sus, saya mau nanya ruangan atas nama Fanny aprilia."


"Oh bu Fanny pasien yang mau melahirkan, beliau ada diruangan UGD pak." Ucap sang suster pada Farhan


"Ok makasih yah Sus." Jawabnya dan langsung berlari menuju IGD


Sesampai diruang IGD


"Assalamu'alaikum pah." Ucapnya pada pak Anto, ayahnya sambil mencium tangannya


"Waalaikum'sallam Han, gimana kamu sudah beri tahu mertuamu?" Tanya pak Anto


"Sudah pah, Aku sudah telfon abi Rahmat."


"Syukurlah kalo sudah kamu kasih tau."


"Tapi gimana kondisi Fanny pah?"


"Papah belum tau karena mamah kamu belum keluar dari dalem."


Farhan menunggu dengan wajah khawatir bersama papahnya, pak Anto


Saat tengah menunggu bu Ani, mamah Farhan keluar


"Mah gimana mah keadaan Fanny?" Tanyanya dengan beranjak dari kursi yang ia duduki


"Allhamdulillah Fanny sudah dipindahkan keruang bersalin ini mamah mau kesana, kamu disuruh ngurusin data-data untuk perawatan Fanny dulu."


"Yaudah aku urusin dulu, Assalamu'alaikum." Ucapnya dan langsung pergi menuju tempat pengurusan perawatan untuk istrinya


Saat ingin menuju tempat pengurusan data-data Farhan bertemu dengan mertuanya


"Bi itu Farhan." Ucap bu Lani pada pak Rahmat


"Farhan!" Panggil pak Rahmat pada Farhan


Farhan menengok dan menyamperi sang mertuanya


"Assalamu'alaikum umi, abi." Ucapnya dan mencium tangannya


"Han gimana keadaan Fanny?" Tanya bu Lani pada Farhan dengan wajah khawatir

__ADS_1


jangan lupa follow ig @sofiimwddh


__ADS_2